Gerak Cepat Memberesi Problem Jakarta

Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta

Sabtu, 23/02/2013
GUBERNUR DKI JAKARTA JOKO WIDODO

Gerak Cepat Mengatasi Problem Ibukota

Seakan berkejaran dengan waktu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ingin bergerak cepat menyelesaikan seluruh problem kota Jakarta sesuai dengan janjinya saat berkampanye dulu.

Bagi yang tak bisa mengikuti gerak langkahnya, Gubernur Jokowi menyilakan para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk minggir atau siap diganti. Di antara yang terpaksa diganti adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendy. Dia kini didudukkan menjadi kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Novizal memilih mengundurkan diri dari jabatannya dengan alasan sakit. Dia khawatir tak bisa mengimbangi langkah tuannya. Apalagi saat ini, Gubernur Jokowi dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama sedang berupaya merevitalisasi sejumlah rumah susun sewa sederhana (rusunawa) dan rumah susun sederhana hak milik (rusunami).

Di antara proyek yang harus segera diselesaikan Jokowi adalah mengatasi masalah kemacetan, banjir, dan pengembangan jaringan transportasi massal. Dia pun melanjutkan sejumlah program yang belum sempat diselesaikan Fauzi Bowo, gubernur yang habis masa baktinya 7 Oktober 2012 lalu. Proyek-proyek itu antara lain adalah membangun jaringan busway hingga 15 koridor, menyelesaikan proyek mass rapid transit (MRT), monorel, serta pengerukan 13 sungai, hingga membangun terowongan air dan tanggul laut pengendali banjir di pantai utara Jakarta.

Masalah lainnya adalah belum berjalannya jaminan kesehatan bagi keluarga miskin, padahal Pemprov DKI sudah membagikan Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang menggratiskan seluruh biaya perawatan dan pengobatan bagi keluarga miskin. Hal itu ditandai dengan meninggalnya Dera, putri Lisa Darawati (20). Dera meninggal dunia karena terlambat mendapatkan fasilitas kesehatan.

Meskipun banyak program belum tuntas, namun Jokowi tetap dielu-elukan sebagai seorang gubernur yang sesuai dengan tuntutan masyarakat; bersih dari tindak korupsi, mau turun mengunjungi warganya hingga pelosok kampung dan bantaran kali. Nyaris mayoritas jam kerjanya dihabiskan di luar kantor. Yang jaga gawang di kantor adalah wakilnya, Basuki.

Survei Calon Presiden

Itu sebabnya, dalam berbagai survei menjelang pemilihan presiden 2014, nama Jokowi kembali berkibar. Namanya masuk dalam papan atas tokoh yang berpotensi menjadi presiden Indonesia menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam survei yang diadakan Pusat Data Bersatu (PDB) yang dipimpin Didik J Rachbini menunjukkan nama Jokowi sebagai bakal calon presiden alternatif paling baik disukai masyarakat. PDB mencatat, tingkat kepercayaan Jokowi tertinggi dengan skor 21,2%, disusul Prabowo, Megawati Soekarnoputri, maupun Wiranto, dan Aburizal Bakrie.

Bahkan, Rico Marbun dari Universitas Negeri Jakarta, pun mengusulkan agar Jokowi kembali maju sebagai kandidat calon presiden. Menurut dia, demi kepentingan bangsa, PDI Perjuangan harus rela melepaskan Jokowi agar melenggang merebut kursi RI-1. Bahkan, Prabowo pun hendak meminangnya untuk maju ke RI 1 dan RI 2 dalam pemilihan presiden pada 2014.

Jokowi sendiri tentu saja menolak hasil survei tersebut. Mantan Walikota Surakarta itu masih ingin menyelesaikan seluruh program kerjanya yaitu membangun Jakarta sampai tuntas. “Saya ingin bekerja dulu di sini (Jakarta),” tutur pria kelahiran Solo, 21 Juni 1961.

Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.Sebelum terpilih menjadi gubernur DKI, Jokowi adalah walikota Surakarta selama dua periode, yaitu 2005-2015 bersama pasangannya FX Rudyatmo.

Halal dan Haram

Namanya mulai melambung setelah meluncurkan mobil bikinan SMK di Solo ‘Esemka’ yang dipakainya sebagai mobil dinasnya. Jokowi berhasil membawa kemasyhuran kota Solo dengan menjadi tuan rumah KOnferensi Organisasi Kota-Kota Warisan Dunia pada 2006. Warga Kota Solo bangga dengan motto yang dicetuskan Jokowi, yaitu ‘Solo, The Spirit of Java’.

Namanya muncul di permukaan saat melakukan perlawanan terhadap Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo yang menginginkan berdiri mal di kota Solo. Alumnus Fakultas Kehutanan UGM itu pun membuat gebrakan untuk membenahi kemacetan dan jaringan transportasi, Jokowi pun menjanjikan bantuan kepada pemilik armada Metromini dan Kopaja. Perlunya peremajaan angkutan bus mini, kata Jokowi, agar para awak angkutan bus itu meningkat taraf hidupnya, karena tidak lagi mengejar setoran. (saksono)