Kawasan Baduy Dalam Ditutup 3 Bulan untuk Ritual Kawalu

Wisatawan domestik maupun mancanegara dilarang memasuki kawasan Baduy Dalam di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, selama tiga bulan yang bertepatan dengan ritual Kawalu sejak 13 Februari hingga 14 Mei 2021.

"Penetapan bulan Kawalu itu berdasarkan Tangtu Tilu Jaro Tujuh Lembaga Adat Desa Kanekes," kata Jaro Saija, Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak yang juga tetua adat Baduy, pada Kamis (11/2), seperti yang dikutip dari ANTARA. "Kami meminta wisatawan menghormati dan menghargai keputusan adat itu," lanjutnya.

Pelarangan kawasan Baduy dikunjungi wisatawan berdasarkan keputusan adat Nomor 141.01/13-Ds.Kan-200I/2021, tertanggal 13 Februari 2021 yang ditandatangani Kepala Desa Kanekes. Masyarakat Baduy Dalam yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikeusik dan Cikawartana akan menutup diri untuk melaksanakan ritual Kawalu selama tiga bulan. Saat ritual Kawalu, mereka akan berdoa meminta keselamatan dan kesejahteraan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu mereka juga akan berdoa agar Indonesia terbebas dari penyebaran pandemi COVID-19.

Ritual Kawalu berlangsung sejak zaman nenek moyang dan hingga kini masih dipertahankan, sebab jika tidak dilaksanakan dipercaya menimbulkan bencana bagi warga Baduy.

Ritual Kawalu berdasarkan kesepakatan tangtu tilu (pemimpin adat) dan pada hari ke-18 mereka melaksanakan puasa dan menggelar upacara ritual ngeriung selamatan. "Selama Kawalu, kondisi kampung Baduy Dalam sepi dan warganya memilih tinggal di rumah-rumah," kata Jaro Saija.

Tanda larangan masuk juga akan dipasang peringatan di pintu gerbang Baduy di Ciboleger agar pengunjung menaati hukum adat.

Tetua adat yang juga Kepala Pamarentah Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Jaro Saija, mengatakan wisatawan yang mengunjungi Saba Badui wajib mematuhi protokol kesehatan guna mencegah persebaran COVID-19, seperti menggunakan masker dan mencuci tangan.

Selain itu juga wisatawan Saba Badui agar menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah plastik sembarangan. Sebab, sampah plastik tersebut dapat menimbulkan kerusakan ekosistem dan lahan sehingga berdampak terhadap pertanian. "Kami akan menolak jika pengunjung dari luar daerah jika tidak menerapkan protokol COVID-19," kata Jaro Saija.

Pemerintah Kabupaten Lebak saat ini tengah melakukan uji coba pembukaan tempat wisata,termasuk Desa Adat Badui. Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Luli Agustina mengatakan, pihaknya kini mulai membuka sejumlah obyek wisata sehubungan terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru yang disahkan pada 15 Juli 2020 lalu.

Namun, pemilik wisata dan pengunjung wajib menerapkan protokol COVID-19 untuk mencegah pandemi virus corona. Apabila, mereka tidak mengindahkan peraturan tersebut maka kemungkinan besar akan kembali ditutup.

Selama ini, Kabupaten Lebak memiliki banyak tempat wisata yang beragam mulai dari wisata religius, pantai, wisata budaya, wisata alam dan lainnya. Bahkan, wisata Lebak memiliki keunggulan "Six Fantastix" antara lain Museum Multatuli, Kawasan Adat Baduy, Kasepuhan Citorek, Kebun Teh Cikuya, Pantai Sawarna dan Bagedur. "Kami minta pemilik wisata dan pengunjung agar memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," katanya.

Hingga kini belum ditemukan kasus virus Corona di pemukiman Suku Baduy. Tenaga kesehatan Pemerintah Kabupaten Lebak, menyatakan bahwa masyarakat Baduy di pedalaman Lebak, Banten, terbebas dari Covid-19 karena disiplin tidak ke luar daerah.

"Kami mengapresiasi warga Baduy dapat mengendalikan Covid-19 itu," kata Petugas Medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cisimeut Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Iton Rustandi.

Masyarakat Baduy lebih mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna mencegah penularan virus corona. Bahkan, tetua adat setempat mengimbau masyarakat Baduy tidak boleh ke luar daerah seperti Jakarta, Tangerang dan Bogor yang menjadi daerah penyebaran Covid-19.

Sebelum pandemi virus Corona Suku Baduy memang punya prinsip menutup diri dari dunia luar. Bukan tanpa alasan, prinsip tersebut merupakan pesan leluhur mereka sejak zaman dahulu kala. Nyatanya, menutup diri di masa pandemi virus Corona bisa menyelamatkan jiwa warganya.

BERITA TERKAIT

Melihat Vertikal di Gua Luweng Ombo Pacitan

Jika Yogyakarta punya Gua Jomblang yang merupakan gua vertikal, maka Pacitan punya Goa Luweng Ombo yang bentuknya juga menjorok ke…

Ada Taman Terumbu Karang di Gili Meno

Provinsi Nusa Tenggara Barat kini memiliki objek wisata bahari taman terumbu karang (coral garden) yang terletak di perairan Gili Meno,…

Hotel di Ubud Masuk Daftar Teromantis Sedunia

Bali terus dilirik menjadi destinasi wisata romantis tak hanya skala domestik namun juga mancanegara. Tahun lalu situs ulasan wisata TripAdvisor…

BERITA LAINNYA DI Wisata Indonesia

Melihat Vertikal di Gua Luweng Ombo Pacitan

Jika Yogyakarta punya Gua Jomblang yang merupakan gua vertikal, maka Pacitan punya Goa Luweng Ombo yang bentuknya juga menjorok ke…

Ada Taman Terumbu Karang di Gili Meno

Provinsi Nusa Tenggara Barat kini memiliki objek wisata bahari taman terumbu karang (coral garden) yang terletak di perairan Gili Meno,…

Hotel di Ubud Masuk Daftar Teromantis Sedunia

Bali terus dilirik menjadi destinasi wisata romantis tak hanya skala domestik namun juga mancanegara. Tahun lalu situs ulasan wisata TripAdvisor…