Forum R20 Ajak Pemimpin Agama Dunia Atasi Konflik yang Mengatasnamakan Agama

 

NERACA

 

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan melalui pertemuan Forum Religion Twenty (R20), Indonesia mengajak para pemimpin agama sedunia bergotong-royong mengatasi konflik yang mengatasnamakan agama.

Pertemuan yang menjadi bagian dari Presidensi G20 Indonesia ini akan berlangsung di Bali, 2–3 November mendatang. "R20 menjadi forum tokoh-tokoh agama, pemimpin-pemimpin agama yang secara efektif mempunyai pengaruh dalam memberikan bimbingan kepada umat masing-masing di berbagai belahan dunia untuk membicarakan secara lugas dan konkret tentang apa yang bisa disumbangkan masing-masing komunitas dalam menghadapi berbagai masalah yang dihadapi dunia saat ini," kata Gus Yahya dalam Konferensi Pers #G20Updates yang digelar Tim Komunikasi & Media G20 secara virtual di Jakarta, Jumat (30/9).

Ia mengatakan, saat ini ada masalah besar yang mendasar terkait hubungan  antarkelompok agama. "Pertemuan R20 diharapkan dapat menghasilkan konsolidasi bagaimana menjaga perdamaian dunia dan meredam segala konflik ataupun kesenjangan yang terjadi di berbagai belahan dunia, terutama yang mengatasnamakan agama," kata Gus Yahya. 

Forum R20 di Bali diharapkan  menjadi inspirasi bagi kehidupan antar agama secara global. Agama bisa memberikan inspirasi spiritual untuk menjadi solusi bagi berbagai persoalan global. Sebanyak 30 pembicara dari berbagai pemuka agama dari seluruh negara-negara peserta G20 akan hadir di Forum R20. 

PBNU menggagas pertemuan R20. Bertepatan dengan peringatan satu abad organisasi Islam terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama (NU). Berbagai persiapan telah dilakukan. Termasuk mengundang 160 orang peserta internasional,  250 peserta domestik. Total yang akan bergabung dalam R20 sekitar 400 orang. Forum diskusi akan berlangsung dua hari di Bali, dilanjutkan dengan mengajak seluruh peserta ke Yogyakarta dan Jawa Tengah untuk rangkaian program yang akan melengkapi diskusi.

 

 

BERITA TERKAIT

SNI Tidak Atur BPA dan Usia Pakai Galon Pada Industri AMDK

  NERACA   Jakarta - Dalam workshop pada Senin (8/11), Pengawas Perdagangan di Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Kementerian…

Syngenta Resmikan Fasilitas Benih Jagung Sekaligus Luncurkan Official Store E-Commerce

  NERACA   Jakarta – Syngenta Seeds Indonesia telah meresmikan fasilitas benih jagung Grain Dryer, Parent Seeds Post Harvest Operation…

Manufacturing Indonesia 2022 Dorong Program Keberlanjutan Industri dan Pertumbuhan Ekonomi

  NERACA   Jakarta - Investasi di industri manufaktur kuartal III 2022 yang menguat semakin memotivasi pelaku industri optimalisasikan pertumbuhan…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Makro

SNI Tidak Atur BPA dan Usia Pakai Galon Pada Industri AMDK

  NERACA   Jakarta - Dalam workshop pada Senin (8/11), Pengawas Perdagangan di Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Kementerian…

Syngenta Resmikan Fasilitas Benih Jagung Sekaligus Luncurkan Official Store E-Commerce

  NERACA   Jakarta – Syngenta Seeds Indonesia telah meresmikan fasilitas benih jagung Grain Dryer, Parent Seeds Post Harvest Operation…

Manufacturing Indonesia 2022 Dorong Program Keberlanjutan Industri dan Pertumbuhan Ekonomi

  NERACA   Jakarta - Investasi di industri manufaktur kuartal III 2022 yang menguat semakin memotivasi pelaku industri optimalisasikan pertumbuhan…