SDM Kita Lebih Unggul - Direktur Human Resources (HR) PT Unilever Indonesia, Tbk : Enny Hartati Sampurno

NERACA

Where there is a will there is a way; dimana ada kemauan disana ada jalan, satu peribahasa yang menggambarkan perempuan kelahiran Kota Rembang, Jawa Tengah ini. Dialah Enny Hartati Sampurno, Direktur Human Resources PT Unilever Indonesia, Tbk. Sosok yang cerdas, semangat bekerja, dan piawai mengentaskan persoalan dinamika sumber daya manusia.

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, kata Enny akrab ia disapa, tantangan terbesar adalah bagaimana sumber daya manusia Indonesia bisa bersaing dengan talent dari luar negeri, “Dan bagaimana dunia pendidikan bisa menghasilkan sumber daya yang siap pakai,” ucapnya.

Karena menurut dia, interaksi antara dunia usaha dan dunia pendidikan perlu terus ditingkatkan, “Saat belajar di perguruan tinggi, kelak adik-adik kita dapat melihat, bagaimana aplikasi dari teori yang ada di dunia nyata,” ungkapnya.

Pada waktu masih kuliah atau belajar, lanjut Enny, kita juga perlu menanamkan kemampuan berorganisasi dan berkerja sebagai satu team, hal itu bisa kita dapatkan dari kegiatan extra kurikuler di sekolah, “Pada waktu bekerja, kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain sangat penting,” jelas alumnus Universitas Parahyangan, Jawa Barat ini.

Secara content, kata Enny, sumber daya manusia kita tidak kalah dari lulusan luar negeri, “Yang perlu di tingkatkan adalah keberanian untuk menyampaikan pemikiran kita terutama dalam diskusi yang melibatkan antar bangsa,” tuturnya menjelaskan strategi dalam menggapai kemajuan seperti yang ia lakukan.

Seperti yang dilakukannya Unilever Indonesia dalam mempersiapkan SDM. Tantangan dari setiap perusahaan adalah bagaimana menyiapkan SDM, ujar Enny. Karena seringkali, pertumbuhan SDM tidak seirama dengan pertumbuhan bisnis yang lebih cepat.

Di Unilever, jelas Enny, peningkatan kompetensi SDM dilakukan melalui formula aplikasi 70-20-10. “Sebanyak 70% pematangan atau peningkatan kompetensi, yang didapatkan dari on the job,” ungkapnya. Artinya setiap pekerjaan dirancang untuk memberikan tantangan yang cukup.

“Job rotation juga direncanakan secara matang untuk memungkinkan tiap karyawan dapat mempelajari hal yang baru,” tegas dia.

Lalu 20% didapatkan dari coaching atau diskusi secara berkesinambungan dengan atasan, dan 10% melalui training yang dilakukan secara berkala. “Kami memiliki dua aset terbesar. Yaitu brand dan people,” ungkapnya.

Oleh karena itu Unilever sangat serius dalam pengelolaan SDM yang terbaik. Bahkan jajaran Board of Director terlibat secara langsung dalam perencanaan karir dari setiap individu. “Kami mempunyai pertemuan rutin yang hanya khusus membicarakan perencanaan dan development dari karyawan Unilever,” ujarnya menerangkan.

Perjalanan karir perempuan dengan dua orang anak yang menginjak usia remaja ini, diawali saat ia masuk sebagai MT Finance pada Oktober 1991, setelah 11 tahun bergelut di bidang Finance, Enny dipindahkan ke divisi Customer Service sebagai Customer Development.

Dalam rangka pengembangan talent, kata Enny, di Unilever setiap karyawan dapat pindah antar bagian. “Ini sangat baik untuk meningkatkan helicopter view seseorang, sehingga dia mengerti bisnis dari end to end,” ujarnya.

Seiring perjalanan waktu, kerja keras, semangat dan prestasi yang ia rangkai membuahkan hasil. Setelah melalui tahap perekrutan, ia dipercaya memikul tanggungjawab sebagai Direktur Human Resources PT Unilever Indonesia. Tbk, “Walaupun saya tidak punya background HR sama sekali, tapi ternyata karir membawa saya kesini,”ujar Enny tersenyum.

Ia pun memberi kunci keberhasilannya, pertama; always love and enjoy your job, “Kita meluangkan hampir separuh dari waktu kita di kantor, karena itu kita harus dapat menikmati dan menyukainya,” ujarnya, dengan tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik di setiap perkerjaan kita, apapun hasilnya harus kita terima dengan lapang dada.

kedua adalah berusaha untuk hidup sehat, karena kebugaran sangat dibutuhkan terutama di tengah tengah kesibukan kerja yang semakin meningkat, “Saya menyempatkan berolahraga tiap pagi untuk menjaga kebugaran. Kebetulan dikantor ada gym dan banyak club olahraga, selain olahraga, saya pun ikut klub yoga,” jelasnya.

Performa Unilever sebagai perusahaan yang konsisten menumbuhkembangkan segudang brand-nya melalui inovasi tiada henti, mendorong Enny untuk mengikuti perkembangan yang ada, “Generasi sekarang sudah bergerak, sudah berubah. Kita juga harus berubah, harus ngikutin,” imbuh Enny.

Menurut Enny, tantangan untuk mencetak leader-Leader yang mumpuni, dapat terjadi dengan meminimalisir generation gap yang ada. Unilever pun kini fokus menciptakan great place to work bagi karyawannya. Tidak heran bila kita berkunjung ke Unilever, pemandangan ceria terpancar dari warna baju para pekerja, termasuk ibu yang rutin mengikuti yoga di klub kantor dibilangan Jalan Gatot Subroto, Jakarta ini.

BERITA TERKAIT

Aksi CSR, B.Braun Indonesia Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

NERACA Jakarta - Berkomitmen untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di seluruh dunia, B. Braun Indonesia menyelenggarakan kegiatan penyuluhan…

Penguatan IHSG Berlanjut Di awal Pekan - Sentimen Peringkat Utang Indonesia

NERACA Jakarta- Akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 19,01 poin atau…

FORUM FOR YOUNG INDONESIA

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F. Moeloek dan Senior Health & Nutrition Manager Danone Aqua Wailayati Ningsih, bersama-sama membuang botol…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…

Tanto Darmawan Sutjipto Pemilik, PT Metro Taruna Agency - Menuai Sukses Dimulai Dari Tukang Antar Koran

Sejatinya hiruk pikuk dan branding sebuah media tidak lepas dari jasa para pengecer, loper, hingga agen sebuah surat kabar. Oleh…

Ade Sudrajat Usman, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) - Industri Tekstil Siap Bersaing di Pasar Global

Industri tekstil mengaku yang paling siap menyongsong Indonesia kembali bergabung dalam perdagangan bebas Trans Pacific Partnership (TPP). Namun, ada beberapa…