Membangun Infrastruktur Indonesia Dengan Efisien dan Efektif - Vice President Marketing and Bussines Development PT Katama Suryabumi : Agus B Sutopo

Di dunia rancang bangun, mewujudkan infrastruktur yang kokoh dan bertahan lama menjadi harapan semua kontraktor. Dan sistem pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) menjadi solusi yang tepat.

Neraca. Kesiapan dan dukungan para pelaku jasa konstruksi nasional dalam mengaplikasikan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), memang tak diragukan lagi. Begitupun halnya dengan PT Katama Suryabumi, sebuah perusahaan rancang bangun yang memiliki inovasi dan teknologi sistem Kontruksi Sarang Laba-Laba (KSLL).

Vice President Marketing and Bussines Development PT Katama Suryabumi, Agus B Sutopo menuturkan bahwa pihaknya siap terlibat dalam pembangunan MP3EI. “Kami siap berkontribusi dalam program pemerataan pembangunan enam koridor ekonomi di Jawa dan di luar Jawa ini,” ungkapnya.

Menurut Agus akrab ia disapa, teknologi dan inovasi sistem KSLL yang dimiliki Katama dalam pembangunan sejumlah infrstruktur di Indonesia sudah terbukti keandalannya.

Ia mencontohkan, saat gempa dan tsunami mengguncang Aceh dan sekitarnya, 24 Desember 2004 dan melumatkan banyak bangunan, ternyata tidak berlaku bagi 34 bangunan yang menggunakan sistem KSLL, yang hingga kini masih kokoh berfungsi.

Oleh karena itu, Katama Suryabumi meyakini bila teknologi sistem pondasi KSLL mampu menjawab tantangan infrstruktur di Indonesia, terutama dalam mendukung prioritas pembangunan infrastruktur 2012, yang memfokuskan pada proyek MP3EI dan Metropolitan Priority Area (MPA), seperti proyek infrastruktur bandara, pelabuhan, dan jalan tol.

Proyek infrastruktur, ungkap Agus, memang harus dibangun secara merata di seluruh wilayah guna mendongkrak investasi masuk. “Karena dengan infrastruktur yang baik, akan membuka peluang pembangunan industri di Indonesia,” jelasnya.

Sebelumnya, pada 20 Mei 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menetapkan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia tahun 2011-2025. Presiden berharap agar proyek MP3EI yang didanai oleh APBN 2011 dan 2012, dapat dilaksanakan tepat waktu, dan dapat menyerap tenaga kerja.

Dalam pelaksanaannya, jelas Agus, pemerintah juga menerapkan performance based contrack pada semua proyek infrastruktur. “Dan kami sangat siap untuk membuktikannya melalui hasil kerja kami,” tegas Agus.

Performance based contrack adalah prinsip utama yang berbasis pada kinerja. Artinya setiap kontraktor wajib menyelesaikan segala kegiatan jasa dan pekerjaan fisik dalam periode tertentu. Bahkan kontraktor diminta menanggung segala resiko kecuali hal yang tidak termasuk dalam kontrak.

“Semua indikator pekerjaan proyek konstruksi hingga selesainya proyek konstruksi dalam rentang waktu tertentu, akan tetap menjadi kewajiban dan tanggungan pihak kontraktor,” ungkap Agus, ini menjadi jaminan dari kualitas pekerjaan proyek yang dilakukan para kontraktor.

Bukti Keunggulan

Keunggulan pondasi KSLL memang diakui banyak kalangan. Hal ini ditandai dengan diraihnya sejumlah penghargaan dan apresiasi lainnya. Antara lain; penghargaan PU Award tahun 2007, Ristek Award dan Indocement Award tahun 2008, dan terakhir mendapat kepercayaan dengan meraih penghargaan Upakarti Teknologi Inovasi diakhir 2009 yang diberikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden Director PT Katama Suryabumi, HM Kris Suyanto, JF di Istana Negara, yang didampingi kedua penemu sistem pondasi KSLL, Bapak Ryantori dan (alm) Sutjipto.

Agus pun mengajak agar pihak praktisi bisnis dibidang konstruksi Indonesia dapat turut mengaplikasikan sistem KSLL dalam berbagi proyek infrastruktur sebagai wujud kebanggaan akan karya cipta bangsa Indonesia.

