Berguru pada Chef Jepang - Toar Christopher, Pemilik Sushi Joobu Resto

Sejatinya, agar bisa sukses seseorang membutuhkan keberanian untuk merubah pola pikirnya. Hal inilah yang dilakukan Toar Christopher, kala memutuskan untuk terjun di dunia kuliner untuk menjadi seorang chef.

Ternyata, pilihan yang diambil Toar sangat tepat, kini dia sukses menjadi pemilik restoran bernama Sushi Joobu. Kecintaannya terhadap profesi chef dimulai ketika dia magang dengan bekerja di sebuah restoran di negeri Paman Sam, Amerika. Kala itu, ia mulai kehabisan biaya untuk membiayai kuliahnya di salah satu universitas terkemukan di Seatlle pada 1998 silam. Pasalnya, Toar yang berasal dari kalangan keluarga mampu ingin mandiri dan membiayai pendidikannya sendiri.

Nah, saat itulah dia bertemu dengan seorang chef asal Jepang bernama Shigeo Manee, yang notabene koki ternama di Amerika. Maklum Shigeo telah berkrir menjadi koki selama 35 tahun. Singkat kata singkat cerita, akhirnya Shigeo Manee menjadi guru Toar untuk membuat masakan khas Jepang ini seperti sushi dan lain sebagainya.

Tetapi, terbersit cerita menarik sebelum ia memutuskan untuk fokus di dunia kuliner dan menjadi seoarng chef. Saat itu, sang guru Shigeo Manee sempat bertanya kepadanya mengenai rencana hidup Toar ke depan. Apakah akan menekuni untuk menjadi chef atau ada hal lain yang direncanakan.

Mendapat pertanyaan seperti itu, Toar langsung menjawab dengan terbuka, kalau sesungguhnya ia hanya mau bekerja demi uang untuk membiayai kuliahnya. Mendapat jawaban tersebut, Shigeo malah melarang Toar untuk menekuni belajar memasak makanan khas Jepang.

“Kalau memang tidak mau menjadi sushi chef lebih baik kamu fokuskan saja kuliah kamu (di bidang IT), tentunya nanti akan lebih banyak penghasilan yang didapatkan dan tidak buang-buang waktu saya untuk ngajari kamu,” ucap Toar menirukan ucapan gurunya.

Menurut Toar sosok gurunya Shigeo Manee adalah sosok guru yang sangat demokratis. Pasalnya, mesti dia meragukan konsistensi Toar di bidang chef, dia tidak langsung memtutuskan untuk tidak mengajarkannya. Tetapi dia malah memberikan Toar waktu untuk berfikir. “Saat itu dia memberikan saya waktu berfikir selama tiga hari,” kenang Toar.

Setelah berfikir dengan jernih selama tiga hari, Toar kemudian mendatangi Shigeo lagi dan menyatakan kalau dia serius untuk belajar memasak. Jenis masakan yang dipilihnya adalah Sushi, maklum Shigeo adalah sushi chef yang terkenal dan dipandang di Amerika. Hal itu, sontak menjadi peluang berharga bagi Toar.

“Sebetulnya tak hanya membuat sushi saja keahlian dia, tetapi banyak menu masakan Jepang yang juga dia kuasai. Pokoknya, jarang-jarang punya kesempatan seperti itu, kesempatan emaslah untuk saya,” kata Toar.

Karena tidak memiliki kemampuan, ia harus rela bertugas sebagai seorang helper terlebih dahulu, tugasnya mengambil dan mengantar brang-barang yang dibutuhkan Shigeo Manee.

Lalu, ia mulai belajar mengenal bahan-bahan pembuat sushi. Mulai membeli bahan dasar, juga bagaimana cara mengasah piau yang baik. Meski demikian, diakui Toar semua itu dilakukannya dengan perasaan senang. “Setelah tiga tahun berjalan, kemampuan saya juga terus berkembang. Dan saya diangkat menjadi seorang chef sekaligus manager di resto tersebut,” ucap Toar.

Soal bakat memasak, Toar telah mendapatkannya ketika masih kecil. Tepatnya ketika dia duduk di bangku SMP. Saat itu, ia sering membantu neneknya di dapur untuk memasak. Hingga akhirnya sang nenek membelikannya sebuah buku tebal berisi resep-resep menu masakan istimewa. Toar pun tak segan-segan mencoba resep dari buku itu. Dan hasilnya, tidak mengecewakan.

“Saat SMP, saya telah mencoab mempraktekkan yang ada di buku resep tersebut. Dan hasilnya cukup bagus, karena keluarga yang mencicipi masakan saya semua menyukainya,” kata Toar.

Nasib Chef Lokal

Di Indonesia, seorang chef lokal pada kenyataannya tidaklah begitu dihargai. Mereka acapkali dipandang sebelah mata, meski mereka memiliki kemampuan tak kalah hebatnya dari para chef luar.

“Padahal, kemampuan chef lokal tidak kalah bagusnya dengan chef luar. Makanya, saya ingin merubah mindset tersebut, tentunya dengan menghadirkan makanan-makanan berkualitas untuk masyarakat melalui resto yang saya miliki,” ucap bapak dua anak ini.

Selain itu, kabarnya juga ia akan segera membuka gerai baru yang merupakan gerai ke-tiganya di bilangan Pluit, Jakarta Utara. Namun, langkah ini masih dalam proses sambil menunggu perkembangan gerai-gerai resto yang ia miliki. “Kita lihat dulu lah, kalau gerai-gerai yang saya miliki telah berkembang saya akan membuka gerai baru lagi nanti,” beber pria penghobi olahraga sepeda ini.

Dipilihnya kawasan Pluit, karena sebelumnya Toar telah melakukan survey di lokasi tersebut. Usut punya usut, menu masakan yang akan ditawarkan Toar, ternyata cukup di minati di kawasan itu. Kontan, itu menjadi sasaran utama Toar.

Maka dari itu, Toar biasa turut terjun ke resto-resto miliknya agar semua bisa terpantau dengan baik. Tak heran kalau dalam satu hari dia bisa bolak-balik Kelapa Gading-Puri Kembangan.

Maklum, dua gerai resto penyaji menu masakan khas Jepang milik dia, Sushi Joobu, terletak di dua lokasi ternama itu. Gerai pertama terletak kawasan Kepala Naga, Kelapa Gading, dan gerai yang satu lagi terletak di kawasan Puri Kembangan.

“Ya harus rela seperti itu, kalau tidak diawasi nanti bisa-bisa berantakan, tetapi yang di Kelapa Gading sudah mulai jaranag diawasi, karena saya sudah memiliki orang kepercayaan di sana,” tutup dia. (ahm)

Related posts