Protokol Isolasi Mandiri yang Wajib Dipahami oleh Orangtua, Guru dan Siswa

 

 

Setahun sudah, pandemic covid19 melanda dunia, tak terkecuali Indonesia. Jutaan korban harus kehilangan nyawanya dari virus yang diduga berasal dari Wuhan, China. Di Indonesia, virus tersebut masih menjalar ke berbagai kluster penyebaran. Liburan sekolah di akhir tahun yang membuat orang, tak terkecuali anak-anak berwisata juga perlu diwaspadai meskipun sudah menerapkan protokol kesehatan.

Agar tidak membuat kluster baru di rumah tangga, maka perlu kiranya bagi mereka yang telah menyelesaikan liburannya untuk melakukan isolasi mandiri. Untuk itu, bagi siswa, guru, orangtua maupun masyarakat wajib paham protokol isolasi mandiri. Merangkum akun Instagram Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud, berikut ini infonya.

Protokol isolasi diri merupakan bagian dari protokol penanganan virus corona yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Isolasi mandiri sendiri perlu dijalankan supaya ruang isolasi di rumah sakit, bisa digunakan oleh orang-orang dengan kondisi penyakit yang sudah parah dan butuh penanganan intensif.

Tentu, tidak semua orang yang terinfeksi bisa diisolasi secara mandiri. Biasanya, protokol ini perlu diikuti oleh orang dengan kondisi penyakit yang tergolong ringan. Sebab pada dasarnya, infeksi virus corona adalah penyakit self limiting disease atau bisa sembuh sendiri, selama daya tahan tubuh penderitanya baik. Berikut ini 8 protokol isolasi mandiri pencegahan Covid-19 dari Kemenkes RI & BNPB:

1. Selalu memakai masker dan membuang masker bekas di tempat yang ditentukan.

2. Jika sakit (ada gejala demam, flu dan batuk) maka tetap di rumah. Jangan pergi bekerja, sekolah, ke pasar atau ke ruang publik untuk mencegah penularan masyarakat.

3. Manfaatkan fasilitas telemedicine atau sosial media kesehatan dan hindari transportasi publik. Beritahu dokter dan perawat tentang keluhan dan gejala, serta riwayat bekerja ke daerah terjangkit atau kontak dengan pasien Covid-19.

4. Selama di rumah, bisa bekerja dari rumah. Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya, dan jaga jarak 1 meter dari anggota keluarga.

5. Lakukan pengecekan suhu harian, amati batuk dan sesak napas. Hindari pemakaian bersama peralatan makan dan mandi serta tempat tidur.

6. Terapkan perilaku hidup sehat dan bersih, serta konsumsi makanan bergizi, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta lakukan etika batuk dan bersin.

7. Jaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan desinfektan. Selalu berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi (sekitar 15-30 menit).

8. Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit berlanjut seperti sesak napas dan demam tinggi, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

BERITA TERKAIT

Sejumlah Tokoh Nasional Mulai Daftar jadi Ketua Ikatan Alumni ITB

  Institut Teknologi Bandung yang merupakan salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia telah melahirkan ribuan alumni yang memiliki peranan…

Pahami Tips Berikut Agar Tidak Salah Pilih Jurusan Kuliah

  Menjelang memasuki tahun ajaran baru, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah membuka dua jalur seleksi untuk masuk ke…

Begini Cara Meningkatkan Kemampuan Bahasa Asing

  Di era modern seperti saat ini, kemampuan berbahasa asing menjadi sebuah kewajiban. Ketika memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik…

BERITA LAINNYA DI

Sejumlah Tokoh Nasional Mulai Daftar jadi Ketua Ikatan Alumni ITB

  Institut Teknologi Bandung yang merupakan salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia telah melahirkan ribuan alumni yang memiliki peranan…

Pahami Tips Berikut Agar Tidak Salah Pilih Jurusan Kuliah

  Menjelang memasuki tahun ajaran baru, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah membuka dua jalur seleksi untuk masuk ke…

Begini Cara Meningkatkan Kemampuan Bahasa Asing

  Di era modern seperti saat ini, kemampuan berbahasa asing menjadi sebuah kewajiban. Ketika memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik…