Langkah Jitu Bekasi Fajar Gandeng Perusahaan Jepang - Kelola Lahan 130 Hektar

NERACA

Jakarta – Guna mendongkrak penjualan bisnisnya, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) menggandeng mitra strategis dengan Marubeni Corporation (Marubeni). Disebutkan kerjasama tersebut untuk mengelola kawasan industri sekitar 130 hektar.

Kata Sekrtaris Perusahaan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk, Khrisna Daswara, melalui kerjasama tersebut, perseroan akan menerima tenant yang di datangkan dari Jepang, “Pengembangan bersama dilakukan melalui anak perusahaan baru BEST. Kepemilikan Marubeni dalam anak perusahaan itu sebesar 25% dan Marubeni akan membayar premi atas akuisisi perusahaan tersebut,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Disebutkan, peran Marubeni untuk membawa strategic and anchor tenant dari Jepang kepada anak perusahaan tersebut karena potensi pasar yang masih besar di Jepang. Nota kesepahaman ini akan dilaksanakan pada kuartal pertama tahun 2013.

Selain itu, perseroan juga melepas 10% sahamnya kepada Daiwa House Industry Co Ltd, sebuah perusahaan properti ternama Jepang, “Daiwa akan turut berperan dalam mengembangkan kawasan industri MM2100 milik perseroan berikut infrastrukturnya,” kata Khrisna Daswara.

Jual 10% Saham Ke Daiwa

Menurutnya, transaksi itu akan memberikan nilai tambah bagi MM2100 yang dikelola Bekasi Fajar bersama PT Megalopolis Manunggal Industrial Development (MMID). Sebab, mayoritas tenant MM2100 adalah perusahaan multinasional asal Jepang, seperti Daihatsu, Hitachi, dan Toyota. Kawasaki Motors Corp saat ini tengah membangun fasilitas pabrik baru di MM2100.

Namun dia enggan menyebutkan nilai transaksi itu. Sebagai informasi, Argo Manunggal Land adalah pemegang saham mayoritas Bekasi Fajar dengan kepemilikan 79,7%. Pasca transaksi itu, porsi saham Argo Manunggal Land berkurang menjadi 69,7%. Argo Manunggal Land adalah unit usaha Gr up Argo Manunggal. Grup itu juga mengendalikan perusahaan properti ternama lokal, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

Sementara Daiwa sendiri selama ini menggarap bisnis properti meliputi residensial dan kawasan industri. Perusahaan ini juga masuk ke sektor logisik. Pengalaman dan keahlian Daiwa akan menciptakan sinergi yang produktif bagi MM2100 yang lokasinya berada di Cibitung, Jawa Barat.

Dalam jangka panjang, MM2100 akan berkembang menjadi kawasan industri yang terpadu sehingga diharapkan bisa mendukung pembangunan ekonomi nasional. Investor relations Bekasi Fajar, Dandy Sindianto menambahkan, masuknya Daiwa sebagai pemegang saham perseroan akan memperkuat jaringan pemasaran.

Di sisi lain, Dandy menyatakan, per September 2012, penjualan lahan mencapai 77 hektare (ha) dan ditargetkan mencapai 100 ha sampai akhir tahun. “Untuk tahun depan, kami harapkan penjualan sama seperti tahun ini sebesar 100 ha,”ujarnya.

Hingga kuartal III-2012, pendapatan Bekasi Fajar naik 89% menjadi Rp662 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp351 miliar. Laba bersih naik 263% menjadi Rp301 miliar.

Asal tahu saja, PT Bekasi Fajar Estate Tbk akan terus mengembangkan kawasan industri di Cikarang. Direktur tidak terafiliasi PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), Wilson Effendy pernah bilang, pihaknya akan terus ekspansi di sekitar kawasan industri Cikarang dengan harga jual sekitar US$ 130-US$ 140 per meter persegi.

Saat ini, dari total luas lahan perseroan sebesar 1.396 hektar, lahan yang siap untuk dikembangkan atau existing seluas 816 hektar. Sementara 580 hektar telah digunakan untuk pembangunan pabrik baru.

Belanja Modal

Selain itu, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk juga akan mengalihkan dana belanja modal tahun ini sekitar Rp50 miliar ke tahun berikutnya karena kebutuhan kawasan industri untuk fasilitas pengolahan limbah masih tercukupi.

Investor Relation Bekasi Fajar Industrial Estate Dandy Findianto mengatakan belanja modal tahun ini kemungkinan baru akan terserap pada kuartal IV meskipun hanya sedikit.

Hal ini dikarenakan rencana belanja modal perseroan memang diperuntukkan untuk menambah kebutuhan fasilitas pengolahan limbah industri saja, “Rencananya capex tahun ini akan diprioritaskan pada penambahan fasilitas pengolahan limbah namun ternyata hingga saat ini kebutuhan tersebut masih tercukupi oleh fasilitas pengolahan limbah yang saat ini kami miliki,"ungkapnya.

Namun demikian, perseroan belum bisa memastikan seberapa besar dana belanja modal sisa yang akan digeser pada 2013 mendatang karena masih mempertimbangkan faktor-faktor lainnya.

Dandy menilai tidak terpakainya dana belanja modal ini tidak akan terlalu mempengaruhi target marketing sales perseroan sebesar 100 hektare dengan kisaran harga sebesar US$145 per m2 atau sekitar US$145 juta.

Menurutnya, perseroan tetap optimistis target penjualan lahan kawasan industri perseroan tahun ini bisa tercapai pada akhir tahun. Pada tahun ini, perseroan menargetkan penjualan lahan kawasan industri seluas 80 hektare-100 hektare dengan nilai US$112 juta atau sekitar Rp1,03 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Unilever Bagikan Dividen Rp 430 Per Saham

NERACA Jakarta- Sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan para investor pemegang saham, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan membagikan dividen tahun…

Mengembalikan Fungsi Sosial - Tinggal di Apartemen Jangan Hanya Haus Privasi

NERACA Jakarta – Bunga (25) keluarga muda yang baru menikah dua tahun lalu, mengungkapkan kenyamanannya pilih tinggal di apartemen Permata…

Menanti Gerak Cepat OJK Tangani Kisruh BRAU

NERACA Jakarta – Konflik kepanjangan antar pemegang saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) membuat investor semakin resah lantaran tidak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Propinsi Ini Paling Rentan Terhadap Covid-19

Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) telah berdampak pada lemahnya perekonomian dalam negeri dan memberikan kekhawatiran para pelaku ekonomi. Berdasarkan Katadata…

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…