Disegani Domestik Diakui Dunia

Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk(SMGR)

Sabtu, 18/10/2014

Kemampuannya mengurai tantangan menjadi peluang bisnis membawa PT Semen Indonesia(Persero)Tbk(SMGR)menapaki sukses gemilang. Dwi Soetjipto adalah sosok visioner dibalik industri semen nasional yang membanggakan.

NERACA

Dunia akan selalu bergerak mengikuti dinamika waktu. Perubahan tak akan pernah bisa ditolak. Kuncinya adalah ikut berubah, atau mati dan menyerah oleh waktu. Demikian iamenggenggam pendirianyangberhasil membuktikannya.

Direktur UtamaPTSemen Indonesia(Persero), Tbk (SMGR)Dwi Soetjipto, memangberhasil menggabungkan tiga BUMN industri semen (Semen Padang, Semen Tonasa, dan Semen Gresik) dalamstrategic holding company, Semen Indonesia Group (SMIG).

Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten SMGR (Semen Gresik) ini, bahkan telah mengukuhkan sebagai BUMNbergelarmultinational corporationyang mampu merambah pangsa pasarAsia Tenggara.

Sepanjang semester I/2014,PTSemen Indonesia(Persero), Tbk (SMGR)telah mencapai penjualan produk semen hingga 12,73 juta ton atau meningkat 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 12,14 juta ton.

Pria berpostur mungil ini menuturkankinerja penjualan tersebut melampaui rata-rata penjualan industri semen nasional sebesar 4%.“Meski pertumbuhan ekonomi selama kuartal I/2014 melambat di level 5,2%,”terang Dwi akrab ia disapa.

Namun ia menjelaskan bilapada kuartal II/2014,level pertumbuhan diprediksi masih akan stagnanakibatbelum membaiknya perekonomian global, terutama Tiongkok yang pertumbuhannya mulai melambat.

“Penjualan semen relatif stagnan pada semester I/2014, karena ekonomi sedikit melambat. Selain itu, hujan turun cukup berkepanjangan pada awal tahun ini, sehingga memengaruhi penjualan semen,” terangnya.

Ia menilai bilafaktor penyelenggaraan pemilu juga cukup memengaruhi penjualan semen. Masyarakat dan investor masih mengikuti perkembangan hiruk-pikuk kampanye politik. Bahkan banyak dari orang yang menunda investasi, sehingga turut memperlambat penjualan semen.

“Di tengah perlambatan penjualan semen, kami tetap berhasil membukukan pertumbuhan profit dan pendapatan yang relatif tinggi. Itu membuktikan strategi kami berhasil dalam mengoptimalkan profitabilitas,”ujarnya bertekad.

Perseroanmemangmencatat kinerjaexcellent. Padasemester I/2014, perseroanmampumemperoleh laba bersih Rp2,78 triliun atau meningkat 8,61% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp2,56 triliun. Perseroanbahkantelah membukukan pendapatan Rp12,88 triliun, meningkat 12,8% dibanding tahun lalu sebesar Rp11,42 triliun.

“Kami terus menjaga keberlanjutan bisnis dengan melakukan berbagai paduan strategi, baik dari sisi produksi, perluasan distribusi, efisiensi, dan optimalisasi berbagai peluang,”ujar Dwi.

Selain mendominasi 44% pangsa pasar domestik,PTSemen Indonesia(Persero), Tbk (SMGR)pun aktifmelakukanekspansi bisnisdi wilayah regional dengan membidiktujuh negara di Asia.

Gebrakan pertama dilakukan dengan mengakuisisi perusahaan semen asal Vietnam bernama Thang Long Cement Joint Stock Company. Pabrik di Vietnam ini akan menyuplai pasar Laos, Kamboja, Malaysia, hingga Singapura.

Pada tahun 2014, ekspansi ini terus berlanjut ke Myanmar. Meskipun saat ini transaksi akuisisi dengan salah satu produsen semen di Myanmarmasih menyisahkan persoalanperizinan,manajemenPTSemen Indonesia(Persero), Tbk (SMGR)kembali membidikBangladesh, “Kami akanhadir di tujuh negara termasuk di Indonesia sendiri, dan Timor Leste,” tegasDwi Soetjiptomemperkuat sektor hulu perseroan.

