Tak Takut Keluar dari Zona Nyaman - Immanuel Hutabarat, Managing Director PT Sumber Sekar Sari Mulia

Sukses meniti karir di salah satu perusahaan pengelola dana pensuin, tak membuat Noel sapaan akrabnya puas diri, dia pun berani mengambil risiko meninggalkan posisi nyamannya untuk mencoba hal baru di dunia Klining Servis.

NERACA

Kalau dibilang jauh, memang jauh lompatan yang telah Noel lakukan, maklum dia yang sudah terbiasa berada di zona nyaman di sektor keuangan, malah ingin mencicipi hutan belantara bisnis Klining Servis. Meski demikian, kemampuannya membaca situasi sangat mumpuni, makanya dia berhasil mengembangkan bisnis Klining Servis miliknya hingga saat ini.

Awalnya Noel sudah nyaman mengisi satu posisi cukup baik di salah satu perusahaan pengelola dana pensiun. Tetapi jiwanya yang menyukai tantangan mengubah keinginannya untuk menjajal berbisnis. Dan untungnya dia berhasil.

Pertanyaannya, bagaimana Noel menguasai pengetahuan bisnis yang baru baginya. Maklum, setelah lulus kuliah Noel praktis hanya bekerja di sektor keuangan saja. Usut punya usut, ternyata dia mulai menimba ilmu kala mengelola keuangan salah satu perusahaan yang dipercaya untuk memelihara seluruh properti milik Sultan Brunei Darussalam, Bolkiah beberapa tahun silam.

Walaupun sebatas mengurus keuangan perusahaan saja, tetapi Noel juga harus tahu akan masalah Klining Servis, setidaknya yang dasar-dasar harus dia kuasai. Noel pun mencoba belajar dengan banyak bertanya pada koleganya ketika bekerja di Brunei.

“Saya tidak terjun langsung di klining-nya, saya hanya mengelola keuangan perusahaan saja untuk mememlihara properti seperi Istana Kerajaan, Istana Permaisuri dan Masjid Nurul Iman. Tetapi mau tidak mau juga saya harus mengetahui dasar ilmu klining, makanya dari situ saya mulai belajar,” ujar dia.

Sekembalinya ke Jakata pada 2003, dengan yakin Noel menerima tantangan teman lamanya untuk merawat sebuah gedung salah satu BUMN. Pasalnya, selain berbekal pengetahuan yang ia pelajari kala di Brunei dia juga sering kali mengikuti serangkain pelatihan di sektor Klining Servis.

Sukses mengerjakan sebuah gedung BUMN, membuat Noel makin kesemsem pada pekerjaan barunya ini. Makanya dia putuskan untuk terus mengembangkan usaha Klining Servis-nya itu. Alhasil, perusahaan milik orangtuanya yang biasa bergerak di sektor pengadaan peralatan kerja perusahaan BUMN diubahnya menjadi perusahaan Klining Servis. Ya, sejak 2004 usaha bapaknya praktis beruah menjadi PT S3M yang bergerak disektor Klining Servis.

“Dulu saat orangtua saya pensiun, perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan alat kerja kantor pun terhenti, setelah vakum beberapa tahun maka usaha ayah saya saya ubah menjadi usaha ini (S3M),” kenang Noel.

Buat Waralaba Home-Cleaning

Kesuksesan PT S3M menjalani bisnis diapresiasi banyak kalangan, akibatnya klien-klien S3M, banyak meminta pelayanan baru pada Noel, yakni berupa Home-Cleaning. Pada awalnya, dia tidak mengindahkan permintaan kliennya yang merupakan direksi-direksi dari berbagai perusahaan. Tetapi, karena permintaan terus berdatangan dia pun mulai luluh.

Pada akhir 2012 dia mulai berpikir ke arah sana (Home-Cleaning), bahkan tak tanggung-tanggung, dia ingin membuat waralaba untuk usahanya itu, segmen yang ingin diraihnya adalah membersihkan rumah atau tempat tinggal. Segmen itu dinilai Noel sangat luas, karena di situ bisa bermacam-macam pengertian. “Bisa ruko, apartemen, atau apapun, pokonya intinya Home-Cleaning,” tegas dia.

