Unilever Bagikan Dividen Rp 430 Per Saham

NERACA

Jakarta- Sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan para investor pemegang saham, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan membagikan dividen tahun buku 2019 dengan nilai Rp 430 per saham atau dengan nilai total Rp 3,28 triliun. Dividen ini akan diberikan kepada pemilik saham pada 18 Desember 2019. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menyebutkan, akan melakukan cum dividen di perdagangan pasar reguler dan negosiasi pada 2 Desember 2019. Sedangkan ex dividen untuk perdagangan pasar reguler dan pasar negosiasi akan dilakukan pada 3 Desember 2019. Selanjutnya, perseroan akan melakukan cum dividen di perdagangan pasar tunai pada 4 Desember 2019. Sementara ex dividen di perdagangan pasar tunai akan dilakukan pada 5 Desember 2019.

Dividen ini berasal dari perolehan laba bersih pada Juni 2019. Pada semester I-2019 sebesar Rp 3,7 triliun atau bertumbuh 5,21% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Perolehan laba ini berasal dari pendapatan perseroan yang mencapai Rp 21,46 triliun. Angka tersebut meningkat 1,29% dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 21,18 triliun. Sedangkan sampai kuartal III-2019, Unilever Indonesia membukukan laba sebesar Rp 5,5 triliun. Nilai ini menurun 24,4% dibandingkan kuartal III-2018 yang mencapai Rp 7,28 triliun.

Penurunan laba ini disebabkan adanya penurunan pada pendapatan lain-lain dari Rp 2,84 triliun pada kuartal III-2018 menjadi hanya Rp 2,16 miliar pada kuartal III-2019. Sementara penjualan perseroan tetap meningkat menjadi Rp 32,36 triliun dibandingkan kuartal III-2018 yang mencapai Rp 31,53 triliun. Kendati beban pemasaran dan penjualan juga meningkat dari Rp 5,92 triliun pada kuartal III-2018 menjadi Rp 6,1 triliun pada kuartal III-2019.

Dilihat dari aset, perseroan membukukan sebesar Rp 20,81 triliun pada kuartal III-2019, meningkat 2,41% dari akhir 2018 yang mencapai Rp 20,32 triliun. Peningkatan aset ini terutama disebabkan oleh peningkatan aset lancar dari Rp 8,25 triliun pada akhir 2018 menjadi Rp 8,88 triliun pada kuartal III-2019. Sedangkan liabilitas perusahaan mencapai Rp 13,92 triliun pada kuartal III-2019. Nilai ini meningkat 7,57% dibandingkan akhir 2018 yang mencapai Rp 12,94 triliun. Peningkatan liabilitas ini disebabkan oleh peningkatan liabilitas jangka panjang yang mencapai Rp 2,01 triliun dan liabilitas jangka pendek yang mencapai Rp 11,91 triliun.

BERITA TERKAIT

Mengembalikan Fungsi Sosial - Tinggal di Apartemen Jangan Hanya Haus Privasi

NERACA Jakarta – Bunga (25) keluarga muda yang baru menikah dua tahun lalu, mengungkapkan kenyamanannya pilih tinggal di apartemen Permata…

Menanti Gerak Cepat OJK Tangani Kisruh BRAU

NERACA Jakarta – Konflik kepanjangan antar pemegang saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) membuat investor semakin resah lantaran tidak…

Bidik Kelas Menengah - Menuai Prospek Emas RS Omni Lewat Pasar Modal

NERACA Jakarta – Bicara kesehatan adalah bagian penting untuk di jaga. Terlebih tiap tahunnya, biaya kesehatan selalu naik. Sejatinya, bisnis…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gelar TTI Business Forum - Krista-Hippindo Promosikan Investasi ke Ratusan Investor

Krista Exhibitions bersama Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) kembali menyelenggarakan Trade, Tourism & Invesment Business Forum (TTI) 2020. Forum…

Bank BUMN Mulai Bagikan Dividen Jumbo

NERACA Jakarta – Musim dividen akan segera dinikmati para investor seiring dengan beberapa emiten yang mencatatkan kinerja keuangan sepanjang tahun…

Sikapi Harga Saham Anjlok - Totalindo Berikan Klarifikasi Ke Investor

NERACA Jakarta –Memenuhi panggilan dan permintaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyikapi penurunan harga saham di luar kewajaran, manajemen PT…