Kemendag Bantah Adanya Permainan - Kartel Ayam Ras

NERACA

Jakarta - Kebijakan pemotongan suplai anak ayam umur sehari atau day old chick (DOC) yang berlaku saat ini sudah melalui konsultasi dari seluruh pemangku kepentingan di sektor perunggasan. Kebijakan ini juga dilakukan untuk menjaga stabilitas harga ayam ditingkat peternak agar tidak anjlok.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), harga jual ayam ras mengalami peningkatan selama Agustus 2014 sebesar 7,72%. Peningkatan ini cukup drastis dibandingkan bulan sebelumnya, hingga mengundang kecurigaan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, membantah tudingan KPPU bahwa pemangkasan suplai DOC tersebut sebagai tindakan kartel."Kita sudah melakukan konsultasi dengan KPPU. Pak Menteri (Perdagangan, Muhammad Luthfi) sendiri yang langsung datang, dan bilang ini tidak ada hubungannya dengan kartel," tegasnya di Jakarta, Selasa (2/9).

Menurut Bayu, Menteri Pertanian Suswono telah berkomunikasi dengan Menteri Perdagangan untuk meminta supaya sektor perunggasan dikelola secara bersama-sama."Ini sudah dibicarakan berkali-kali, dan prosesnya sudah berjalan delapan bulan," paparnya.

Penelusuran sementara, meningkatnya harga ayam ras karena grand parent stock (indukan awal) yang menghasilkan DOC atau benih ayam potong, sebanyak 97% diimpor. Alhasil, ongkos produksi bertambah dan dibebankan pada konsumen.

Otoritas perdagangan pun mengakui sedikit melonggarkan keran impor indukan ayam ras sejak sebelum Ramadan 2014. Tapi itu sudah atas kesepakatan dengan Kementerian Pertanian, supaya peternak ayam menikmati kenaikan harga saat Lebaran.

"Sebelum Juli harganya sudah turun terlalu jauh baik untuk daging maupun telur. Kita lakukan berbagai cara agar peternak bisa mendapatkan keuntungan," jelas Bayu. Dia pun memperkirakan fluktuasi harga jual ayam ras hanya sementara. Secepatnya harga akan mencapai ekuilibrium yang menguntungkan konsumen maupun peternak.

Bayu juga mengingatkan Kementerian Pertanian agar terus berkoordinasi terkait kebijakan soal impor ini. Tujuannya agar tidak ada tudingan bahwa pemerintah memfasilitasi kartel bermain di segmen ayam ras."Yang kita lakukan adalah mengelola bersama-sama berapa sih yang diimpor. dan yang kita lihat adalah harga. Mari kita bicarakan sama-sama," tandas dia.

Sekadar informasi, kebijakan pengaturan suplai DOC sudah dilakukan untuk yang ketiga kalinya. Pengaturan suplai DOC pertama mulai dilakukan pada pertengahan April hingga pertengahan Mei lalu. Jumlah pengaturan suplai DOC yang dipangkas mencapai 15%.

Setelah dibebaskan beberapa saat, pada awal Juni suplai DOC diatur kembali suplainya menjadi 7,5% dibandingkan waktu normal. Untuk yang ketiga kali pengaturan suplai DOC dilakukan sebesar 20% dari pasokan normal terhitung sejak 4 Juli 2014 hingga saat ini.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Muhammad Luthfi mengatakan, pengaturan suplai DOC tersebut adalah sebagai upaya pemerintah untuk menjaga agar harga daging ayam dan telur terjaga dan tidak merugikan peternak.

"Kita sudah lihat, sifat harga ayam itu minggu pertama (ramadan) langsung turun, ini akan turun terus dan terjun bebas setelah lebaran," kata Luthfi. Berdasarkan perhitungan Kementerian Perdagangan, idealnya harga ideal untuk daging ayam agar tidak memberatkan peternak dan konsumen berada dikisaran Rp28 ribu-Rp 31 ribu per kilogram.

Heboh kartel ayam ras ini muncul dari Ketua Umum Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia Ade Zulkarnain. Melalui akun facebooknya, dia melihat tentang adanya kartel di sektor ayam ras di Indonesia. Praktik kartel tersebut menurut Ade, sama sekali tidak tersentuh oleh Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Kementerian Pertanian serta Kementerian Perdagangan.

Beberapa raksasa peternakan ayam ras -yang hampir semua perusahaan publik, sebenarnya sudah lama menjalankan praktik kartel dengan menguasai dari hulu, pembibitan dan pabrik pakan sampai hilir berupa budidaya pedaging, pasar dan industri olahan.

Kartel ayam itu disinyalir dikuasai oleh empat perusahan yang menguasai bisnis ayam di Indonesia yakni, Japfa Comfeed Indonesia, Charoen Pokphand Indonesia, Sierad Produce dan Cargill Indonesia. Mereka menguasai bisnis hulu dan hilir. [mohar/ardi]

BERITA TERKAIT

Jagung Datang Peternak Ayam Merasa Senang

  NERACA   Malang - Peternak ayam mandiri di Wilayah Malang, Jawa Timur merasa senang dan berterima kasih atas bantuan…

Duta Ayam-Telur Diharapkan Dorong Konsumsi Protein Hewani

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) mengharapkan Duta Ayam dan Telur…

Pemkot Denpasar Gelar Workshop untuk Tanamkan Pendidikan Karakter - Bali Miliki Sekitar 300 Permainan Tradisional

Pemkot Denpasar Gelar Workshop untuk Tanamkan Pendidikan Karakter Bali Miliki Sekitar 300 Permainan Tradisional NERACA  Denpasar - Permainan tradisional hampir…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

INDONESIA SEBAGAI NEGARA MARITIM DAN MEMILIKI TANAH SUBUR - Kepala Bappenas Prihatin Kondisi Nelayan Miskin

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi nelayan di Indonesia. Dia melihat petani dan…

DPR Desak Pemerintah Atasi Problem Beras Medium

NERACA Jakarta – Pemerintah diminta perlu benar-benar memastikan ketersediaan beras medium di tengah-tengah masyarakat di berbagai daerah agar dapat menghentikan…

PENYEBAB TINGGINYA HARGA JAGUNG DI DALAM NEGERI - Kementan: Pasokan Jagung Dikuasai ‘Feed Mill’ Besar

Jakarta-Kementerian Pertanian mengungkapkan, pasokan jagung di Indonesia kebanyakan dikuasai oleh perusahaan pabrik pakan besar (feed mill). Penguasaan tersebut menjadi salah…