Tak berselang lama Noel pun melakukan lakukan tas market melalui media online dan shoping online, dan ternyata apa yang dilakukannya mendapat responnya cukup positif dari masyarakat. Bahkan kabarnya, hingga kini, atau sepanjang tes pasar yang dilakukan PT S3M, Noel menyebutkan sudah ada 100 daftar listing dari 2013 sampai September ini. Menurut dia, itu menandakan sebuah bukti kalau ternyata ada pasar tersendiri untuk tempat tinggal.

“Sejak 2013 saya start untuk bergerak di Home-Cleaning, baik untuk Man Powernya (SDM) maupun peralatan. Nah, setelah melakukan tes pasar maka pada 9 september 2013 saya putuskan program ini akan saya frachaise-kan,” kata dia.

Menurut Noel, persiapan menuju waralaba yang akan diberinya nama Klining Keliling itu berlangsung persis satu tahun lamanya, gongnya sendiri adalah Klining Keliling akan mengikuti pameran franchise yang akan digelar di Jakarta Convention Center beberapa hari mendatang.

“Setelah menimbang-nimbang dan melakukan tes pasar dengan respon luar biasa, saya putuskan pelayanan Home-Cleaning yang saya beri nama Klining Keliling akan saya waralabakan. Nanti kita ikut di pameran waralaba pada 12,13,14 September 2014 mendatang,” kata dia.

Dia pun sangat optimistis karena tingkat pertumbuhan properti ditiap tahunnya selalu mempunyai tren baik, bahkan mampu mencapai 11,8% pertumbuhannya. Itu, kata dia, menandakan kebutuhan akan tempat tinggal meningkat maka kebutuhan perawatannya juga akan meningkat.

Sementara itu, mengenai target pasar Noel berpendapat usahaya ini menyasar segmen pasar menengah ke atas. Sebab, kata dia, kebutuhan ini bukanlah kebutuhan pokok, melainkan hanya sekedar kebutuhan life style, karena itu yang akan disasar usaha Noel adalah kalangan menengah ke atas yang begitu mementingkan life style.

“Saya sudah banyak belajar dan sudah dapat masukan dari banyak kalangan. Makanya mengenai target pasar kita akan sasar kelas menangah ke atas, dengan segmentasi wanita. Ini kan sebuah kebutuahn life style bukan kebutuhan primer,” kata dia.

Ikut Organisasi APKLINDO

Bagi Noel, masuk ke APKLINDO (Asosiasi Pengusaha Klining Servis Indonesia) adalah sebuah keharusan agi semua pengusaha Klining Servis. Apalagi jika ingin mendapatkan proyek dari gedung Pemerintah, maka pengusaha dihariskan ikut asosiasi.

“Karena banyak keuntungannya mengikuti asosiasi ini (APKLINDO), diantaraanya semua perusahaan bisa berlindung di bawah asosasi jika ada complain atau masalah. Di sini kan asosiasi tidak akan tinggal diam, mereka akan bantu cari jalan keluarnya,” sebut Noel.

Tetapi meski demikian, diakui Noel, tidak semua pengusaha menyertakan usahanya dalam asosiasi. Banyak dari mereka yang belum tahu keuntungan bernaung di asosiasi. Karena itu, Noel yang menjabat Humas di AKLINDO terus berupaya mensosialisasikan APKLINDO kepada pengusaha-pengusaha Klining Servis.

“Sejak 2008 saya diminta terlibat dalam kepengurusan APKLINDO, hingga saat ini saya dua kali menisci pos Humas pada pengurusan APKLINDO. Target kita yang jelas adalah terus mensosialisasikan APKLINDO, karena akan banyak keuntungannya,” tutup dia.

BERITA TERKAIT

Presiden Minta PKH Tak Digunakan untuk Konsumtif

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengarahkan warga penerima…

APP Sinar Mas Kembali Raih Penghargaan dari Kemenperin - Terapkan Prinsip Industri Hijau

APP Sinar Mas Kembali Raih Penghargaan dari Kemenperin Terapkan Prinsip Industri Hijau NERACA Jakarta – Dua unit industri Asia Pulp…

Hoax: Jokowi Kalah di Media Sosial - Fakta Data dari Lembaga Analisa Media Sosial Politicawave

Hoax: Jokowi Kalah di Media Sosial Fakta Data dari Lembaga Analisa Media Sosial Politicawave Oleh : Rofiq Al Fikri (Koordinator…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…