Premi Wahana Tata Naik 20%

NERACA

Jakarta - PT Asuransi Wahana Tata pada 2012 memperoleh premi Rp1,59 triliun, atau meningkat 20% dari tahun 2011 yang sebesar Rp1,56 triliun. Direktur Utama Asuransi Wahan Tata, Christian Wanandi, mengatakan peningkatan pencapaian premi tahun lalu tidak disertai dengan hasil underwriting (penjamin emisi) yang memuaskan, atau hanya Rp268 miliar.

\"Hampir tidak ada peningkatan dari tahun lalu, ini karena kondisi yang kurang menguntungkan dengan banyaknya klaim, seperti bencana alam. Tahun 2012 klaim sebesar Rp732 miliar,\" kata Christian di Jakarta, Kamis (21/3). Pada tahun ini, lanjut dia, perusahaan menargetkan perolehan premi sebesar Rp1,8 triliun atau naik 15% dari perolehan premi 2012.

Target ini memang tidak besar, terutama mengingat tidak mudahnya situasi bisnis saat ini. \"Ini cukup realistis bagi kami, karena menyadari tahun 2013 akan menghadapi tantangan yang tidak kalah berat dari tahun sebelumnya. Seperti persaingan kekuatan kompetitor, kebijakan serta regulasi Pemerintah yang semakin ketat,\" terangnya.

Sementara Marketing Director Asuransi Wahana Tata, Ratnawati, menambahkan target tersebut menurutnya cukup realistis. Menurutnya, pada 2013 ini, perekonomian akan menghadapi tantangan yang tidak kalah berat dari tahun sebelumnya.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang baik untuk para nasabah awal tahun ini, perusahaan asuransi yang tahun depan berusia 50 tahun ini, mengoperasikan layanan call center. Hanya dengan menekan (021) 500298 masyarakat atau nasabah akan mendapatkan pelayanan informasi seputar produk asuransi, profil perusahaan, pelaporan klaim dan keluhan-keluhan nasabah.

Christian menambahkan Asuransi wahana Tata, saat ini berusaha memenuhi kebutuhan nasabah hingga mencapai kepuasan dan pihaknya memberikan pelayanan sepenuh hati sesuai dengan semboyan WE CARE (Welcome, Empathy, Creative, Accurate, Responsive dan Excellence) “ Ini untuk mempertahankan pelayanan bagi seluruh nasabah Aswata baik dalam penutupan asuransi maupun proses klaim,” tandasnya. [sylke]

BERITA TERKAIT

Perbankan Diminta Perbaiki Tata Kelola

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap industri perbankan terus memperbaiki tata kelola perusahaan yang…

Indeks Pensiun Indonesia Naik

  NERACA   Jakarta - Indeks Pensiun Global Melbourne Mercer 2018 menunjukkan peningkatan yang signifikan bagi Indonesia sehingga sistem pensiun…

Masuk Musim Hujan, Harga Komoditas Sayuran Merangkak Naik - Kabid Diskopdagrin Kota Sukabumi: Kenaikan Masih Dalam Batas Kewajaran

Masuk Musim Hujan, Harga Komoditas Sayuran Merangkak Naik Kabid Diskopdagrin Kota Sukabumi: Kenaikan Masih Dalam Batas Kewajaran NERACA Sukabumi -…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Siapkan Rekening Simpanan untuk Devisa Ekspor

    NERACA Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyiapkan rekening simpanan khusus untuk memudahkan pengelolaan devisa hasil ekspor menyusul kebijakan memperkuat…

Perbankan Syariah Lebih Suka Akad Mudharabah

    NERACA Jakarta - Praktisi perbankan syariah dari PT Sarana Multigriya Finansial Eko Ratrianto mengatakan perbankan syariah lebih menyukai…

OJK : Kepercayaan Terhadap Pasar Keuangan Meningkat

    NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan ada indikasi bahwa kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia pada…