Merambah Properti

Selain memperkuat sektor hulu,PTSemen Indonesia(Persero), Tbk (SMGR)juga melakukan sejumlahaksi korporasi di sektor hilir. Langkah visioner pun terentang dengan rencanapendirian sejumlah anak perusahaan,satu diantaranya;bidang properti.Strategi yang mengiringi kesiapan perseroan dalammenghadapi pasar bebas pasca berlakunyaMasyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Dwi Soetjipto menuturkan, perseroan berencana mengoptimalkan lokasi bekas pabrik semen untuk menjadi area perkantoran dan hunian di Wilayah Gresik, “Untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas diseluruh anak usahaPTSemen Indonesia(Persero), Tbk (SMGR)maka operasional kantor pusat PT Semen Gresik(Persero) akanpindah ke Tuban,” ujarnya.

PTSemen Indonesia(Persero), Tbk (SMGR)telah menggandeng BUMN properti PT Wijaya Karya(Wika)untuk membentuk anak usahayang berada langsung dibawah PTSemen Indonesia(Persero), Tbk (SMGR).

Pengembangan sektor hilir dibidang properti, ungkap Dwi,merupakan salah satu cara revitalisasi aset yang ada, artinya aset nonproduktif dibuat menjadi asetproduktif. Namunsaat ini banyak permasalahan legal yang menghambat pengembangan sektor hilir, sepertidisputebahwa aset BUMN merupakan kekayaan negara ataukekayaan negara yang dipisahkan, “Bila tidak dijual, kita manfaatkan saja untuk menghasilkanadded value,” ungkapnya.

Meski akan dibangun di lahan bekas pabrik semen, Dwi menuturkan, struktur tanahnya sangat padat. Begitu pula dengan akses air bersih,karena ituperseroan memastikan unit bisnis baruharusmemikirkanwaterplan-nya,“Selama ini, pabrik Semen Gresik pun telah memilikiwaterplan. Kalau perumahan jadi di sana, ya mungkin bisa dari situ (waterplan-nya),”jelasDwi.

Selain properti, Semen Indonesia juga tengah menjajaki bisnispowerplant(pembangkit listrik), infrastruktur utamanya jalan tol, serta bisnis betok pra cetak.

Keberanian seorang Dwi Soejtipto, untuk mengangkat bidak pertama dalam percaturan bisnis dipasar globalsesungguhnyalangkah yang menggetarkan dadasegenap anak bangsa. Sikap kepemimpinan yang meletupkan rasa percaya diribila sesungguhnya, kita mampu mengibarkan sang pusaka di mancanegara.

Bukan sekadar mampu berdiri dengan kaki sendiri, namun kita juga mampu melangkah menjejakkan kaki dipelbagai tempat dimuka bumi ini. Dan berkatadengan lantang, “KamibangsaIndonesia.Dan kami Mampu.”

Tekad segenap awak PTSemen Indonesia(Persero), Tbk (SMGR) mewujudkanvisi;“Menjadi perusahaan persemenan terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara,” pun akhirnya diakui banyak lembaga nasional hingga internasional.

Satu diantaranya adalahanugerahbergensi dari sebuahmedia ekonomi internasional yang bermarkasdi Amerika Serikat. SaatThe Global 2000menobatkan PTSemen Indonesia(Persero), Tbk (SMGR) sebagaiThe World’s Largest Public Companiesdari Majalah Forbes Indonesia, Agustus lalu.

Forbes Global 2000 merupakan kumpulan dari 2000 perusahaan publik seluruh dunia, yang dianggap memiliki kinerja terbaik. Penilaian berdasar empat aspek;penjualan, laba, aset, dan nilai pasar.

Tentu saja pencapaianiniakanmenjadi rujukan bagi para pelaku bisnismaupuninvestormancanegarauntuk dapat mengetahui kinerja perusahaan publik yang terdaftar dalam bursa saham di berbagai negara.

Dengan masuknya Semen Indonesia dalam daftar Forbes Global 2000,kata Dwi,akanmenunjukkan kinerja perusahaan yang semakin baik,berdaya saing global, yang sekaligus mampumemenuhi ekspektasi publik internasional.