TPPI Didesak “Bayar” Utang Ke Pertamina

NERACA

Jakarta---Kalangan DPR meminta agar kasus utang PT.Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) kepada PT Pertamina harus diselesaikan terlebih dahulu. Intinta, PT.TPPI harus membayar semua utangnya baru boleh ikut mengajukan diri dalam tender proyek dengan Pertamina. "Jika tidak mau membayar utang, sebaiknya perusahaan tersebut dibangkrutkan saja," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR bidang keuangan dan perbankan, Harry AzharAzis kepada wartawan di Jakarta,21/8

Menurut politisi Partai Golkar ini, rencana restrukturisasi yang selama ini dibahas, sebaiknya dipertimbangkan secara matang. Sebab bukan tidak mungkin akan merugikan negara. "Pertamina harus bertindak keras dan asset yang dimiliki bisa diambil alih atau disita untuk Pertamina," tambahnya

Dikatakan Harry, utang TPPI yang sudah cukup lama kepada Pertamina memang sudah saatnya segera dilunasi. Apalagi tanggungan utang itu sudah cukup lama, sekitar10 tahun.

Apalagi, pada 3 Mei 2011, Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) telah memutuskan TPPI harus membayar utang ditambah bunga kepada Pertamina sebesar 114 juta dolar selambat-lambatnya tanggal 1 September 2011.

Adapun total utang TPPI ke pemerintah yakni PT Pertamina (Persero) dan Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) sebesar Rp 9,5 triliun, dengan rincian, utang ke pemerintah Rp 3,2 triliun, Pertamina Rp 4,7 triliun, dan BP Migas Rp 1,5 triliun.

Desakan agar TPPI membayar utang juga dikemukakan anggota Komisi VII DPR bidang energi dari PDIP Daryatmo Mardiyanto. Dia menegaskan, mestinya semua utang-utang TPPI itu harus dibayar, sesuai dengan kontrak. "Ini persoalan bussiness to business antara TPPI dengan Pertamina yang perlu dibicarakan. Pertamina harus diberi keleluasaan dalam menyelesaikan utang TPPI," katanya*** cahyo

BERITA TERKAIT

Bayar Utang Eksisting - TBIG Bakal Rilis Global Bond US$850 Juta

  NERACA Jakarta –Danai pelunasan utang yang jatuh tempo, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar…

Multistrada Bayar Tender Offer Rp 933 Miliar

Emiten produsen ban, PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) telah melakukan pembayaran tender offer Rp933 miliar pasca-diakuisisi oleh Michelin. Tengok…

Disnakertrans Kota Sukabumi Imbau Perusahaan Bayar THR Paling Lambat H-7 Lebaran

Disnakertrans Kota Sukabumi Imbau Perusahaan Bayar THR Paling Lambat H-7 Lebaran NERACA Sukabumi - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan, Perhitungan Investasi Migas Dirombak

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan dua kebijakan, yakni di antaranya merombak mekanisme perhitungan investasi eksplorasi migas PT.…

Kemenkes Siapkan 6.047 Fasilitas Layanan Kesehatan di Jalur Mudik

    NERACA   Jakarta - Kementerian Kesehatan menyiapkan 6.047 fasilitas layanan kesehatan di sepanjang jalur mudik 2019 untuk memastikan…

Menko Darmin Pastikan Kondisi Ekonomi Aman

  NERACA   Jakarta – Sepanjang selasa hingga rabu kemarin, situasi keamanan di kota Jakarta belum kondusif. Namun begitu, Menteri…