XL Axiata Bagikan Dividen Rp 339,4 Miliar

NERACA

Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT XL Axiata Tbk (EXCL) memutuskan untuk mambagkan dividen sebesar 50% dari keuntungan bersih pada 2020 atau sekitar Rp 339,4 miliar. Rasio dividen ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 30% dari laba bersih. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Direktur XL Axiata, Budi Pramantika, peningkatan rasio dividen ini adalah bentuk komitmen kepada pemegang saham. "Apa yang kami peroleh dalam bentuk pencapaian kas dan profit, kami kembalikan lagi kepada pemegang saham," ujarnya. Sementara Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini mengungkapkan, total dividen sebesar Rp 339,5 miliar tersebut setara dengan Rp 31,7 per saham. Selain dipergunakan untuk pembagian dividen, sisa dari keuntungan juga digunakan untuk cadangan umum sebesar Rp 100 juta. "Sedangkan selebihnya digunakan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha," kata dia.

Selain menyetujui pembagian dividen, rapat pemegang saham juga menerima pengunduran diri Tan Sri Jamaludin bin Ibrahim sebagai anggota komisaris perseroan. Dengan pengunduran itu, struktur dewan komisaris XL Axiata menjadi Presiden Komisaris Muhamad Chatib Basri, Komisaris Vivek Sood, Komisaris David R. Dean, Komisaris Dato’ Mohd Izzaddin bin Idris, Komisaris Hans Wijayasuriya, Komisaris Independen Yasmin Stamboel Wirjawan, Komisaris Independen Muliadi Rahardja, dan Komisaris Independen Julianto Sidarto. Hal lain yang disetujui dalam rapat pemegang saham adalah mengenai penambahan kegiatan usaha.

Adapun XL Axiata berencana merambah jasa big data dan internet of things (IoT). Aksi ini dilakukan dalam rangka menangkap peluang usaha era industri 4.0 sehingga diharapkan meningkatkan pendapatan perseroan. Penambahan kegiatan usaha baru yang dimaksud antara lain aktivitas pengolahan data, hosting, pemrograman komputer, konsultasi dan manajemen fasilitas komputer, konsultasi keamanan informasi, konsultasi manajemen lainnya, portal web dengan tujuan komersial, portal web tanpa tujuan komersial, perdagangan besar piranti lunak, perdagangan besar peralatan telekomunikasi, serta konsultasi dan perancangan IoT.

Sehubungan dengan rencana kegiatan usaha, perseroan telah mempersiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pelaksanaan operasional. Ketersediaan tenaga ahli tersebut dimiliki perseroan melalui unit business solution. Melalui perubahan usaha, perseroan akan memberikan layanan produk yang lebih luas termasuk solusi big data analytics, IoT, dan managed information and communication technology (ICT) yang merupakan pengembangan dari layanan komputasi awan.

 

BERITA TERKAIT

Bukaka Kantungi Kontrak Rp2,19 Triliun

NERACA Jakarta – Pada penghujung tahun 2021, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama…

Miliki Likuiditas Tebal dari IPO - Widodo Makmur Perkasa Optimis Capai Pertumbuhan

NERACA Jakarta -Meski debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) merosot 4,3% ke level…

OJK Yakini IHSG Tembus 7000 Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal beberapa pekan lagi, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpeluang tumbuh…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bukaka Kantungi Kontrak Rp2,19 Triliun

NERACA Jakarta – Pada penghujung tahun 2021, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama…

Miliki Likuiditas Tebal dari IPO - Widodo Makmur Perkasa Optimis Capai Pertumbuhan

NERACA Jakarta -Meski debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) merosot 4,3% ke level…

OJK Yakini IHSG Tembus 7000 Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal beberapa pekan lagi, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpeluang tumbuh…