Berbagi Tips Kecantikan dengan Tetangga

GEIZTIA MARDINI

Sabtu, 19/07/2014

Ilmu, walaupun sedikit alangkah indahnya jika bisa dibagi dengan sesama. Itu juga sesuai dengan sunah Rosul, sampaikan, walau hanya satu ayat.

Nasihat itulah yang tak pernah dilupakan Geiztia Mardini, perempuan model berhijab ini. Di antara ilmu yang sedikit itu adalah tentang hijab dan kecantikan. “Saya senang dan ingin terus berbagi,” tutur Geztia, sang juara pertma ajang mencari bakat “Siti Nurhaliza Cari Bintang Pantene’ dan finalis Miss Indonesia 2009 ini.

Dia pun sadar, ada komunitas yang nyaris dia lupakan karena kesibukannya. Yaitu, para tetangga. Sebab, tetangga jauh lebih penting dari pada saudara jauh. Tetanggalah yang akan datang menolong jika kita kena musibah.

Karenanya, dia pun berjanji akan aktif saat didaulat menjadi salah seorang pengurus di PKK di RT tempatnya tinggal, yaitu di RT 06/RW 15, Perumahan Sukatani Permai (PSP), Tapos, Depok. Kebetulan, Geiztia duduk di Seksi Kesra dan Sosial.

Tekad bulat itu bahkan didukung oleh suaminya, Agus Idwar Jumhadi, seorang presenter dan mantan personel grup nasid Snada. Ada banyak forum yang dapat dimanfaatkan untuk saling berbagi dengan para tetangga. Misalnya pertemuan bulanan ibu-ibu PKK.

Berbekal pergaulannya di luar, Geiztia pun tak canggung jika harus berhadapan dengan para ibu-ibu yang rata-rata usianya jauh lebih tua. Pertama kali, dia mengadakan diskusi tentang tips menjaga kecantikan. “Yang belum kesampaian adalah berbagi pengalaman mengenakan hijab agar kelihatan lebih cantik,” ujar perempuan kelahiran Tanjung Karang, 3 Mei 1987 ini.

Kendati demikian, dia sangat bersyukur bisa menghadirkan kawan-kawan artisnya dalam acara buka bersama dengan warga di RT 06 di Kelurahan Sukatani, di awal Ramadhan, yaitu pada 6 Juli. Mereka adalah penyanyi Eddies Adelia, April Jasmine, istri Solmed, dan penyanyi Eksanti.

“Mereka tidak menghibur warga saat berbuka bersama, tapi berbagi cerita dalam diskusi menjelang buka puasa tentang bagaimana membangun keluarga sakinah,” ujarnya. Yang dia bersyukur, para teman-teman itu sangat senang datang ke kampungnya, walaupun dalam kondisi hujan lebat. Bahkan, di antara mereka ada yang mengajak kameramen dari teve infotainment, yaitu tim Kiss (Kisah Seputar Selebritis) dari Indosiar dan Net Teve.

Yang mengharukan, kata dia, adalah saat makan berbuka bersama. Di bawah iringan gemericik air hujan di bawah tenda, makannya ngriung, yaitu makan bersama-sama dalam satu nampan nasi tumpeng. “Itu nikmat sekali,” ujar Geiztia yang memandu acara diskusi tersebut.

Rasa syukur berikutnya, sang suami pun sempat mengisi ceramah Taraweh di tempat yang sama. “Ya, dia baru bisa pulang setelah maghrib, sebab, menjelang maghrib harus mengawal acara ‘Bedug Buka’ di stasiun TVRI di Senayan,” kata ibu dari Sulthan Abyasha Idwar ini.

Geiztia memang sejak kecil sudah menggeluti dunia model. Saat duduk di TK, sudah mengikuti lomba pemilihan model. Alhasil, perempuan yang pandai melukis ini pernah dua kali terpilih sebagai duta wisata, yaitu pada tahun 2005 sebagai Duta Wisata Belanja Bandung dan tahun 2007 sebagai Duta Wisata Indonesia mewakili Provinsi Jawa Barat. Pada 2005, tercatat sebagai finalis Mojang Jajaka Bandung dan menjadi finalis Miss Indonesia 2009.

Alumnus jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad) ini mengakhiri masa gadisnya dan menikah dengan Agus pada 14 Januari 2011 di Bandung. Pernah menjadi penyiar radio dan presenter di teve lokal di bandung.

“Pengalamannya yang tak pernah dia lupa adalah menjadi tim praktikum profesi HI Unpad goes to Europe dan berkunjung ke markas NATO,” ujarnya. Dia berobsesi menjadi penulis buku yang disukai banyak orang. (saksono)