“Kita pun berusaha untuk mensosialisasikannya ditingkat international, bahwa pondasi KSSL merupakan prestasi dunia dari Indonesia,” jelas Agus. Untuk mewujudkannya, tentu memerlukan dukungan dari berbagai pihak khususnya Pemerintah Indonesia.

Bahkan sebuah perusahaan publik yang bergerak dibidang teknik dan konstruksi asal Inggris, Scott Wilson telah melakukan serangkaian pengujian terhadap konstruksi sarang laba-laba di Bandara Udara Internasional Juwata Tarakan Kalimantan Timur.

Mereka melakukan pengujian pavement clasification number (PCN), jelas Agus, PCN dilakukan untuk menentukan jenis pesawat apa saja yang dapat mempergunakan konstruksi KSLL. Bandara Juwata Tarakan sendiri mempergunakan KSLL untuk bagian taxiway (tempat keluar dan masuk pesawat) dan apron (tempat parkir pesawat).

“Rangkaian segitiga yang disusun menyerupai sarang laba-laba merupakan konstruksi yang sangat kuat, segitiga sendiri dalam dunia konstruksi merupakan bentuk yang diklaim kokoh dibandingkan bentuk lainnya.” Demikian ungkap salah seorang tim penguji.

Sistem teknologi KSLL yang ramah lingkungan juga terbukti telah menyelamatkan aset nasional bahkan jiwa manusia. “Bisnis kita ada unsur kemanusiaan, bukan murni sekadar bisnis yang hanya mengukur keuntungan,” jelasnya.

Sistem pondasi KSSL telah diaplikasikan untuk pembangunan berbagai infrastruktur. Seperti konstruksi runway pada bandara, taxiway dan apron, “Keandalan KSLL dapat dilihat pada Bandara Juwata dan pembangunan Apron untuk pangkalan TNI AU di Tarakan, Kalimantan Timur, dan sejumlah proyek lainnya dari Aceh hingga Manokwari-Papua,” ungkap Agus.

Sistem pondasi KSLL karya bangsa Indonesia, tak hanya menjawab kebutuhan dunia teknologi konstruksi akan sistem pondasi yang bernilai ekonomis dari segi biaya, tapi juga multi fungsi. Dalam perhitungan, biaya konstruksi bahkan dapat dihemat hingga 50 persen.

Dari segi waktu, jelas Agus, sistem KSLL sangat efisien, karena menerapkan prinsip ban berjalan, sehingga pengerjaannya pun lebih cepat dibanding sistem konstruksi lain. “Dari 1000 lebih bangunan yang menggunakan sistem KSLL, hingga saat ini belum ada bangunan yang mengalami keretakan berarti,” tegasnya.

Ini berarti KSLL memberikan stabilitas yang tinggi, meski terjadi guncangan. Resiko penurunan yang tidak merata, dapat dieliminasi sampai mendekati angka nol, “Sistem ini mampu membuat tanah menjadi bagian dari struktur pondasi,” urainya. Pondasi KSLL salah satu alternatif solusi pondasi, yang dapat dipertanggung jawabkan dan layak dikembangkan. Maka tak aneh bila sejumlah penghargaan mampu diraih PT Katama Suryabumi dengan teknologi dan inovasi KSLL.

BERITA TERKAIT

Capaian Prestasi 3 Tahun Pembangunan Infrastruktur Jokowi

                                  Oleh: Indah Rahmawati…

Solusi Alami Kendalikan Pemanasan Global di Indonesia

Oleh: Genta Tenri Mawangi Pemanasan global telah menjadi masalah masyarakat dunia, karena dampaknya dianggap tengah terjadi di banyak negara. Dalam beberapa…

Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi - Penanaman Modal di Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…

Tanto Darmawan Sutjipto Pemilik, PT Metro Taruna Agency - Menuai Sukses Dimulai Dari Tukang Antar Koran

Sejatinya hiruk pikuk dan branding sebuah media tidak lepas dari jasa para pengecer, loper, hingga agen sebuah surat kabar. Oleh…

Ade Sudrajat Usman, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) - Industri Tekstil Siap Bersaing di Pasar Global

Industri tekstil mengaku yang paling siap menyongsong Indonesia kembali bergabung dalam perdagangan bebas Trans Pacific Partnership (TPP). Namun, ada beberapa…