Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA

Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang sama tahun lalu mencatatkan laba bersih sebesar Rp100,62 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.

Sementara pendapatan jasa perseroan pada akhir kuartal III tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,942 triliun atau tumbuh 8,85% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp1,784 triliun. Tapi beban jasa tercatat sebesar Rp1,657 triliun atau tumbuh 8,72% dibanding akhir kuartal III 2019 yang tercatat sebesar Rp1,524 triliun.

Sehingga perseroan membukukan laba kotor pada akhir kuartal III 2020 sebesar Rp284,56 miliar atau tumbuh 9,65% dibandingkan dengan akhir kuartal III 2019 yang mencatat laba usaha sebesar Rp259,3 miliar. Hanya saja, perseroan mencatatkan beban keuangan sebesar Rp117,83 miliar atau naik 44,44% dibanding akhir September 2020 yang tercatat sebesar Rp81,3 miliar.

Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat senilai Rp1,18 triliun atau turun 0,19% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp1,183 triliun. Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar Rp2,194 triliun atau mengalami peningkatan 5,37% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp2,082 triliun.  Adapun aset perseroan tercatat senilai Rp3,374 triliun atau tumbuh 3,3% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat senilai Rp3,266 triliun.

Sementara arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp350,48 miliar atau melonjak 246,53% dibandingkan akhir III 2019 yang tercatat sebesar Rp101,4 miliar. Perseroan sendiri menyebutkan, dampak pandemi Covid-19 membuat volume angkutan menurun cukup signifikan. Hal tersebut telah mengganggu kinerja keuangan TMAS selama terjadinya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan guna menekan angka penyebaran virus tersebut.

Direktur Temas, Ganny Zheng pernah bilang, perseroan mengaku cukup optimistis dapat menutup semester I/2020 dengan catatan keuntungan di kisaran Rp5 miliar. Selain itu, upaya peningkatan kinerja, seperti pembelian armada baru dan peningkatan sistem IT TMAS dinilai akan menggenjot performa perusahaan kembali ke level sebelum terjadinya pandemi virus corona.“Kami percaya diri pada semester II/2020 kegiatan operasional dan kinerja perusahaan dapat kembali berjalan penuh. Untuk akhir tahun 2020, kami perkirakan dapat mempertahankan angka laba bersih perusahaan seperti tahun 2019 di kisaran Rp100 miliar,” imbuhnya.

Di kuartal pertama kemarin, TMAS meraih penerimaan Rp706,84 miliar berbanding catatan pada kuartal I/2019 yakni Rp608,15 miliar. Kontribusi terbesar penerimaan TMAS berasal dari jasa pelayaran pihak ketiga sebanyak Rp504,1 miliar atau tumbuh 19,85% dari perolehan kuartal I/2019 senilai Rp404,02 miliar. Sementara itu, jasa bongkar muat turun tipis dari Rp223,49 miliar menjadi Rp222,51 miliar.

 

BERITA TERKAIT

RUPSLB HOKI Menyetujui Stock Split Saham

NERACA Jakarta -Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) menyetujui rencana aksi korporasi untuk…

Kejar Pendapatan Rp 1 Triliun - Telefast Bakal Buka 1000 Jaringan Ritel

NERACA Jakarta -Optimisme tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya menjadi keyakinan bagi PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) dalam…

Terbitkan Surat Utang US$ 400 Juta - Delta Dunia Cetak Oversubscribed 2,9 Kali

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA)…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

RUPSLB HOKI Menyetujui Stock Split Saham

NERACA Jakarta -Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) menyetujui rencana aksi korporasi untuk…

Kejar Pendapatan Rp 1 Triliun - Telefast Bakal Buka 1000 Jaringan Ritel

NERACA Jakarta -Optimisme tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya menjadi keyakinan bagi PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) dalam…

Terbitkan Surat Utang US$ 400 Juta - Delta Dunia Cetak Oversubscribed 2,9 Kali

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA)…