Menjaga Pertemanan - Aurelius Noorman Iljas, GM Strategic Planning PT Bakrie Telecom, Tbk.

Neraca. Networking bisa berasal dari teman kerja, teman sekolah maupun teman seprofesi. Ikatan-ikatan tersebut sering tanpa di sadari memudahkan kita dalam hidup, maupun kerja kita. Terutama mereka yang pernah atau masih di dunia jurnalisme. Hal ini yang dialami oleh Aurelius Noorman Iljas, atau di kalangan rekan-rekannya di panggil dengan nama Noorman, saat berkarir.

Mulai bergabung di perusahaan telekomunikasi ini sejak tahun 1997. Saat itu, perusahaan ini masih bernama Ratelindo. Sebenarnya, Noorman waktu itu masih bekerja di perusahaan konsultan public relations di Jakarta. Namun, jauh sebelum itu dia merupakan seorang jurnalis. Saat kuliah, pernah magang di sebuah koran nasional lalu pindah ke salah satu stasiun televisi swasta nasional. Di stasiun televisi ini, dia memegang desk olah raga. Dengan demikian, berbagai kegiatan olah raga nasional maupun international pernah dia liput.

“Cuma terpaksa saya hentikan karena dipanggil sama kampus, alias harus menyelesaikan kuliah dan bikin skripsi. Hehehe..., “ ujar suami dari Empri Astuti, yang juga seorang jurnalis di sebuah majalah wanita.

Lulus kuliah, Noorman ditawari masuk kerja di dua bidang yang berbeda. Satu di perusahaan advertising, kedua di sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat bidang kesehatan. Seperti biasa anak-anak muda yang baru lulus kuliah dan punya idealisme, Noorman memilih tawaran yang kedua yaitu di LSM tersebut.

Bekerja di LSM tersebut tidak lama dilakoninya, ada tawaran dari temannya untuk bergabung di sebuah perusahaan PR konsultan yang ia ambil. Salah satu klien dari perusahaan tersebut adalah Ratelindo, yang kemudian juga mengajak dia bergabung di perusahaan telekomunikasi tersebut.

Strategi Menghadapi Wartawan

Tugas yang dia lakukan dengan latar belakang public relations, membuatnya harus selalu berkomunikasi dengan mantan teman-teman seprofesi yaitu wartawan. Dengan pernah memiliki pengalaman sebagai wartawan, tahu bagaimana menghadapi mereka. Apa yang bisa dilakukan atau jangan dilakukan.

“Misalkan, kalau kita mau launching produk jangan dilakukan saat hari sabtu atau minggu. Bakalan selesai deh urusan, meskipun bos-bos bilang enak melakukannya pada hari itu. Tidak akan ada yang datang wartawan-wartawan itu. Mereka’kan juga perlu libur. Selain itu, jangan mengundang wartawan untuk press conference Jum’at malam. Nah, itu bakalan runyam juga. Biasanya’kan pada deadline tuh. Atau kita mengundang mereka jam 8 pagi? Hah. Ke laut aja dah, tidak akan ada yang mau datang. Jam 10 pagi saja, masih ada yang datang sambil ngucek-ngucek mata baru bangun. Hahaha..., “ lanjut ayah dari Rayhan Fadil Syahputra.

Bukan hanya itu, berbekal pengalaman menjadi wartawan membuat dia tahu bagaimana harus berhadapan dengan yang nyeleneh-nyeleneh kelakuannya. Biasanya kelompok wartawan ini sering melakukan hal yang di luar kebiasaan. Mereka itu bisa dihadapinya dengan berbekal pertemanan yang kuat.

PR Strategic Planning

Ada satu hal yang diyakini oleh Noorman, yaitu tugas seorang PR adalah kerja tim. Tidak bisa dilakukan sendirian. Hal itu yang dilakukan oleh Noorman dalam mengembangkan divisi PR di perusahaan telekomunikasi ini. Tahap awal yang dia lakukan adalah membenahi tim yang ada, terlebih lagi bagi Esia yang ada di 82 kota di Indonesia.

“Saya membagi divisi PR Esia di Indonesia menjadi 5 regional. Masing-masing regional tersebut mempunyai wewenang di wilayah tersebut. Merekalah yang melakukan maintain kepada media-media lokal. Tidak mungkin semua itu dilakukan oleh kita yang di pusat. Mereka kita kasih kebebasan melakukan inovasi dalam menjalankan tugas, yang penting misi utama perusahaan bisa di delivery dengan baik kepada teman-teman media lokal. Sementara itu, kami yang dipusat melakukan pemantauan dan mempersiapkan strategic planningnya, “ papar Noorman. Dengan strategi tersebut, tidak heran Alumnus FISIP UI ini menerima penghargaan Gold Winner “PR People of the Year 2011, PR Manager Category” dari Majalah Mix. Congratulations, bro. Keep up the good work...

Related posts