Produktif Menjadi Penulis - Dewi Kurniawati Amalia

Dewi Kurniawati Amalia

Ketua Umum Writing Training Center/Komunitas Women Script & Co

Produktif Menjadi Penulis

Bernama lengkap Dewi Kurniawati Amalia. Nama Fb dan nama penanya adalah Deka Amalia. Lahir di Bandung 19667. Pernah menjadi Dosen Sastra dan bahasa Inggris di beberapa perguruan tinggi, memiliki minat menulis, beberapa cerpen karyanya pernah di muat di harian The Jakarta Post. Satu cerpen dibacakan mahasiswa asing yang belajar di Indonesia dalam program Darmasiswa antar Negara. Sedangkan beberapa tulisan ilmiah dalam bidang sastra pernah ikut tampil di berbagai seminar. Dua antologi indie telah dibukukan dan satu antologi beredar secara nasional, For The Love Of Mom, yang terbit di bulan Oktober 2011.

Deka pun menerbitkan novel berantai Love Asset bersama 16 penulis perempuan lainnya, terbit 10rb eks dan beredar secara nasional bulan November 2011. Menerbitkan antologi romantis Endless Love tahun 2012. Lalu, menerbitkan buku 101 Perempuan Berkisah sebagai buku yang didedikasikan untuk kaum perempuan pada November 2013.

“Sejak lama, saya menyukai menulis. Sudah sedari kecil sering menggoreskan pena dalam berbagai puisi, cerpen, cerber dan artikel,” ujar Deka. Kuliah di Fakultas sastra Jurusan Bahasa Inggris Universitas Indonesia melengkapi kesukaannya di bidang tulis-menulis. Dilahapnya berbagai bacaan literatur lokal maupun asing.

Setelah lulus diminta mengajar dan akhirnya mengabdikan diri sebagai dosen bahasa dan sastra di beberapa perguruan tinggi selama lebih 20 tahun. Sejak tahun 2010 secara tidak sengaja bergelut di dunia menulis. Seperti magma yang lama terpendam hasrat menulisnya kembali menggebu. Meski saat menjadi dosen kerap terlibat dalam berbagai penelitian sastra, seminar lokal dan luar negri. Menulis modul kuliah dan lain sebagainya.

Dunia menulis begitu memikat, akhirnya memutuskan pensiun dini dan terjun bebas ke dunia menulis di awal tahun 2013. Mendirikan komunitas Women Script & Co bersama beberapa teman penulis. Hingga akhirnya menjadi ketua komunitas. Tak dinyana komunitas berkembang hingga lebih dari 1.000 anggota aktif. Setiap hari ada jadwal berbagi untuk anggota, tentang dunia tulis-menulis yang bisa diikuti dengan gratis.

Minat menulis ternyata luar biasa hingga akhirnya mendirikan Writing Training Center sebagai media belajar yang lebih profesional. Pelatihan menulis itu dilakukan secara online maupun tatap muka. “Peserta pelatihan menulis dan membuat buku itu beragam, tapi kebanyakan anak-anak dan kaum perempuan,” tutur perempuan berkerudung ini.

Program yang ditawarkan adalah menulis terapi, hypno writing, fiksi, non fiksi, skenario, cerita anak, fiksi untuk anak, dan editing. Semua program dikelola secara baik lengkap dengan sap silabus, modul dan latihan yang terukur agar menjadi profesional di bidangnya. Banyak alumni lulusan yang telah berhasil mengembangkan karir menulisnya. Yang membedakan training center kami dengan yang lain yaitu di sini tidak hanya belajar, tetapi juga memberikan kesempatan untuk produktif. (saksono)

Related posts