Terus Belajar Jadi Kunci Suksesnya - Susiyani Mulia, Head of Sales and Marketing The Leadbetter Golf Academy Indonesia

Hidup adalah proses pembelajaran untuk memperbaiki diri. Maka dari itu, teruslah belajar agar lebih baik dalam hidup ini. Setidaknya itu yang terlontar dari bibir wanita muda bernama Susiyani Mulia. Di usianya yang masih muda, 30 tahun, dia telah mereguk prestasi dengan menjabat sebagai head of sales and marketing di Leadbetter Golf Academy Indonesia. Yang notabene, sebuah tempat kursus golf kelas premium atau A+ yang baru berdiri pada Maret 2012 dan berlokasi di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.

Ketika ditemui beberapa waktu lalu, Nina, begitu dia dipanggil, dengan senang hati bercerita tentang perjalanan karirnya sedari awal.

“Aku ini orangnya moody-an. Pertama kali bekerja tahun 2004 waktu masih kuliah di Sastra Jerman UI. Waktu itu, diajak teman kerja jadi bartender di sebuah pub di Kemang. Namanya juga baru pertama kerja, excited banget,” kata Nina.

Diakuinya, pekerjaan sebagai bartender memang menyenangkan karena bertemu banyak orang. Tapi sisi lain, Nina sulit mengatur waktu kuliah dikarenakan waktu bekerja saat malam dan pulang dini hari. “Mungin benar kata orang. Kalau lagi kuliah sudah bekerja, pasti keenakan. Dan ujung-ujungnya, kuliah ditinggalin deh. Lagian, aku kerja cuma buat mencari jajan, dan tidak berfikir masa depan waktu itu,” celetuk dia.

Benar saja. Akhir 2004, Nina memutuskan untuk tidak meneruskan kuliah dan memilih fokus bekerja. Sempat bertahan tujuh bulan sebagai bartender, dia akhirnya pindah ke Cengkareng Golf. Kepindahannya itu atas rekomendasi dari temannya, Andrew Bowles, seorang instruktur senior golf di sana.

Senang Tantangan

Di tempat kerja yang baru ini, Nina bekerja sebagai pelayan atau waitress. Dia pun tak keberatan dengan pekerjaan barunya itu. Bagi dia yang penting adalah belajar, belajar, dan belajar. “Aku masuk kerja di tempat yang baru banget. Di sinilah cara berfikir aku berubah. Aku bekerja mesti ada tujuan, dan bukan hanya sekedar mencari uang saku,” kata perempuan lulusan SMA Negeri 1 Budi Utomo ini.

Meskipun, Nina sangat enjoy dengan ‘jabatan’ barunya itu. Katanya, dia bisa berkenalan dengan pengusaha dan pegolf, baik yang mau atau selesai bermain golf. Pasalnya, Nina memang diposisikan sebagai pelayan tamu khusus atau VIP.

“Wah, bukan main senangnya aku. Sudah kenal sama pengusaha dan pegolf, juga uang tips yang aku dapat besar. Kira-kira bisa sampai Rp1 juta per hari. Dan yang lebih enaknya lagi, mereka menganggap aku teman. Jadi relasiku bertambah,” ujarnya.

Setelah empat tahun bekerja di sana, perempuan yang baru saja dipersunting Reno Saputra ini, lalu pindah kerja lagi di tempat ‘baru.’ Tempat itu bernama Chef Kitchen yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan. Jabatannya pun naik menjadi whosales manager.

Saat ditanya mengapa dirinya tertarik pindah haluan dari dunia golf ke dunia masak-memasak, Nina pun singkat menjawab, kata dia karena orangtuanya memiliki usaha katering. Dan dia sudah terbiasa dengan kegiatan masak-memasak.

Kata Nina, dirinya ingin keluar dari zona nyaman atau comfort zone dengan alasan masih ingin banyak belajar lagi. “Aku kan masih muda, harus banyak belajar,” jelas perempuan berambut panjang ini.

Memang tepat sekali keputusan yang diambil perempuan kelahiran 6 Oktober ini. Di Chef Kitchen, Nina mendapat banyak ilmu, mulai dari manajemen perusahaan, perencanaan pemasaran atau marketing, sampai memupuk rasa percaya diri dalam menghadapi klien.

Lima tahun bekerja di Chef Kitchen, dirinya lalu mendapat tawaran kerja lagi dari temannya, yang berprofesi sebagai instruktur golf senior semasa di Cengkareng Golf, Arron Cole. Kali ini, Nina ditawari sekaligus ditantang membangun sebuah perusahaan yang baru saja beroperasi di Indonesia pada Maret 2012 lalu, agar bisa bersaing.

Dirinya merasa tertantang dan optimis mampu membawa Leadbetter Golf menjadi tempat kursus golf asal Florida, Amerika Serikat itu, terkemuka di Indonesia. “Aku kangen dunia golf. Selain itu, hobiku juga olahraga. Aku nggak butuh waktu lama adaptasi di manajemen baru. For me it’s big opportunity, and i will prove it,” ungkap Nina.

BERITA TERKAIT

Pawai Obor AG 2018 Ikut Promosikan Pariwisata Indonesia

  Oleh : Agnes Ayu Permata, Mahasiswi Universitas Parahyangan Bandung Pawai obor menjadi agenda yang saat ini tengah dilakukan di…

Indonesia Harus Komitmen Hapus Hambatan Non Tarif

NERACA Jakarta – Indonesia harus menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam mentaati perjanjian dagang internasional, salah satunya melalui penghapusan hambatan non…

Presiden Indonesia Ketiga - Sumber Daya Manusia Andalan Masa Depan

Bacharuddin Jusuf Habibie Presiden Indonesia Ketiga Sumber Daya Manusia Andalan Masa Depan  Pekanbaru, Riau - Presiden Indonesia Ketiga Bacharuddin Jusuf…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…