CSR Untuk Pendidikan Indonesia

Sabtu, 15/10/2011

CSR bisa dilaksanakan secara langsung oleh perusahaan di bawah divisi human resource development atau public relations. CSR bisa pula dilakukan oleh yayasan yang dibentuk terpisah dari organisasi induk perusahaan namun tetap harus bertanggung jawab ke CEO atau ke dewan direksi.

Neraca. Sebagian besar perusahaan di Indonesia menjalankan CSR melalui kerjasama dengan mitra lain, seperti LSM, perguruan tinggi atau lembaga konsultan. Beberapa perusahaan ada pula yang bergabung dalam sebuah konsorsium untuk secara bersama-sama menjalankan CSR. Beberapa perusahaan bahkan ada yang menjalankan kegiatan serupa CSR, meskipun tim dan programnya tidak secara jelas berbendera CSR (Suharto, 2007a).

Pada awal perkembangannya, bentuk CSR yang paling umum adalah pemberian bantuan terhadap organisasi-organisasi lokal dan masyarakat miskin di negara-negara berkembang. Pendekatan CSR yang berdasarkan motivasi karitatif dan kemanusiaan ini pada umumnya dilakukan secara ad-hoc, partial, dan tidak melembaga. CSR pada tataran ini hanya sekadar do good dan to look good, berbuat baik agar terlihat baik. Perusahaan yang melakukannya termasuk dalam kategori ”perusahaan impresif”, yang lebih mementingkan ”tebar pesona” (promosi) ketimbang ”tebar karya” (pemberdayaan) (Suharto, 2008).

Bahkan, pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan meminta perguruan tinggi atau universitas mewaspadai pemberian dana hibah melalui program corporate social responsibilityPasalnya, tidak menutup kemungkinan corporate social responsibility (CSR) menjadi modus baru praktik tindak pidana pencucian uang atau money laundering. Bentuk CSR untuk universitas biasanya berupa beasiswa dan kajian penelitian.

Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang kurang menyukai pendekatan karitatif semacam itu, karena tidak mampu meningkatkan keberdayaan atau kapasitas masyarakat lokal. Pendekatan community development kemudian semakin banyak diterapkan karena lebih mendekati konsep empowerment dan sustainable development. Prinsip-prinsip good corporate governance, seperti fairness, transparency, accountability, dan responsibility kemudian menjadi pijakan untuk mengukur keberhasilan program CSR. Sebagai contoh, Shell Foundation di Flower Valley, Afrika Selatan, membangun Early Learning Centre untuk membantu mendidik anak-anak dan mengembangkan keterampilan-keterampilan baru bagi orang dewasa di komunitas itu. Di Indonesia, perusahaan-perusahaan seperti Freeport, Rio Tinto, Inco, Riau Pulp, Kaltim Prima Coal, Pertamina serta perusahaan BUMN lainnya telah cukup lama terlibat dalam menjalankan CSR.

Kegiatan CSR yang dilakukan saat ini juga sudah mulai beragam, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat berdasarkan needs assessment. Mulai dari pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan, pemberian pinjaman modal bagi UKM, social forestry, penakaran kupu-kupu, pemberian beasiswa, penyuluhan HIV/AIDS, penguatan kearifan lokal, pengembangan skema perlindungan sosial berbasis masyarakat dan seterusnya. CSR pada tataran ini tidak sekadar do good dan to look good, melainkan pula to make good, menciptakan kebaikan atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tahun ini, program corporate social responsibility (CSR) industri minyak dan gas bumi (migas) nasional menyiapkan USD4,5 miliar atau sekira Rp38,5 triliun (Rp8.552.5 per 1 dolar) untuk sektor pendidikan. Kepala BP Migas R Priyono menyatakan, kepedulian industri migas di antaranya diwujudkan melalui pembangunan kembali sekolah-sekolah di daerah pascabencana. “Tercatat industri migas telah menyalurkan Rp16 miliar di wilayah Yogyakarta, Rp4,5 miliar di Padang, dan Rp4,3 miliar di Jawa Barat,” kata Priyono.

Dia berharap, di masa mendatang, program-program CSR dalam sektor ESDM dapat diwujudkan dalam langkah-langkah konkret. Dia mencontohkan, selain BP Migas, perusahaan ESDM Shell mengakomodasi mahasiswa dalam kompetisi mobil hemat energi tingkat Asia di Malaysia. Tahun lalu tim Indonesia menjadi salah satu pemenangnya.

Selain menginformasikan kegiatan CSR pendidikan yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan sektor ESDM, dalam rangkaian kegiatan seminar dan pameran tersebut juga digelar promosi, lomba cerdas cermat tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), workshop, lomba fotografi untuk umum, serta lomba puisi tingkat SMA.