Mengangkat Martabat Para Klining Servis

Tommy G Hardjana, Dipl. Kfm, Sekretaris Umum APKLINDO

Sabtu, 15/03/2014

Apa yang terbersit di kepala Anda ketika mendengar kata cleaning service? Rasanya, sudah pasti itu merupakan profesi yang mungkin jarang diinginkan banyak orang. Maklum profesi ini tak jauh-jauh dari membersihkan sesuatu yang kotor. Makanya tak heran mengapa profesi ini dianggap sebelah mata di Indonesia.

Meski demikian, Tommy G Hardjana berani tampil menantang anggapan banyak masyarakat Indonesia yang memandang sebelah mata profesi klining servis. Pria yang tinggal 16 tahun di Jerman itu, mulai berfikir sekembali dirinya ke Indonesia. Saat itu dia melilhat semua ladang bisnis sudah terpenuhi, dia pun mencari hal unik yang peluangnya masih sangat besar. Maka jatuhlah pilihannya pada bisnis perawatan kebersihan gedung.

Soal basic pengetahuan, Tommy pun mengaku tak tahu menahu akan klining servis pada awalnya, tapi bukan namanya Tommy kalau harus menyerah sebelum berperang. Dia pun mulai giat mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan klining servis. “Mulai dari mengikuti serangkaian seminar, membaca buku, koran dan media lainnya,” kata pria yang baru dilantik menjabat sekretaris umum Apklindo tiga bulan lalu itu.

Semaikin lama belajar ilmu klining servis, Tommy semakin cinta pada profesi ini. Menurutnya, ilmu klining servis (klining servis yang benar) tidak pernah di ajarkan di sekolah-sekolah Indonesia sehingga banyak yang salah kaprah dalam melakukan proses pembersihan. Dan akibatnya mereka dianggap sebelah mata oleh banyak kalangan. Padahal, keberadaan mereka (klining servis) sangatlah penting.

“Coba bayangkan kalau di kantor-kantor, hotel atau gedung lainnya itu tidak ada kami (klining servis)? Bagaimana jadinya, nasib para pekerja yang berada di level atas?,” tegas Tommy dengan lantang.

Selain itu, jika ditilik dari segi bisnis, klining servis akan sangat menjanjikan ke depannya. Maklum, saat ini di Indonesia gedung serta perkantoran banyak di bangun. Artinya, mereka membutuhkan tenaga klining servis. Ini menghasilkan ruang bisnis tersendiri untuk para pengusaha jasa bersih-bersih tersebut.

Hal berbeda terjadi di Jerman, kata Tommy di negara Adolf Hitler itu, profesi klining servis tidak dianggap enteng sebab keberadaannya sangat vital khsusnya untuk perawatan serta kebersihan gedung. Selain itu, sebelum mendapatkan profesi klining servis, seseorang harus memiliki sertifikat dan pengetahuan klining servis lebih dulu dari badan sertifikasi profesinya Jerman. Makanya bayarannya tidak bisa dianggap sepele.

“Di Jerman upah klining servis itu bisa mencapai 40 euro per jam, karena di sana profesi tersebut tidak mudah didapatkan, sebelumnya mereka diharuskan punya sertifikat profesi. Ilmu nya itu “gila-gilaan” harus dipelajari selama tiga tahun, makanya jangan heran kalau gaji mereka seperti itu,” sebut pria yang 16 tahun tinggal di Jerman.

Sementara di Indonesia menurut Tommy hanya ada sekitar 2000-3000 orang dari 1,5 juta orang yang memiliki sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi Klining Servis (LSP Klining Servis). Diharapkan dengan keberadaan Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (APKLINDO) ini. Akan mampu mengangkat harkat dan martabat klining servis.

Maka dari itu, AKPLINDO harus bisa menjadi wadah ke arah perbaikan, yakni menuju Indonesia yang bersih, indonesia yang lebih baik lagi. Bersih yang dimaksud Tommy adalah bersih dengan benar yakni tidak salah menggunakan obat, dan merawat gedung dengan skill yang baik dan SDM yang baik pula yang telah mengerti ilmu klining servis.

Harus Sempurna

Sebagai orang yang sangat faham dengan seluk beluk klining servis membuat Tommy menjadi orang yang serba perfect. Tak heran kalau petugas klining servis di kantornya sering kena marah olehnya. Karena kedapatan membersihkan ruangan dengan tidak benar.

“Saya sering bawel pada banyak mereka (peugas klining servis). Tetapi saya rasa itu lebih baik. Kalau tidak begitu, pekerjaan mereka pun asal-asalan, seperti umpamanya, masak lap merah ada di meja kantor, padahal kan lap merah khusus membersihkan kamar mandi, makanya saya suka bawel nih sama yang seperti ini,” tegas dia.

Tak berbeda dari kantor, Tommy pun sangat bawel ketika berada di rumah jika soal kebersihan. Makanya pembantu ruamahtangganya boleh dibilang tak pernah tenang jika dia sedang berada di rumah. Tetapi setelah itu, mereka bisa bekerja dengan lebih baik lagi. “Yang jelas, semua yang ia lakukan sebagai media tular visi serta tular ilmu kepada orang lain,” ujar dia.

Untuk itu, dia berharap agar budaya bersih itu sudah tertanam sejak kecil. Kongkretnya, APKLINDO akan segera bergerak, dengan membuat tour ke DPP APKLINDO misalnya, di sana mereka akan share informasi, share ilmu pemngetahuan. Dalam hal itu, APKLINDO juga ingin mengampanyekan manfaat jadi anggota asosiasi, dengan memberi pelatihan ekstra, atau know how, ilmu klining servis, bagaimana membenahi manajemen dan lain sebagainya.

Falsafah Klining Servis

Bagi orang yang memahaminya, sebetulnya terdapat banyak manfaat dengan menjadi seorang klining servis. Dalam hal ini tak hanya soal uang tentunya, tetapi juga soal kesehatan. Petugas klining servis dipercaya akan lebih sehat karena banyak bergerak.

Maklum, untuk dapat sehat orang diharuskan berjalan setidaknya seribu langkah setiap hari. Tentu saja hal itu tak banyak didapat orang yang berprofesi direktur atau profesi lainnya yang berhubungan dengan kantor.

“Orang biasa pakai mobil atau motor lantas sampai kantor langsung duduk di kursi dan menatap layar komputer, makanya banyak yang ambien karena pekerjaan yang seperti itu. Nah dengan pekerjaan ini (klning servis) berarti telah melakukan gerakan olah raga, seperti berjalan dan lain sebagainya,” sebut dia.

Meski demikian, Tommy menyatakan pekerjaan klining servis ini tidak selamanya bisa dikataan pekerjaan sambil olahraga. Pasalnya jika salah mengerjakannya, bukannya malah sehat, tetapi penyakit yang didapat.

“Misalnya kalau menyapu tangkainya kependekan, sakit pinggang yang akan di dapat, kalau kepanjangan ada lagi sakit lainnya, makanya agar sehat harus tahu kuncinya klining servis, bukan asal bersihkan saja,” ujar pria penggila bulu tangkis itu.