15 Kepala Daerah Terima Penghargaan Kihajar

 

15 Kepala Daerah di Indonesia menerima penghargaan Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) 2017. Para kepala daerah ini terdiri dari enam gubernur dan delapan walikota / bupati. Penghargaan ini diberikan Kemendikbud kepada para kepala daerah yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen terhadap pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk dunia pendidikan dan kebudayaan.

“Tahun ini menjadi tahun yang ke -6 Kemendikbud memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintahan kabupaten/ kota dan provinsi atas segala upayanya dalam membuat kebijakan, mengembangkan, serta mengimplementasikan TIK , ” ujar Kepala Pustekkom, Gogot Suharwoto dikutip dari siaran pers Kemendikbud.

Penganugerahan didahului pendaftaran dan pelengkapan berkas oleh Dinas Pendidikan provinsi, kabupaten atau kota pada bulan Agustus hingga awal Oktober 2017. Berkas yang masuk kemudian finilai oleh tim juri yang terdiri dari praktisi TIK , akademisi, perwakilan media, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta internal Kemendikbud.

Para Kepala Daerah yang menerima penghargaan terkait pengembangan TIK di antaranya untuk tingkat pertama diberikan kepada Gubernur Sulawesi Utara, tingkat madya diberikan kepada Gubernur Jawa Barat, dan tingkat utama diberikan kepada Gubernur Jawa Tengah. Selain itu penghargaan khusus diberikan kepada Gubernur Jawa Timur, Gubernur Maluku, serta Gubernur Kalimantan Selatan.

Para walikota/bupati yang memperoleh penghagaan antara lain penghargaan tingkat pertama diberikan kepada Wali Kota Pontianak, dan Wali Kota Kediri. Penghargaan tingkat madya diberikan kepada Bupati Semarang dan Wali Kota Bandung. Penghargaan tingkat utama diberikan kepada Wali Kota Jambi, dan Wali Kota Surabaya. Sedangkan Wali Kota Pekanbaru, Wali Kota Padang Panjang, dan Bupati Dharmasraya menerima penghargaan kategori khusus.

 

BERITA TERKAIT

Kompetisi Inovasi Multinasional WSEEC Digelar, 311 Tim dari 18 Negara Ikut Meramaikan

  NERACA Jakarta - Fakultas Farmasi Universitas Pancasila bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan Department of Food…

Pendidikan yang Memerdekakan

  Setiap tanggal 2 Mei Bangsa Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Tak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa Pemerintah menetapkan…

Pendidikan Karakter Perlu Mencontoh Orangtua dan Guru

    Pakar Psikologi Kognitif, Fakultas Psikologi (FPsi), Universitas Indonesia (UI), Dr Dyah Triarini Indirasari mengatakan bahwa pendidikan karakter memerlukan contoh nyata…

BERITA LAINNYA DI

Kompetisi Inovasi Multinasional WSEEC Digelar, 311 Tim dari 18 Negara Ikut Meramaikan

  NERACA Jakarta - Fakultas Farmasi Universitas Pancasila bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan Department of Food…

Pendidikan yang Memerdekakan

  Setiap tanggal 2 Mei Bangsa Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Tak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa Pemerintah menetapkan…

Pendidikan Karakter Perlu Mencontoh Orangtua dan Guru

    Pakar Psikologi Kognitif, Fakultas Psikologi (FPsi), Universitas Indonesia (UI), Dr Dyah Triarini Indirasari mengatakan bahwa pendidikan karakter memerlukan contoh nyata…