Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA

Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating emiten produsen semen ini naik peringkat. Dimana PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat utang dari emiten semen pelat merah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menjadi idAA+. Pefindo menaikkan peringkat utang Semen Indonesia menjadi AA+ dari sebelumnya idAA, sesuai dengan hasil rapat yang diadakan pada 1 Maret 2021.

Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia, Vita Mahreyni dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, peringkat itu diberikan untuk surat utang obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2017 dan obligasi berkelanjutan I tahap II seri A dan seri B Tahun 2019 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp7,07 triliun. Peringkat tersebut berlaku untuk periode 1 Maret 2021 sampai dengan 1 Maret 2022.

Disampaikan Vita, peringkat tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari perusahaan serta laporan keuangan audit per 31 Desember 2020 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Sementara Pefindo menjelaskan, efek utang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan. Dengan peringkat tersebut, emiten memiliki kemampuan sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2020, SMGR ini mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 16,72% menjadi Rp2,79 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,39 triliun. Sementara pendapatan terkontraksi sebesar 12,87% menjadi Rp35,17 triliun di sepanjang tahun lalu dari posisi pada 2019 yang senilai Rp40,36 triliun. Adapun, kenaikan laba terjadi karena perseroan menekan sejumlah beban seperti beban penjualan, beban umum dan administrasi, hingga beban keuangan.

Direktur Utama Semen Indonesia (SIG), Hendi Prio Santoso mengatakan, meskipun kondisi ekonomi dan industri semen di Indonesia berkontraksi akibat pandemi Covid-19 tahun lalu, ditambah ketatnya persaingan, perseroan tetap mampu mencetak pertumbuhan kinerja keuangan, khususnya dalam hal efisiensi biaya.

Menurutnya, keberhasilan perseroan mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan didukung berbagai inisiatif strategis, seperti keberhasil perseroan menekan beban pokok pendapatan tahun 2020. Penurunannya jauh lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan, sehingga perseroan berhasil mencatatkan peningkatan marjin EBITDA menjadi 25,80%. “Perseroan jugaa melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat, sehingga Perseroan mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif,”ujarnya.




BERITA TERKAIT

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…