Rilis Surat Utang US$ 300 Juta - Tower Bersama Berikan Kupon Bunga 2,75%

NERACA

Jakarta - Emiten menara telekomunikasi, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah menetapkan penawaran surat utang dengan jumlah keseluruhan sebesar US$$300 juta dengan tingkat suku bunga 2,75%. Disebutkan, surat utang yang diterbitkan tanpa jaminan yang didahulukan jatuh tempo 2026 (Surat Utang 2026).

Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, Surat Utang 2026 diberikan peringkat BBB- oleh Fitch Ratings. Rencanana, Surat Utang 2026 akan terdaftar di Bursa Efek Singapore (SGX) dan pada prinsipnya seluruh persetujuan listing dan quotation untuk Surat Utang 2026 dari Official List SGX telah diperoleh. Kemudian penawaran Surat Utang 2026 diharapkan akan ditutup pada tanggal 20 Januari 2021, tunduk pada persyaratan penutupan yang sewajarnya.

Jumlah bersih yang akan diterima dari penerbitan Surat Utang 2026, setelah dikurangi dengan biaya penjaminan emisi dan komisi serta perkiraan biaya dan pengeluaran lainnya yang harus dibayarkan sehubungan dengan penerbitan Surat Utang 2026 adalah sekitar US$296,4 juta.

TBIG berencana untuk menggunakan dana yang diperoleh tersebut untuk membayar sebagian saldo terutang dari fasilitas pinjaman revolving sebesarUS$375 juta (Fasilitas RLF tahun 2019) fasilitas pinjaman revolving sebesar US$ 100 juta (Fasilitas B) dan fasilitas pinjaman revolving sebesar US$200juta (Fasilitas RLF tahun 2017). Jumlah pembiayaan kembali untuk Fasilitas B dan Fasilitas RLF tahun 2017 akan tetap tersedia dan dapat dipinjam kembali.

Sebagai informasi, Per 30 September 2020, total pinjaman bruto dan kas serta setara kas milik TBIG dan entitas anaknya menggunakan kurs laporan posisi keuangan adalah sebesar Rp.25,119 miliar (US$1,7 miliar) dan Rp.574 miliar (US$38,5juta). Per 30 September 2020, setelah memberlakukan penerbitan Surat Utang 2026 dan penggunaan perolehan dana bersih tersebut, total pinjaman bruto yang dimiliki oleh anak perusahaan perseroan (kecuali TBG Global Pte. Ltd.) dengan menggunakan kurs laporan posisi keuangan adalah sebesar Rp.7.216.785 juta (US$483,8juta) yang termasuk liabilitas sewa kendaraan, liabilitas sewa –aset hak guna dan pinjaman Fasilitas RLF tahun 2017, fasilitas pinjaman revolving Rp. 150,000 juta(Fasilitas RCF tahun 2018), Fasilitas RLF tahun 2019 dan fasilitas kredit.

Kemudian per 30 September 2020, fasilitas yang terkomitmen dan belum ditarik berdasarkan pinjaman fasilitas RLF tahun 2017, fasilitas RCF tahun 2018, fasilitas RLF tahun 2019 dan fasilitas kredit adalah sebesar US$209,0 juta dan setelah disesuaikan dengan memperhitungkan penerbitan surat utang ini dan penggunaan perolehan bersih tersebut, fasilitas yang terkomitmen dan belum ditarik berdasarkan pinjaman fasilitas RLF tahun 2017, fasilitas RCF tahun 2018, fasilitas RLF tahun 2019 dan fasilitas kredit adalah sebesar US$505,4juta,yang akan tetap tersedia dan dapat dipinjam kembali.

 

BERITA TERKAIT

Orisinalitas Produk Jadi Prioritas - Channel JD.ID Paling Banyak Dipilih Masyarakat

Setahun sudah pandemi Covid-19 melanda bangsa Indonesia, berbagai dampak hampir dirasakan di semua lini dan yang paling mencolok adalah tren…

Wujudkan Kendaraan Impian - MUF Premium Berikan Solusi Pembiayaan

Optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi keyakinan bagi pelaku usaha dan termasuk pelaku industri otomotif dan turunannya, seperti industri…

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Wujudkan Kendaraan Impian - MUF Premium Berikan Solusi Pembiayaan

Optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi keyakinan bagi pelaku usaha dan termasuk pelaku industri otomotif dan turunannya, seperti industri…

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

Laba Bersih Chandra Asri Tumbuh 118%

NERACA Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 51,35 juta pada akhir tahun 2020 atau…