Swasta Nasional dalam Kemandirian Energi Bangsa - DIRUT PT BAKRIE POWER : ALI HERMAN IBRAHIM

NERACA

Dalam sebuah kesempatan, Sir Winston Leonard Spencer Churchill alias Winston Churchill, tokoh politik, pengarang dan Perdana Menteri Britania Raya, pernah berujar, “Bila keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.”

Sebuah pesan yang terefleksikan pada diri pria kelahiran Palembang 56 tahun silam. Dialah Direktur Utama PT Bakrie Power, Ali Herman Ibrahim. Tanpa kehilangan semangat ia tetap berkiprah mewujudkan harapannya membangun kemandirian energi di tanah air dengan gagasan yang cemerlang.

Penulis buku berjudul, Gereral Check-Up : Kelistrikan Nasional ini, memang memiliki kematangan pemahaman seputar sektor ketenagalistrikan di Indonesia. Tak aneh bila Menteri BUMN, Dahlan Iskan pun berkomentar, “Sebagai seorang yang cerdas dan punya keinginan maju yang luar biasa, saya percaya orang seperti Ali Herman akan bisa lebih berkembang.”

Menurut Ali akrab ia disapa, persoalan energi dimasa mendatang bukan sekadar keterbatasan pasokan energi primer namun bagaimana mentransformasikan energi primer tersebut menjadi energi termanfaatkan bagi kehidupan manusia.

Oleh karena itu, untuk mendukung kelistrikan nasional yang andal dan bermutu tinggi dimasa mendatang, investasi listrik oleh negara ini tetap memerlukan campur tangan pihak swasta secara proporsional tanpa mengabaikan peran sosial dan nasionalisme bangsa.

Nasionalisme sangat berkaitan dengan kelistrikan nasional. Dan kedaulatan energi listrik suatu bangsa, adalah ciri berdaulatnya sebuah nation. Untuk itu, campur tangan pihak swasta, terutama asing, dalam penyediaan kapital perlu dijaga. “Kita perlu memformulasikan agar tidak mengurangi rasa nasionalisme dan kemandirian bangsa,” ungkap ayah dua orang putra tercinta, Hafi Rengga Yuda dan Hana Dayu Kinasih, buah pernikahannya dengan Herta Hermanu, perempuan yang disuntingnya ditahun 1984.

Menurut Ali, reformulasi regulasi yang berkaitan dengan investasi asing dibidang kelistrikan nasional agaknya perlu mendapat perhatian semua pihak. “Jika selama ini lebih dari separuh investasi pembangkit masing disokong pihak asing, baik dana, teknologi maupun ekspatriat, maka ditahun mendatang ketidakdaulatan kelistrikan nasional perlu dirombak secara gradual dan reformatif,” ujarnya mengingatkan.

Ia pun berharap, munculnya keberanian pihak pemerintah dalam melibatkan pihak swasta domestik untuk melakukan investasi disektor ketenagalistikan nasional dengan tetap menjaga rasa nasionalisme bangsa, sehingga kemandirian dan ketahanan energi nasional dapat diwujudkan.

Saat ini, jelas Ali, Indonesia masih mengandalkan mitra luar untuk berinvestasi dalam kelistrikan nasional. “Andai saja pola alih teknologi dan alih dana investasi listrik nasional dapat dicapai. Saya percaya bahwa pada saatnya Indonesia akan mampu memenuhi kebutuhan listrik nasional secara mandiri, berdaulat dan bermartabat,” ungkapnya penuh keyakinan.

Pria yang lahir dan besar dari rahim perusahaan sektor ketenagalistrikan, PT PLN (Persero), memulai kariernya usai menamatkan pendidikan di ITB (1978) dan bergabung di PLN Wilayah III Sumatera Barat.

Satu tahun berselang, semangat dalam bekerja mengantar dirinya menduduki posisi Kepala Seksi Teknik, 1979-1983. Dilanjutkan dengan menjadi Kepala Bagian Teknik PLN Wilayah III (Sumatera Barat) hingga 1985.

Dari Bumi Sumatera, Ali menjadi Pimpinan Bagian Kelistrikan Nusa Tenggara Barat (1985-1988), lalu Kepala Bagian Operasi Konstruksi PLN Wilayah XI Bali-Nusa Tenggara, sebelum dipercaya menjabat Kepala PLN Cabang Tangerang pada 1992-1995.

Selama di Tangerang, Ali menyempatkan diri kembali menimba ilmu manajemen di IPPM-Jakarta, dan lulus tahun 1997. Ia pun menyandang gelar pascasarjana. Selanjutnya, ia kembali bertugas diluar Jawa, menjadi Deputi Pemimpin Bidang Pengusahaan PLN Wilayah VII Sulawesi Utara.

Sejak itu, kepercayaan dan tugas silih berganti dipercayakan kepadanya. Mulai dari Manajer Divisi Pemasaran PLN PJB I, Dirut PT Cogindo Daya Bersama, anak perusahaan PT PLN (1999-2000), Dirut PLN Batam (2000-2003), Direktur Pembangkit dan Energi Primer PT PLN (Persero) dari 2003-2008. Dan sejak 2008, Ali Herman Ibrahim dipercaya sebagai Direktur Utama, PT Bakrie Power hingga sekarang.

BERITA TERKAIT

DISKUSI PENDIDIKAN NASIONAL

Ketua Lembaga Badan Pengkajian MPR RI Rully Chaerul Azwar (tengah) didampingi Pimpinan Lembaga Badan Pengkajian Jafar Hapsah (kiri), Samsul Bahri…

Peran Aktif Mahasiswa Dalam Pembangunan

  Oleh : Bambang Lintang Susatyo, Peneliti Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) Beberapa hari ke depan, tepatnya tanggal 20…

Nilai Tambah dalam Ekonomi dan Industri

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Lama sudah kita menenggelamkan diri dalam persoalan ekonomi. Kegiatan dan proses…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…

Tanto Darmawan Sutjipto Pemilik, PT Metro Taruna Agency - Menuai Sukses Dimulai Dari Tukang Antar Koran

Sejatinya hiruk pikuk dan branding sebuah media tidak lepas dari jasa para pengecer, loper, hingga agen sebuah surat kabar. Oleh…

Ade Sudrajat Usman, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) - Industri Tekstil Siap Bersaing di Pasar Global

Industri tekstil mengaku yang paling siap menyongsong Indonesia kembali bergabung dalam perdagangan bebas Trans Pacific Partnership (TPP). Namun, ada beberapa…