Beban Keuangan Naik - Sejahteraraya Cetak Rugi Bersih Rp 54 Miliar

NERACA

Jakarta – Perusahaan pengelola rumah sakit Mayapada, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) membukukan rugi bersih di kuartal tiga 2020 sebesar Rp54 miliar. Dimana kerugian tersebut disebabkan kenaikan beban umum dan beban keuangan. Namun demikian, pendapatan perseroan tercatat Rp811,74 miliar atau tumbuh 5,47% dibandingkan priode yang sama tahun lalu. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.

Perseroan mengungkapkan, hampir seluruh segmen pendapatan bertumbuh. Hanya pendapatan poliklinik yang turun hingga periode sembilan bulan yang berakhir September 2020. Pos pendapatan paling besar disumbang jasa rawat inap sebesar Rp311,84 miliar, naik 20,3% secara tahunan. Adapun pos pendapatan dari laboratorium naik 100% menjadi Rp146,29 miliar.

Sejauh ini, jaringan Mayapada Hospital terdiri dari Mayapada Hospital Tangerang, Mayapada Hospital Jakarta Selatan, BMC Mayapada Hospital Bogor, dan Mayapada Hospital Kuningan. Di sisi lain, SRAJ juga mencatat kenaikan beban umum dan administrasi, bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan. SRAJ mencetak kenaikan beban umum dan administrasi sebesar 37% menjadi Rp287,91 miliar. 

Di samping itu, beban bunga juga melonjak hampir 300% menjadi Rp42 miliar. Kenaikan beban bunga terjadi seiring dengan kenaikan kewajiban, terutama pinjaman perbankan. Akibat kenaikan beban umum dan administrasi serta beban keuangan, SRAJ tekor Rp54,39 miliar.Jumlah kerugian itu membengkak berkali lipat dari posisi September 2019 yang hanya Rp2,41 miliar.

Sebagai informasi, seperti dikutip kontan, rencananya perseroan bakal membangun dua rumah sakit baru. Group CEO Mayapada Healthcare sekaligus Komisaris Utama PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk, Jonathan Tahir mengungkapkan, mereka menyiapkan lahan di dua lokasi, masing-masing di Jakarta yakni di Cakung Jakarta Timur dan Bandung Jawa Barat,”Kami sudah menyiapkan lahan di kedua lokasi. Jika tidak ada hambatan, kami akan membangun rumah sakit pada tahun depan," ungkapnya.

Di Bandung, Sejahteraraya berencana membangun RS Mayapada dengan kapasitas 250 tempat tidur. Alokasi dananya Rp 400 miliar. Di Cakung, proyek RS Mayapada juga meliputi 150 hingga 250 tempat tidur dengan investasi tak jauh berbeda, di kisaran Rp 400 miliar. Jadi totalnya, SRAJ mengalokasikan dana Rp 800 miliar untuk mendukung kelancaran ekspansi dua jaringan rumah sakit itu.

Terekait sumber pendanaan akan berasal dari internal perusahaan. Dengan menambah jaringan rumah sakit, Jonathan berharap jangkauan Grup Mayapada dalam melayani dan memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat semakin luas. Saat ini, perseroan telah mengoperasikan empat rumah sakit, yakni Mayapada Hospital Tangerang, Mayapada Hospital Jakarta Selatan, BMC Mayapada Hospital Bogor dan Mayapada Hospital Kuningan (Jakarta Selatan). "Di empat rumah sakit tersebut, kami memiliki total kapasitas 1.000 tempat tidur," kata Jonathan.

 

BERITA TERKAIT

RUPSLB HOKI Menyetujui Stock Split Saham

NERACA Jakarta -Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) menyetujui rencana aksi korporasi untuk…

Kejar Pendapatan Rp 1 Triliun - Telefast Bakal Buka 1000 Jaringan Ritel

NERACA Jakarta -Optimisme tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya menjadi keyakinan bagi PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) dalam…

Terbitkan Surat Utang US$ 400 Juta - Delta Dunia Cetak Oversubscribed 2,9 Kali

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA)…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

RUPSLB HOKI Menyetujui Stock Split Saham

NERACA Jakarta -Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) menyetujui rencana aksi korporasi untuk…

Kejar Pendapatan Rp 1 Triliun - Telefast Bakal Buka 1000 Jaringan Ritel

NERACA Jakarta -Optimisme tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya menjadi keyakinan bagi PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) dalam…

Terbitkan Surat Utang US$ 400 Juta - Delta Dunia Cetak Oversubscribed 2,9 Kali

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA)…