Arwana Cetak Laba Bersih Rp 221,5 Miliar

NERACA

Jakarta – Emiten produsen keramik, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mencatatkan laba bersih sampai dengan September 2020 sebesar Rp221,5 miliar, tumbuh 38,31% dibanding akhir semester pertama 2019 yang mencatatkan rugi bersih sebesar Rp160,13 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Dalam laporan keuangan tersebut, tertera total pendapatan usaha perseroan pada semester pertama tahun 2020 sebesar Rp1,612 triliun, turun 1,18% dibanding akhir Juni 2019 yang tercatat sebesar Rp1,631 triliun. Tapi beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp1,296 triliun atau turun 6,53% dibanding semester I 2019 yang tercatat sebesar Rp1,208 triliun.  

Selain itu, pada sisi ekuitas tercatat senilai Rp1,213 triliun atau tumbuh 3,14% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp1,176 triliun. Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar Rp654,02 miliar atau mengalami peningkatan 5,088% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp622,35 miliar. Adapun aset perseroan tercatat senilai Rp1,86 triliun  atau tumbuh 4,46% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat senilai Rp1,79 triliun.

Perseroan sebelumnya mengungkapkan, prospek bisnis keramik mulai menggeliat seiring dengan stimulus serta program pemulihan ekonomi nasional yang telah digulirkan pemerintah untuk menekan dampak pandemic Covid-19.

Chief Operating Officer Arwana Citramulia, Edy Suyanto seperti dikutip kontan pernah bilang, penjualan keramik pelan-pelan mulai membaik setelah selesainya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).  Namun tetap dengan daya beli masyarakat yang terganggu akibat pandemi Covid19 ini, prospek bisnis di semester dua ini sangat berharap kepada stimulus pemerintah dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berupa penyerapan anggaran belanja yang lebih cepat.

Selain itu, Edy memaparkan, perseroan juga berharap pada proyek-proyek infrastruktur, Bantuan Dana Desa dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk  perumahan sederhana masyarakat berpenghasilan rendah. Adapun sejauh ini Edy mengungkapkan, target penjualan ARNA masih on track dan sementara ini masih mempertahankan target penjualan tahun 2020 sambil tetap memonitor kinerja di kuartal tiga tahun ini. 

Selain penjualan yang diklaim masih sejalan dengan target, Edy juga menyatakan rencana ekspansi ARNA untuk produk yang menyasar segmen menengah ke atas masih berjalan sesuai rencana. Diharapkan selesai di awal kuartal pertama tahun depan. Perseroan juga menikmati harga gas industri yang turun. Implementasi harga gas yang turun menjadi US$ 6 per mmbtu mulai dirasakan produsen keramik.

BERITA TERKAIT

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…