CCSI Catatkan Oversubscribed 2,51 Kali

NERACA

Jakarta – Perusahaan produsen kabel, PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) mengungkapkan, mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 2,51 kali dari total penawaran umum saham perdana. “Selama itu pula, permintaan yang masuk mencapai Rp 125 miliar dimana nilai emisi IPO CCSI sebesar Rp 50 miliar,” kata John Octavianus, Head of Investment Banking UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin emisi IPO CCSI di Jakarta, kemarin.

Perseroan telah menyelesaikan masa penawaran umum yang berlangsung 11-12 Juni 2019. Saat memasuki tahap bookbuilding atau masa penawaran awal pada akhir Mei lalu, saham perusahaan juga sudah mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed. John mengatakan, selama tahap itu, terjadi oversubscribed hingga dua kali permintaan.

CCSI dikabarkan akan resmi tercatat di bursa pada pekan depan, 18 Juni 2019. Harga pelaksanaan initial public offering (IPO) saham ini adalah sebesar Rp 250. Harga itu berada di kisaran harga penawaran awal yang sebesar Rp 246 hingga Rp 350. Rencananya dalam kesempatan tersebut, perusahaan fiber optic cable ini akan merilis sebanyak 200 juta sahamnya kepada publik. CCSI berencana mengalokasikan sekitar 93% dari IPO untuk belanja modal.

CCSI sedang membutuhkan dana tersebut untuk mengeksekusi rencana pengembangan proyek fiber optic submarine cable (FO Submarine). Sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja ketika proyek tersebut sudah beroperasi. Sebagai informasi, CCSI merupakan salah satu pemasok kabel laut serat optik, kabel darat dan pippi HDPE untuk mega proyek pemerintah Palapa Ring. Palapa Ring merupakan proyek pembangunan serat optik dengan panjang 36.000 kilometer.

Saat ini, pemerintah sedang terus melanjutkan proyek tersebut, terkhusus di Indonesia bagian Timur. Untuk kawasan tersebut, atau area Palapa Ring-Timur, pemerintah akan membangun sejauh 4.450 kilometer yang terdiri dari sub-marine cable sejauh 3.850 kilometer dan land cable sepanjang 600 kilometer. Sepanjang tahun 2018 lalu, CCSI meraup pendapatan Rp 445 miliar. Jumlah itu naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya Rp 256 miliar.

Pertumbuhan pendapatan itu diiringi dengan pertumbuhan labanya. Laba tahun berjalan CCSI di tahun 2018 naik menjadi Rp 35 miliar dari sebelumnya Rp 20 miliar di tahun buku 2017 menjadi Rp 35 miliar per 31 Desember 2018.

 

 

BERITA TERKAIT

Cadangan Devisa Suport Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu (8/7), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 89,09…

Pasar Lokal Lesu Bikin Surya Pertiwi Merana

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 dirasakan betul dampaknya terhadap kinerja keuangan PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO). Pasalnya, lesunya geliat ekonomi…

Lippo Cikarang Miliki Susunan Manajemen Baru

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menyetujui perubahan susunan direksi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Cadangan Devisa Suport Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu (8/7), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 89,09…

Pasar Lokal Lesu Bikin Surya Pertiwi Merana

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 dirasakan betul dampaknya terhadap kinerja keuangan PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO). Pasalnya, lesunya geliat ekonomi…

Lippo Cikarang Miliki Susunan Manajemen Baru

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menyetujui perubahan susunan direksi…