Rilis Dua Produk, Prudential Wujudkan Komitmen Menjaga Kebahagiaan Keluarga dari Risiko Kesehatan

 

NERACA

 

Jakarta – Dua perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia kembali memperkenalkan dua produk terbaru yang inovatif, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dengan PRUSolusi Sehat Plus Pro, dan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) dengan PRUSolusi Sehat Plus Pro Syariah. Keduanya merupakan asuransi kesehatan murni yang hadir untuk menjawab berbagai tantangan seluruh keluarga Indonesia dengan manfaat komprehensif dan fleksibel untuk melindungi kebahagiaan dan mimpi keluarga Indonesia, kini dan nanti.

PRUSolusi Sehat Plus Pro dan PRUSolusi Sehat Plus Pro Syariah memberikan perlindungan menyeluruh mulai dari pra perawatan inap, perawatan inap hingga perawatan lanjutan pasca rawat inap. Keduanya juga mencakup metode pengobatan medis modern maupun tradisional serta tersedia dalam beragam pilihan plan berdasarkan wilayah pertanggungan, tipe dan batas harga kamar sesuai prioritas keluarga.

Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia, Premraj Thuraisingam menjelaskan inovasi menjadi salah satu pondasi bagi Prudential dalam mendengarkan, memahami dan mewujudkan solusi perlindungan jiwa, kesehatan, dan finansial untuk banyak kebutuhan keluarga Indonesia. “Di masa yang kian menantang ini kami percaya tiap keluarga harus dapat terlindungi secara menyeluruh, tanpa kompromi. Oleh karenanya, PRUSolusi Sehat Plus Pro dan PRUSolusi Sehat Plus Pro Syariah memberikan manfaat untuk mendampingi mereka di tiap journey perawatan kesehatan sesuai dengan rekomendasi dari dokter yang merawat,” katanya, seperti dikutip dalam keterangannya, Senin (19/9).

Perihal terobosan ini, Paul Setio Kartono, Chief Financial Officer Prudential Syariah, mengatakan, selaras dengan semangat Wujudkan Sesuai Hati, PRUSolusi Sehat Plus Pro Syariah hadir untuk menambah ragam pilihan produk berbasis syariah yang bersifat universal dan inklusif, menjunjung tinggi sikap tolong menolong dan gotong-royong, serta memiliki nilai religi dan ekonomis yang bersaing. “Kami juga berharap produk ini dapat menjangkau dan melindungi lebih banyak masyarakat Indonesia, sesuai prinsip yang kami usung yaitu ‘Syariah untuk Semua’,” jelasnya.

Seiring waktu, tantangan yang dapat menghambat terciptanya kebahagiaan keluarga Indonesia makin besar, seperti ketidaksiapan menyongsong hari esok yang penuh ketidakpastian. Faktanya, 56,5% responden usia produktif mengaku bahwa mayoritas tabungan untuk sebagai dana darurat hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari selama 3 atau kurang dari 3 bulan. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, ditambah risiko sakit yang proses perawatannya kompleks dan membutuhkan anggaran besar, dibutuhkan perencanaan keuangan yang baik agar tidak membebani keluarga.

Annisa Steviani, CFP, AEPP, perencana keuangan keluarga, kemudian menjabarkan detail bahwa tantangan keluarga berasal dari faktor eksternal (inflasi, biaya kesehatan, hingga jumlah dan jenis penyakit yang meluas) dan faktor internal (kondisi finansial serta financial behavior). “Terdapat empat pos yang dikhawatirkan oleh 22% masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia, di antaranya; dana masa tua, biaya kesehatan akibat penyakit serius atau kecelakaan, pengeluaran bulanan dan dana pendidikan. Di kondisi kita yang mulai mencoba kembali bangkit ini, hampir dua dari tiga masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah (64%) mengakui bahwa kesehatan adalah biaya yang mereka sangat mengkhawatirkan,” ucapnya.

Dengan fakta tersebut, Annisa menekankan pentingnya perencanaan keuangan yang strategis seperti dana darurat yang besarannya berkisar 6-12 kali lipat pengeluaran – sesuai kondisi dan tujuan keuangan tiap keluarga. “On top of that, sisihkan juga dana untuk polis asuransi kesehatan sehingga keluarga tetap terlindungi jika terjadi hal-hal ‘pasti’ yang tidak diinginkan, seperti sakit, kecelakaan lalu lintas hingga kematian. Pilih asuransi yang mampu memberikan manfaat komplet sesuai kemampuan dan kebutuhan keluarga tanpa mengganggu pos keuangan lainnya,” tambah Annisa.

 

BERITA TERKAIT

Hardjuno: Saatnya Hapus Pembayaran Bunga Obligasi Rekap BLBI

Hardjuno: Saatnya Hapus Pembayaran Bunga Obligasi Rekap BLBI NERACA Jakarta - Pemerintah harus fokus pada upaya penghapusan semua mata anggaran…

Rupiah Anjlok Tertekan Agresivitas Moneter The Fed

  NERACA Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore anjlok tertekan agresivitas kebijakan…

OJK Dukung Kolaborasi Bank DKI dan Bank Maluku

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung kolaborasi dan kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) antara dua Bank Pembangunan…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Hardjuno: Saatnya Hapus Pembayaran Bunga Obligasi Rekap BLBI

Hardjuno: Saatnya Hapus Pembayaran Bunga Obligasi Rekap BLBI NERACA Jakarta - Pemerintah harus fokus pada upaya penghapusan semua mata anggaran…

Rupiah Anjlok Tertekan Agresivitas Moneter The Fed

  NERACA Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore anjlok tertekan agresivitas kebijakan…

OJK Dukung Kolaborasi Bank DKI dan Bank Maluku

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung kolaborasi dan kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) antara dua Bank Pembangunan…