Bukaka Bikin Anak Usaha Sektor Konstruksi

NERACA

Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnisnya dan juga memperkuat di bidang konstruksi, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) mendirikan anak usaha baru, PT Baja Titian Utama. Aksi ini diyakini dapat mendorong kinerja perseroan ke depan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Pendirian anak usaha baru tersebut telah dilakukan pada 18 November 2021. Baja Titian Utama bergerak di bidang konstruksi jembatan meliputi tahapan perencanaan teknis, pembangunan, pembiyaan, pengoperasian dan pemeliharaan jembatan. Pendirian anak usaha tersebut membuat perseroan mengeluarkan modal dasar Rp 250 miliar yang terdiri atas 250 saham dengan nilai nominal masing-masing Rp 1 juta per saham. Ada pun modal ditempatkan dan disetor berjumlah Rp 62,5 miliar atau setara 62.500 saham.

Sebagai informasi, perseroan memiliki 61.875 saham atau sebanyak Rp 61,87 milar. Angka tersebut setara dengan 99% saham Baja Titian Utama. Sementara, PT Mega Investama memiliki 625 saham atau sebesar Rp 625 juta atau setara dengan 1% dari keseluruhan modal ditempatkan dan disetor.“Pendiran anak usaha ini akan memberikan dampak berupa potensi tambahan pendapatan dan laba bagi perseroan sebagai pemegang saham,” jelas Direktur Utama Bukaka Teknik Utama Irsal Kamarudin.

Di sisi lain, perseroan menandatangani perjanjian kredit dengan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Secara rinci, perseroan memperoleh Fasilitas KMK Transaksional sub limit LC/SKBDN dengan limit kredit sebesar Rp 1,5 triliun. Kemudian, fasilitas dengan limit Rp 1 triliun, dan fasilitas kredit modal kerja revolving dengan limit kredit senilai Rp 20 miliar. Selanjutnya, fasilitas bank garansi dengan limit Rp 1 triliun dan yang terakhir fasilitas treasury line dengan limit national sebesar US$ 5 juta.

Perseroan meyakini fasilitas tersebut akan menunjuang kegiatan operasional perseroan berkaitan dengan proyek - proyek pekerjaan baru yang didapatkan oleh Bukaka Teknik Utama, sehingga diharapkan akan mendukung peningkatan pendapatan usaha dan laba perseroan. Sebelumnya, Bukaka Teknik telah menyerap 746 ribu lembar saham baru PT Poso Energi Tiga Pomana bernominal Rp 1 juta per lembar pada 30 Juni 2021. Untuk itu, emiten konstruksi dan manufaktur milik Grup Kalla menggelontorkan dana sebesar Rp 746 miliar secara bertahap untuk aksi korporasi ini.

Setoran modal ini akan memberikan nilai tambah bagi perseroan karena akan dapat semakin mengembangkan usahanya di bidang investasi energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Selain itu, transaksi ini akan meningkatkan laba perseroan yang dapat menciptakan nilai tambah kembali bagi pemegang saham perseroan. Saat ini, perseroan telah memegang sebanyak 18% kepemilikan saham pada Poso Energi Tiga Pomana. Sedangkan PT Hadji Kalla memegang sebanyak 66% porsi saham Poso Energi. Adapun, nilai penyertaan modal ini hanya 26,26% dari total ekuitas perseroan per 31 Desember 2021, yakni sebesar Rp 2,84 triliun.

BERITA TERKAIT

Bukaka Kantungi Kontrak Rp2,19 Triliun

NERACA Jakarta – Pada penghujung tahun 2021, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama…

Miliki Likuiditas Tebal dari IPO - Widodo Makmur Perkasa Optimis Capai Pertumbuhan

NERACA Jakarta -Meski debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) merosot 4,3% ke level…

OJK Yakini IHSG Tembus 7000 Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal beberapa pekan lagi, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpeluang tumbuh…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bukaka Kantungi Kontrak Rp2,19 Triliun

NERACA Jakarta – Pada penghujung tahun 2021, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama…

Miliki Likuiditas Tebal dari IPO - Widodo Makmur Perkasa Optimis Capai Pertumbuhan

NERACA Jakarta -Meski debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) merosot 4,3% ke level…

OJK Yakini IHSG Tembus 7000 Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal beberapa pekan lagi, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpeluang tumbuh…