Total Pembayaran Klaim Asuransi Migas US$50,9 Juta - Konsorsium Asuransi Aset Industri - SKK Migas

NERACA

Jakarta - Konsorsium Asuransi Aset Industri dan Sumur SKK Migas-KKS/JOB/TAC Periode 2010-2012 mencatat total pembayaran klaim asuransi yang diterima oleh SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) dan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) pada periode polis 2010-2012 sebesar US$50,9 juta.

Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Budi Tjahjono, mengatakan pembayaran klaim terbanyak dibayarkan konsorsium kepada tigaaccident yang terjadi di aset milik negara yang dikelola oleh KKKS dengan total klaim mencapai US$50,04 juta. Hal tersebut merupakan pembayaran klaim asuransi terbesar yang diterima oleh SKK Migas dan KKS selama ini.

Ketiga klaim tersebut adalah klaim atas tenggelamnya CALM Buoy milik Conocophillips di Laut Natuna Selatan yang terjadi pada 30 Oktober 2010 dengan nilai ganti rugi sebesar US$34,02 juta, klaim atas terbakarnya Rig-03 untuk kegiatan workover di Sumur Bentayan 67 milik Pertamina EP-UBEP Ramba yang terjadi pada 2 Desember 2010 dengan nilai ganti rugi US$608.842, serta klaim atas tertabraknya Platform ke-40 milik Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE-WMO) di Laut Jawa yang terjadi pada 11 Agustus 2010 dengan nilai penggantian US$15,41 juta.

“Ada 37 berkas klaim yang hingga Februari 2013 kemarin sudah masuk ke konsorsium asuransi. Estimasinya diperkirakan mencapai US$116 juta. Dengan adanya klaim tersebut, maka kami berupaya melunasi, di mana konsorsium sudah membayar sekitar 43% dari US$116 juta. Tentunya kritik dan saran akan kami terima untuk membangun,” ujar Budi di Jakarta, Senin (4/3).

Budi menambahkan jika realisasi pembayaran ketiga klaim tersebut telah dilaksanakan serta diterima uangnya di rekening KKKS masing-masing. Asal tahu saja, konsorsium ini dipimpin Jasindo, yang beranggotakan sembilan perusahaan asuransi nasional yaitu PT Tugu Pratama Indonesia, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi Adira Dinamika, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Astra Buana, PT Asuransi Panin, PT Asuransi Askrida, dan PT Asuransi Jaya Proteksi.

Tak hanya itu saja. Jasindo juga menargetkan kenaikan bisnis ritel sebesar 40% pada tahun ini, dari perolehan keuntungan bisnis ritel perseroan di 2012 yang sebesar Rp870 miliar. Direktur Operasi Ritel Jasindo, Sahata Lumban Tobing, mengatakan bisnis ritel Jasindo selama ini ditargetkan tumbuh sekitar 30%. Untuk tahun ini, Jasindo berharap bisnis ritel bisa tumbuh sebesar 40%.

Porsi ritel terhadap total premi Jasindo sendiri berada di level 27%. “Target kami, dua tahun lagi (bisnis ritel tumbuh) 40%. Tahun ini diharapkan dari 27% naik ke angka di atas 30%. Kita nanti memperbaiki kanal-kanal bisnis seperti teknologi, sumberdaya manusia (SDM) dan perbaikan layanan. Apalagi dengan masuknya perusahaan asuransi asing seperti AXA dan ACE Life Indonesia, mendorong asuransi lokal untuk bermain,” terangnya.

Siap masuk lima besar

Sahata menuturkan, memang perusahaan asuransi lokal tertinggal dengan perusahaan asuransi asing. Oleh karena itu, Jasindo berupaya memperbaiki sistem prosedur dan teknologi. Di semester II 2013 mendatang, Jasindo akan menyampaikanpangsa pasar dan kanal-kanal distribusi yang nantinya perusahaan diajak bermitra dapat diuntungkan.

“Nanti akan akurat, dan pastinya, berbiaya lebih murah. Konsumen juga diuntungkan karena akses lebih mudah, klaim mudah, dan premi juga wajar. Terutama lagi perusahaan lokal bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi”, tegas Sahata.Selain memperbaiki kanal bisnis, Jasindo menargetkan posisinya di peringkat lima besar perusahaan asuransi di Indonesia. Menurut dia, terdapat tiga langkah strategis yang akan dilakukan Jasindo.

Pertama,meningkatkan dan memperbaiki produktivitas setiap lini yang ada. Perbaikan di pusat maupun di daerah, yang dalam hal ini kantor cabang daerah. Dengan perbaikan tersebut, Jasindo berharap dapat melayani nasabah dengan cepat, akurat dan sesuai keinginan nasabah.

Kedua,ada posisi di dalam masyarakat atau posisi di pasar. Posisi ini diharapkan menyesuaikan dengan visi dan misi yang dimiliki Asuransi Jasindo, baik dari aspek laba maupun premi. Terakhir, pencapaian kepuasan pelanggan terpenuhi, seperti percepatan mengoptimalkan call center di setiap kantor cabang Jasindo di seluruh Indonesia. [ardi]

Related posts