UKM Terus Didorong Jajaki Pasar Ekspor

NERACA

Semarang – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong para pelaku usaha kecil dan menengah  (UKM) di Galeri Sentra Batik Pewarna Alam Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah untuk menjajaki pasar ekspor. Salah satunya, dengan berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 yang akan digelar  pada 9 – 12 Oktober 2024. Pameran ini bertujuan agar produk Indonesia makin mendunia.

 “Setiap ke daerah, saya selalu mengunjungi UMKM (usaha mikro kecil dan menengah), terutama usaha yang menjadi ciri khas daerah itu. Disini, kita punya batik. Batik sudah menjadi produk kelas dunia. Oleh  karena itu, saya mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap perajin, industri, dan UMKM di sektor ini, secara terus-menerus dengan segala daya dan upaya,”ungkap Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan.

Galeri Sentra Batik Pewarna Alam Gunung Pati yang terletak di kampung Malon ditunjuk sebagai salah satu wilayah dari 16 wilayah yang menerima Program Kampung Tematik di wilayah kota Semarang. Para  perajin batik yang tergabung dalam kelompok Batik Kampung Malon sepakat menggunakan bahan pewarna alami untuk memproduksi batik dengan mengusung semangat cinta lingkungan.

Galeri Sentra Batik Gunung Pati terkenal dengan produksi batik warna alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti dari daun indigo, limbah bakau, kulit mahoni, secang, tegeran, dan jelawe. Ini tentunya sangat menarik bagi para pembeli dari berbagai negara.

Atas dasar itu jugalah Zulkifli mendorong agar pelaku UKM Galeri Sentra Batik Pewarna Alam Gunung Pati dapat berpartisipasi pada TEI 2024 dengan bantuan dari pemerintah daerah agar dapat mempromosikan produk-produknya ke mancanegara.

Selain itu, Zulkifli menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama dari berbagai pihak untuk   mempromosikan produk Indonesia. Kemendag juga memiliki perwakilan perdagangan di luar negeri seperti Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag) yang dapat membantu para pelaku UKM memasarkan produknya di pasar global.

“Kata kuncinya kolaborasi antara pengusaha batik, pemerintah daerah, pemerintah pusat, para duta besar, serta perwakilan perdagangan dari seluruh dunia. Para duta besar dan perwakilan perdagangan mendatangkan buyer dari luar negeri pada TEI 2024. Jadi, kerja sama,” jelas Zulkifli.

Terkait dengan batik, industri batik memiliki peranan yang amat penting bagi perekonomian nasional. Sepanjang tahun 2022, nilai ekspor batik dan produk batik menembus angka USD64,56 juta atau meningkat 30,1 persen dibanding capaian tahun 2021. Sementara itu, pada periode Januari-April 2023, nilai ekspor batik dan produk batik sebesar USD26,7 juta, dan ditargetkan dapat menyentuh hingga USD100 juta selama tahun 2023.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, industri batik juga merupakan sektor padat karya yang telah menyerap tenaga kerja hingga jutaan orang. Artinya, sektor industri batik ini telah memberikan kehidupan dan penghasilan bagi jutaan rakyat Indonesia.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimis, kinerja industri batik akan semakin tumbuh, terlebih lagi setelah lepas dari dampak pandemi Covid-19. Selain itu, sinyal positif menggeliatnya ekonomi juga diberikan oleh IMF yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2023 mencapai 3 persen, meningkat dari perkiraan sebelumnya dari proyeksi April lalu (2,8 persen). 

Oleh karenanya, lanjut Agus, dalam upaya pengembangan industri batik diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak, seperti asosiasi, pelaku usaha, desainer, akademisi, e-commerce hingga influencer untuk dapat mengembangkan, memperkenalkan serta mempromosikan potensi kekayaan batik dalam negeri.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pengrajin, desainer, pelaku industri, serta pecinta dan pemakai batik yang selama ini berkreasi menciptakan, memproduksi, dan menggunakan batik sebagai karya adiluhung bangsa kita,” papar Agus.

Menurut Agus, batik nusantara memiliki keunggulan dan daya saing yang tinggi karena motif, desain, dan coraknya yang inovatif dengan berbasis kearifan lokal. “Bapak Presiden menegaskan bahwa batik sangat istimewa, tidak saja karena keindahannya, tetapi juga punya makna dan filosofi yang dalam. Batik adalah wajah kita dan kehormatan kita,” ungkap Agus.

Tidak hanya itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) batik untuk dapat merebut potensi pasar, khususnya pasar batik untuk kebutuhan jamaah haji. Sebab,Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia tentunya memiliki jumlah jemaah haji yang cukup banyak. Untuk musim haji 2024, data Kementerian Agama (Kemenag) menyebutkan, terdapat 241.000 orang jemaah haji tahun 2024 dari Indonesia.

 

 

 

BERITA TERKAIT

Perluas Pasar Mamin Indonesia di Korea Selatan - SEOUL FOOD AND HOTEL 2024

NERACA Jakarta – Produk makanan dan minuman (mamin) olahan Indonesia siap dicicipi peserta pameran Seoul Food and Hotel 2024 yang…

Blue Natural Capital Indonesia Diperkuat

NERACA Manado – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk meningkatkan “Blue Natural Capital” atau “Modal Alam…

Indonesia " Mesir Sepakat Tingkatkan Perdagangan Bilateral

NERACA Istanbul – Indonesia dan Mesir sepakat untuk meningkatkan kerja sama perdagangan bilateral. Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Perdagangan…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Perluas Pasar Mamin Indonesia di Korea Selatan - SEOUL FOOD AND HOTEL 2024

NERACA Jakarta – Produk makanan dan minuman (mamin) olahan Indonesia siap dicicipi peserta pameran Seoul Food and Hotel 2024 yang…

Blue Natural Capital Indonesia Diperkuat

NERACA Manado – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk meningkatkan “Blue Natural Capital” atau “Modal Alam…

Indonesia " Mesir Sepakat Tingkatkan Perdagangan Bilateral

NERACA Istanbul – Indonesia dan Mesir sepakat untuk meningkatkan kerja sama perdagangan bilateral. Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Perdagangan…