Hingga Juni, PBB-P2 dan BPHTB di Kota Sukabumi Mencapai Rp9,6 Miliar Lebih

NERACA

Sukabumi - Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah atau Bangunan (BPHTB) Kota Sukabumi periode Januari hingga Juni mencapai Rp9.623.968.112."Alhamdulilah semester satu ini PBB-P2 dan BPHTB sudah mencapai 57 persen atau Rp9,6 miliar lebih," ujar Kepala UPT PBB-P2 dan BPHTB BPKD Kota Sukabumi Atep Kurniawan, kepada Neraca, Rabu (15/7).


Sebagai rincianya Atep menjelaskan, untuk PBB dari target Rp8.300.000.000 baru terealisasi mencapai Rp2.376.408.649, dan BPHTB dari target Rp8.500.000.000 baru mencapai Rp7,110.584.050, sedangkan untuk denda PBB yang tertagihkan mencapai Rp136.975.413."Jadi sisa target yang harus dikejar sampai akhir tahun ini sekitar Rp7 miliar lebih," beber Atep.


Atep juga mengungkapkan jika UPT PBB-P2 dan BPHTB terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mempermudah cara pembayaran PBB-P2. Pasalnya, selain bank milik pemerintah sebagai tempat pembayaran, pihaknya juga sudah melakukan kerjasama dengan salah satu minimarket dan aplikasi online marketplace. Tentu saja inovasi tersebut salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat."Tapi hasil evaluasi selama ini masyarakat belum semuanya lakukan pembayaran dengan minimarket, sebab itu terlihat masih ada yang datang ke UPT untuk bayar PBB," tuturnya.


Bahkan aku Atep, dalam waktu dekat pola kerjasama juga akan dilakukan dengan Kantor Pos dan Giro dalam permudah pembayaran PBB, termasuk menambah jaringan dengan mini market lainya."Kita juga akan melakukan kerjasama lagi. Yakni, dengan Kantor Pos dan mini market lainya dalam pembayaran PBB secara online. Dengan harapan mempermudah lagi masyarakat dalam membayar PBB nya," ujar Atep.


Disisi lain Atep juga mengungkapkan, jika saat ini pihaknya perlu melakukan pendataan ulang, sebab masih ditemukan status tanah tanpa ada identitas pemilik."Nanti bisa melibatkan pihak kelurahan untuk mendatanya," ungkapnya.


Yang jelas lanjut Atep, jika akhir tahun nanti semua sisa anggaran yang harus dipenuhi akan terlampaui dari terget yang sudah ditentukan."Saya optimis sekali akhir tahun nanti semua pendapatan PBB dan BPHTB akan melebih target yang sudah ditentukan," pungkas Atep. Arya

 

 

BERITA TERKAIT

Untuk Menahan Inflasi Yang Tinggi, Sektor Ekonomi Harus Segera Dipulihkan - KABUPATEN KUNINGAN

NERACA Kuningan - Jika tidak mau terjadi tingginya inflasi maka sektor ekonomi harus segera dipulihkan paska Pandemi Covid-19, termasuk pemulihan…

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 Juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

NERACA Jakarta - Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap…

Kalak BPBD : Bencana Longsor Paling Banyak Terjadi - Sampai dengan Juli, Terjadi 116 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

NERACA Sukabumi - Bencana tanah longsor paling banyak terjadi di Kota Sukabumi, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Untuk Menahan Inflasi Yang Tinggi, Sektor Ekonomi Harus Segera Dipulihkan - KABUPATEN KUNINGAN

NERACA Kuningan - Jika tidak mau terjadi tingginya inflasi maka sektor ekonomi harus segera dipulihkan paska Pandemi Covid-19, termasuk pemulihan…

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 Juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

NERACA Jakarta - Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap…

Kalak BPBD : Bencana Longsor Paling Banyak Terjadi - Sampai dengan Juli, Terjadi 116 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

NERACA Sukabumi - Bencana tanah longsor paling banyak terjadi di Kota Sukabumi, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…