Nuansa Masakan Asli Indonesia - Owner Restaurant Lesehan Gurame : Inge

NERACA

Berawal dari kegemarannya mengolah pelbagai macam masakan, mengantar sosok pekerja keras ini mengalihkan bisnis showroom mobilnya menjadi bisnis kuliner pada Juli 2009. Strategi banting stir nyatanya tepat ia lalukan. Kini dengan mengusung nama, ”Lesehan Gurame,” restoran dengan menu masakan Sunda dan Jawa ini, mampu mendulang omset puluhan juta.

Ditemui di Jalan Pemuda No.77 Jakarta, Inge akrab ia disapa menuturkan kisahnya merintis restoran yang dirintisnya bersama sang suami tercinta, FX Imran Tanoto.”Kita butuh lima tahun untuk mempertimbangkannya,” ungkapnya, sebelum akhirnya ia memutuskan beralih bisnis pada Juli 2009.

Ia menilai, saat itu memang bisnis jual-beli kendaraan tidak terlalu bergairah. Sempat terbetik dalam benaknya, ”Bila membuka bisnis restoran, apakah akan mampu berkembang?,” ungkapnya. Semangat Inge kian terpacu, setelah beberapa sanak saudara dan rekan sejawat berkomentar, ”Nge masakanmu enak sekali. Kamu cocok kalau membuka restoran,” ujar mereka berkomentar.

Mendapat dukungan orang terdekat, membuat dirinya kian semangat. ”Dibutuhkan enam bulan untuk merenovasi showroom menjadi restoran bergaya in door dan menyiapkan menu masakan,” ujar Ibu dari tiga orang putra, masing-masing Farrel (22), Micheal (20), dan Teressa (16) ini menjelaskan.

Bahkan saat sedang soft launching yang hanya dihadiri kalangan keluarga dan rekan-rekannya, muncul pula beberapa orang tamu yang datang, memesan masakan, lalu membayarnya. ”Duh rasanya senang sekali, mungkin ini pertanda baik,” ujar Inge kian optimis.

Dalam menjalankan bisnisnya, kata Inge, ia dan sang suami berbagi tugas. ”Saya akan mengurus menu masakan, karyawan, dan operasional lainnya. Sedangkan Bapak akan mengurus financial, maintenance restoran ini dan lainnya,” ungkap Inge.

Untuk menjaga kesegaran ikan gurame sebagai bahan baku utama, ia menyiapkan dua buah kolam yang dapat menampung 120 ekor ikan, ”Hygenis, quality, taste, bentuk penyajian, dan layanan yang prima menjadi perhatian kami dalam menjalankan restoran ini,” kata Inge bertekad.

Bahkan untuk memastikan operasional berjalan sesuai harapannya, Inge dan suaminya menyempatkan hadir disaat banyak pengunjung datang. ”Umumnya tamu akan datang pada saat makan siang dan saat makan malam,” ujar Inge.

Khusus pada hari Jum’at, Sabtu dan Minggu, jelas Inge, kita menyiapkan live musik. Selain pihaknya menghadirkan penyanyi, kadang banyak pengunjung yang bersedia bernyanyi. ”Mereka dapat bersenang-senang bersama keluarga dan rekan-rekannya sambil menikmati kelezatan menu yang kami hidangkan,” ujar pemilik restoran dengan konsep family ini.

Menurut Inge dari bahan baku ikan gurame ia dapat mengolah menjadi 10 macam hidangan yang berbeda dengan masing-masing keunggulan taste yang diramunya sendiri. ”Kita punya menu istimewa seperti legian kremes dalam bentuk fillet dan berasa crispy, lalu kita punya gurame asam manis yang juga banyak digemari banyak pengunjung,” ungkap Inge.

Inge menjelaskan bahwa lokasi yang strategis dan areal restoran yang cukup luas juga memberi keuntungan lain. ”Kita juga menerima penghelatan acara, baik resepsi pernikahan atau khitanan dengan menu yang disiapkan oleh kita,” ujarnya.

Kapasitas areal yang dapat menampung hingga 350 pengunjung ini, memang sangat ideal untuk menggelar penghelatan, baik acara pernikahan, kantor, atau acara lainnya. Terlebih dengan harga yang ditawarkan termasuk tempat dan menu hidangan cukup terjangkau, dengan kisaran antara Rp 10 hingga Rp 20 juta, ”Itu sangat tergantung dengan menu dan jumlah menu yang ingin disajikan,” ungkap Inge.

Ia pun bertekad dengan kehadiran Lesehan Gurame yang membawa resep citarasa tradisional Sunda dan Jawa, dapat memanjakan lidah para pecinta kuliner asli Indonesia, ”Kami berharap dapat memuaskan hasrat kuliner para pelanggan kami dengan sajian yang terbaik yang kami sajikan,” ujar Inge berharap.

Related posts