Targetkan Pertumbuhan 20% - Rohartindo Nusantara Genjot Penjualan Koper Airwheel

NERACA

Jakarta – Masih mengandalkan penjualan koper Airwheel (smart luggage) menjadi optimis PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL) mampu membukukan penjualan tahun ini lebih baik dari tahun 2023. Emiten penjual produk alat teknik, rumah tangga, perkakas dan koper airwheel ini menargetkan pertumbuhan kinerja sekitar 20% pada 2024.

Direktur Utama TOOL, Ronald Hartono Tan mengatakan, manajemen optimistis terhadap prospek usaha perseroan di masa mendatang dengan target pertumbuhan sekitar 20%. Penjualan terutama ditopang segmen bisnis koper. "Kami menargetkan kinerja tumbuh 20% pada 2024 meneruskan tren positif pada 2023, terutama di segmen bisnis koper," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Asal tahu saja, tahun ini perseroan bakal buka toko offline untuk koper airwheel (smart luggage) yang laris manis dipasarkasn secara online. Ya, tingginya permintaan pasar yang semakin besar, di mana Airwheel sebagai produk smart robotic luggage terbukti telah menjadi favorit pelanggan untuk kebutuhan travelling menjadi alasan membuka tokok offline.

Pada 2023, TOOL mencatatkan pendapatan Rp148,49 miliar, meningkat 45,14% dari Rp102,30 miliar pada 2022. Pendapatan tertinggi dihasilkan dari penjualan segmen usaha koper sebesar Rp83,17 miliar, meningkat 265,29% dari tahun 2022 sebanyak Rp22,7 miliar. Selain itu, perseroan mendapatkan perolehan laba bersih tahun berjalan sejumlah Rp29,92 miliar meningkat sebesar 117,51% jika dibandingkan di tahun 2022 sejumlah Rp13,75 miliar.

Segmen bisnis koper, TOOL juga membukukan pendapatan dari segmen bisnis perkakas dan perabot rumah tangga, yang masing-masing mencapai Rp57,26 miliar dan Rp8,04 miliar pada 2023. Diharapkan di tahun 2024, jumlah penjualan atas segmen usaha tas koper, perkakas, dan peralatan rumah tangga kembali mengalami peningkatan.

Ronald Hartono Tan menyampaikan, untuk mengejar target pertumbuhan perseroan akan terus berinvestasi dalam meningkatkan inovasi, dan penelitian. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa produk atau layanan TOOL tetap relevan dan kompetitif.

Selain itu perseroan juga akan lebih memahami tren pasar, dan kebutuhan konsumen di berbagai wilayah. Perseroan berharap dapat terus mengeksplorasi peluang baru dan mendiversifikasi portofolio bisnis serta melakukan perluasan untuk lebih luas menjangkau pasar, sehingga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan bisnis.

Menurutnya tren pertumbuhan pariwisata di Indonesia berjalan positif dimana hal tersebut mendorong permintaan Airwheel pada tahun 2023. Diharapkan pada tahun 2024 hal positif terus berlanjut agar penjualan Airwheel dapat mengalami peningkatan. "Pada tahun 2024, proses transisi pandemi Covid-19 diharapkan telah selesai sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan lebih sering. Hal itu didukung oleh pemerintah melalui penetapan-penetapan hari libur dan cuti nasional yang panjang sehingga mendukung masyarakat untuk melakukan perjalanan," jelasnya.

Rohartindo Nusantara Luas pun menggelontorkan investasi Rp20,95 miliar untuk pembukaan toko perdana. Rencana tersebut sudah tercantum dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK). Untuk meningkatkan kinerja penjualan pada 2024, Rohartindo Nusantara Luas juga menerapkan strategi dan upaya untuk memasarkan produk-produk melalui booth/pop up di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta. Perseroan juga berpartisipasi melakukan pemasaran produk melalui event Pekan Raya Jakarta. (bani)

 

BERITA TERKAIT

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

Kebijakan Short Selling Bakal Dirilis Oktober

NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, kebijakan short selling dalam rangka meningkatkan likuiditas transaksi saham di pasar akan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

Kebijakan Short Selling Bakal Dirilis Oktober

NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, kebijakan short selling dalam rangka meningkatkan likuiditas transaksi saham di pasar akan…