Apro Financial Co Ltd Serap Rights Issue DNAR

Perkuat likuiditas dalam menunjang pengembangan bisnis, PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) berencana menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue dengan target dana Rp 499,71 miliar. Sedangkan bertindak sebagai pembeli siaga rights issue tersebut adalah Apro Financial Co Ltd yang juga pemegang saham pengendali perseroan.

Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, berencana melepas sebanyak 2,53 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 197 per unit, sehingga total dana yang diraup berpotensi mencapai Rp 499,17 miliar. Manajemen perseroan menyebutkan bahwa Apro Financial telah menyatakan kesanggupan untuk menjadi pembeli siaga. Apro Financial merupakan pemegang saham utama perseroan dengan kepemilikan sebesar 91,33%. Sementara sisanya dimiliki oleh masyarakat sebanyak 8,67%.

Nantinya, dana yang diperoleh dari hasil penerbitan right issue akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan. Sementara sampai Juli 2019, perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp 18,87 miliar. Nilai ini menurun dibandingkan Juli 2018 yang masih membukukan laba bersih Rp 5,94 miliar. Pendapatan bunga tercatat Rp 230,44 miliar atau naik dari realisasi semester I-2018 yang mencapai Rp 118,13 miliar. Peningkatan pendapatan bunga juga seiring peningkatan beban bunga dari Rp 68,82 miliar pada Juli 2018 menjadi Rp 109,06 miliar pada Juli 2019.

BERITA TERKAIT

Fitch Rating Beri Peringkat CCC- APLN

Buntut dari melorotnya kinerja keuangan, Fitch Ratings menurunkan peringkat perusahaan dan obligasi PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menjadi ‘CCC-“…

Pendapatan Bisi International Turun 27,61%

Di kuartal pertama 2020, PT Bisi International Tbk (BISI) mencatat penurunan pendapatan 27,61% menjadi Rp401,43 miliar dibandingkan priode yang sama…

SMGR Siapkan Skenario The New Normal

Menindaklanjuti sura Kementerian BUMN No S-336/MBU/05/2020 pada 15 Mei 2020 tentang "Antisipasi Skenario The New Normal BUMN, PT Semen Indonesia…

BERITA LAINNYA DI

Fitch Rating Beri Peringkat CCC- APLN

Buntut dari melorotnya kinerja keuangan, Fitch Ratings menurunkan peringkat perusahaan dan obligasi PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menjadi ‘CCC-“…

Pendapatan Bisi International Turun 27,61%

Di kuartal pertama 2020, PT Bisi International Tbk (BISI) mencatat penurunan pendapatan 27,61% menjadi Rp401,43 miliar dibandingkan priode yang sama…

SMGR Siapkan Skenario The New Normal

Menindaklanjuti sura Kementerian BUMN No S-336/MBU/05/2020 pada 15 Mei 2020 tentang "Antisipasi Skenario The New Normal BUMN, PT Semen Indonesia…