Jayamas Medica Bagi Dividen Rp77,92 Miliar

NERACA

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) berencana akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2023 sebesar Rp77,92 miliar atau setara Rp2,88 per saham. Jumlah dividen tersebut senilai 30,04% dari laba OMED tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp259,35 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Herlien Sri Ariani selaku Direktur Utama OMED juga mengatakan, hasil RUPS telah memberikan kuasa dan wewenang kepada direksi perseroan dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan tersebut. RUPS juga menyetujui untuk menetapkan saldo laba yang belum dicadangkan Perseroan, sebagai saldo laba Perseroan yang belum ditentukan penggunaannya untuk  tahun buku berikutnya.

Diketahui, emiten yang bergerak di bidang usaha manufaktur alat kesehatan, alat kesehatan elektromedik, alat diagnostik, antiseptik dan disinfektan, dan perbekalan kesehatan rumah tangga lainnya ini, membukukan laba bersih pada tahun 2023 sebesar Rp 259,35 miliar. Angka ini menurun bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2022, yang tercatat sebesar Rp 285,8 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp 9,57 per lembar.

Di kuartal pertama 2024, perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih dengan marjin sebesar 15%, dari Rp 56,4 miliar menjadi Rp 63,5 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari sisi operasional, OMED berhasil menunjukkan peningkatan volume penjualan keseluruhan sebesar 11,8% dibanding periode yang sama tahun lalu. Rinciannya, kontribusi penjualan dari kategori produk unggulan seperti Medical Disposable and Consumable naik 8,5% YoY (Year-on-Year) dari Rp 206,9 miliar mencapai Rp 224,6 miliar.

Kemudian, kontribusi penjualan produk dari kategori wound care meningkat 18,6% YoY dari Rp 55,9 miliar menjadi Rp 66,4 miliar. “Kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan kinerja Perseroan dalam industri alat Kesehatan ini meskipun normalisasi ASP (Average Selling Price) dari tahun ke tahun tetap terjadi sedikit penurunan,” tutur Direktur OMED, Leonard Hartanto.

Dengan peningkatan volume penjualan dibanding tahun sebelumnya, OMED berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 7,7 persen, dari Rp 396,9 miliar menjadi Rp 427,4 miliar per kuartal I-2024. Selanjutnya, OMED mampu membukukan EBITDA sebesar Rp 99,7 miliar sampai dengan periode kuartal I-2024, meningkat sebesar 14,2% YoY dari pencapaian kuartal satu tahun sebelumnya sebesar Rp 87,3 miliar.

Dari sisi neraca keuangan, total aset OMED per 31 Maret 2024 tercatat sebesar Rp 2,64 triliun, meningkat 2,5% dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2023. Total ekuitas OMED juga mampu meningkat dari Rp 2,24 triliun pada akhir tahun 2023 kemarin menjadi Rp 2,31 triliun per kuartal I-2024. Sedangkan, total liabilitas OMED stabil dari Rp 336 miliar menjadi Rp 337 miliar per 31 Maret 2024. (bani)

 

 

BERITA TERKAIT

PLN Indonesia Power UBP Priok - Siap Amankan Pasokan Listrik Jelang Idul Adha

Jelang perayaan Idul Adha 1445 H, PT PLN  Indonesia Power UBP Priok memastikan kehandalan dan keamanan pasokan listriknya.  UBP Priok…

Manfaatkan Pengelolaan Sampah Berbasis Carbon Neutral

Pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sangat penting untuk mewariskan kelestarian lingkungan buat anak cucu. Namun sayangnya, kesadaran masyarakat dalam mengelola…

Akuisisi Tol MBZ - Nusantara Infra Private Sector Terbesar di Tol

NERACA Jakarta -Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Nusantara Infrastructure Tbk (Perusahaan) menyetujui keempat mata acara rapat. Keempat mata…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

PLN Indonesia Power UBP Priok - Siap Amankan Pasokan Listrik Jelang Idul Adha

Jelang perayaan Idul Adha 1445 H, PT PLN  Indonesia Power UBP Priok memastikan kehandalan dan keamanan pasokan listriknya.  UBP Priok…

Manfaatkan Pengelolaan Sampah Berbasis Carbon Neutral

Pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sangat penting untuk mewariskan kelestarian lingkungan buat anak cucu. Namun sayangnya, kesadaran masyarakat dalam mengelola…

Akuisisi Tol MBZ - Nusantara Infra Private Sector Terbesar di Tol

NERACA Jakarta -Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Nusantara Infrastructure Tbk (Perusahaan) menyetujui keempat mata acara rapat. Keempat mata…