Asuransi Pesawat Mendominasi Premi dan Klaim Bruto - AAUI Optimis Capai Target Tahun Ini

NERACA

Jakarta - Premi dan klaim bruto Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di triwulan III 2012 menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Premi bruto AAUI mencapai Rp28,55 triliun atau tumbuh 14,4% dari sebelumnya sebesar Rp24,96 triliun. Sementara klaim bruto meningkat 25,9% menjadi Rp11,06 triliun dibanding periode yang sama 2011 senilai Rp8,78 triliun.

Ketua Bidang Statistik Informasi dan Analisa AAUI, Budi Herawan, mengatakan bahwa sektor usaha asuransi pesawat udara, termasuk satelit, berada di urutan teratas untuk pertumbuhan premi maupun klaim bruto. “Pertumbuhan premi mereka mencapai 51,7%, dan peningkatan klaimnya sebesar 95%,” ujarnya di Jakarta, Jumat (14/12) pekan lalu.

Budi juga menerangkan, secara nominal, pertumbuhan terbesar dicapai sektor usaha asuransi harta benda dengan nilai Rp1,21 triliun. Tak hanya itu saja. Sektor ini juga mengalami pertumbuhan nominal klaim bruto tertinggi dengan angka Rp598 miliar. Secara pangsa pasar, asuransi kendaraan bermotor menguasai pangsa terbesar dengan 30,7%, dengan diikuti asuransi harta benda senilai 28%.

Sementara untuk premi bruto perusahaan reasuransi untuk sembilan bulan pertama 2012 ini naik 24,7% menjadi Rp1.733 triliun dibanding periode yang sama 2011 sebesar Rp1.389 triliun. “Loss ratio (perbandingan antara klaim yang terjadi dengan premi yang diterima dalam suatu jangka waktu tertentu) tercatat sebesar 38,7% dibanding periode yang sama 2011 meningkat sebesar 35,2%,” jelas Budi.

Adapun rasio klaim tertinggi terjadi pada lini usaha energi lepas pantai (offshore) sebesar 59,6%. Untuk perusahaan reasuransi, juga terjadi kenaikan klaim sebesar 21,4% di triwulan ketiga tahun ini menjadi Rp783,18 miliar dibanding periode yang sama 2011 sebesar Rp648,97 miliar. Sedangkan untuk hasil penjaminan emisi (underwriting) perusahaan reasuransi tumbuh 97,1% menjadi Rp127,37 miliar dibanding periode yang sama 2011 sebesar Rp64,63 miliar.

Meskipun hanya tumbuh 14,4% pada triwulan III 2012, Budi mengaku optimis kalau AAUI dapat meraup pertumbuhan premi 24% year on year (yoy) hingga akhir tahun ini lantaran kontribusi pertumbuhan akan datang dari personal accident dan asuransi kesehatan yang bisa naik sebesar 30% di triwulan IV 2012.

Menurut dia, rata-rata perusahaan BUMN asuransi kesehatannya akan jatuh tempo pada Desember tahun ini dengan rata-rata Rp30 miliar per perusahaan. Selain dari asuransi kesehatan, lanjut Budi, dari asuransi pesawat juga akan menjadi penopang pertumbuhan di triwulan keempat. Pasalnya ada beberapa pesawat juga yang preminya akan jatuh tempo pada bulan ini.

"Jadi kita masih optimistis pertumbuhan industri dari sisi premi masih naik sebesar 24% atau lebih tinggi dibanding tahun lalu sebesar 21%," ulas Budi. Tahun depan, dia memperkirakan industri masih bisa tumbuh sebesar 26% dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5%. Premi bruto asuransi umum triwulan III 2012 mencapai Rp28,55 triliun atau tumbuh 14,4% dibanding periode yang sama 2011 sebesar Rp24,96 triliun. [ardi]

BERITA TERKAIT

BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau…

Realisasi Pajak Daerah Sukabumi Lebihi Target - BPKD Siap Jalankan Instruksi Walikota Terapkan Transaction Monitoring Device

Realisasi Pajak Daerah Sukabumi Lebihi Target BPKD Siap Jalankan Instruksi Walikota Terapkan Transaction Monitoring Device NERACA Sukabumi - Realisasi pajak…

Bangun Pelabuhan Selaru - PTK dan SBI Gandeng Perusda Panca Karya

NERACA Jakarta – Dukung pembangunan infrastruktur, Pertamina Trans Kontinental (PTK) sebagai anak usah PT Pertamina bersama-sama Soletanche Bachy International (SBI)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

SMF Berencana Terbitkan Surat Utang Rp9 Triliun

  NERACA   Jakarta - BUMN pembiayaan sekunder perumahan PT. Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) berencana menerbitkan surat utang dengan…

Tingkatkan Investasi, Bank Mandiri akan Pertemukan Investor

    NERACA   Jakarta - Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas dan Jefferies akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019,…

Bank NTB Syariah Gandeng Telkomsel

  NERACA   Mataram - Perseroan Terbatas Bank NTB Syariah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi PT Telekomukasi Seluler (Telkomsel) untuk memperkuat…