Genjot Kapasitas Produksi - Nusatama Berkah Bidik Pendapatan Naik 24,8%

NERACA

Jakarta – Tahun ini, PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) targetkan pendapatan dan laba tumbuh masing-masing 24,8% dan 62%. Perseroan sendiri mengaku optimis target bakal tercapai seiring kapasitas produksi yang lebih besar, “Kapasitas yang lebih besar akan dimanfaatkan dengan target pasar kami yang juga besar pada tahun ini pada sektor-sektor andalan seperti pertambangan, logging, industri pulp and paper serta minyak dan gas,"kata Direktur Nusatama Berkah, Ismu Prasetyo di Jakarta,kemarin.

Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi sejalan dengan tingginya permintaan peralatan pertambangan maupun angkutan hasil tambang akibat tingginya harga komoditas. Untuk diketahui, meningkatnya kapasitas produksi sejalan dengan ekspansi yang dilakukan perseroan pasca tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Februari 2022 tersebut mengantongi dana segar sebesar Rp 70 miliar. 

Dana hasil IPO ini digunakan oleh perseroan untuk modal kerja sebesar 87% meliputi investasi pembangunan workshop ketiga seluas 938 M2 dilengkapi dengan 1x4T dan 1x2T overhead crane, perluasan kantor dan utilitas lainnya seluas 300 M2 dan mesin-mesin produksi.

Untuk itu, pemanfaatan dana hasil IPO ini diharapkan dapat menopang perseroan untuk mendapatkan kontrak-kontrak bernilai tinggi dan penguatan kapasitas produksi. "Dengan harapan untuk menggapai pertumbuhan penjualan dan pendapatan bersih yang berlipat ganda dari pencapaian perseroan di tahun 2021," ujarnya.

Sementara Direktur Utama Nusatama Berkah Bambang Susilo menjelaskan, pada semester pertama 2022 pencapaian kontrak baru perseroan mencapai Rp 100 miliar atau lebih besar dari yang tercantum pada prospektus perseroan. "Selain itu ada kontrak sebesar Rp 21 miliar hasil carry over 2021. Kontrak-kontrak tersebut berasal dari pelanggan besar seperti yang di order dari Grup Raja Garuda Emas sebagai pabrik pulp and paper terbesar di dunia. 

Bambang melanjutkan, perseroan menyadari bahwa dalam dunia bisnis pada pertambangan batubara nantinya akan segera bergeser. Untuk itu perseroan tak hanya fokus mengembangkan bisnis batubara saja, dan memasuki sektor mineral lainya seperti bauksit dan nikel. Sejalan dengan pesatnya perkembangan industri baterai di Indonesia.

Dari sektor kehutanan perseroan juga mengembangkan kendaraan khusu untuk industri pulp and paper yang kebutuhannya saat ini semakin meningkat karena manajemen logistik yang semakin canggih. Hal yang sama juga dilakukan perseroan pada sektor oil dan gas dengan mengembangkan kendaraan khusus. Bambang menuturkan, pemerintah Indonesia menetapkan produksi minyak mentah 650-700 barrel. "Sehingga perseroan juga akan mengembangkan kendaraan khusus untuk support produksi dan juga pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM)," kata dia.

BERITA TERKAIT

Bank Bumi Arta Gelar Rights Issue - Tiga Pemegang Saham Nyatakan Siap Eksekusi

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna menunjang ekspansi bisnisnya, PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) akan melanjutkan proses Penambahan Modal…

Aksi Beli Investor Asing Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa sore (4/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa…

Pelita Samudera Bayar Utang US$ 7,34 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) telah mencicil fasilitas pinjaman berjangka kepada PT Bank…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bank Bumi Arta Gelar Rights Issue - Tiga Pemegang Saham Nyatakan Siap Eksekusi

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna menunjang ekspansi bisnisnya, PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) akan melanjutkan proses Penambahan Modal…

Aksi Beli Investor Asing Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa sore (4/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa…

Pelita Samudera Bayar Utang US$ 7,34 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) telah mencicil fasilitas pinjaman berjangka kepada PT Bank…