SANKO Holding Ditawarkan Berinvestasi di Sektor Energi

NERACA

Jakarta – Dalam pertemuan antara tim dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan para pelaku industri di Istanbul, Turki, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membawa misi peningkatan investasi asal negara tersebut di Indonesia, khususnya bagi sektor industri manufaktur. Salah satu perusahaan yang ditemui adalah SANKO Holding, konglomerasi manufaktur terbesar di Turki yang dikenal secara global sebagai penghasil tekstil hingga produsen energi terbarukan. 

SANKO Holding mempekerjakan sekitar 14.000 tenaga kerja, beroperasi di 11 sektor berbeda, dan mengekspor produknya ke lebih dari 100 negara. Sektor-sektor unggulan dari SANKO Holding meliputi industri tekstil, pengemasan, energi, konstruksi, semen dan bangunan, serta real estate. Di bidang tekstil, SANKO Textile merupakan salah satu pemimpin global dalam produksi benang dan kain.

“Dalam pertemuan kemarin, kami mendorong SANKO Holding untuk memperluas investasinya ke sektor hilir, juga ke sektor energi,” ujar Agus di Jakarta.

Agus juga mengundang Sanko Enerji, anak perusahaan Sanko Holding, untuk berinvestasi di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia, yang saat ini memiliki tingkat utilisasi rendah. “Terdapat sekitar 69 bendungan di Indonesia yang belum termanfaatkan secara optimal, sehingga menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan SANKO Holding untuk mengembangkan lini energinya di Indonesia,” jelas Agus.

SANKO Enerji saat ini telah memiliki sejumlah pembangkit listrik dari hydroelectric, angin, dan panas bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.000 MW. Peluang investasi yang ditawarkan oleh Agus juga mendorong SANKO Holding untuk berpartisipasi dalam produksi energi terbarukan, sebagai salah satu upaya mewujudkan Net Zero Emission (NZE) di Indonesia pada 2060. 

“Pihak SANKO menyambut baik tawaran tersebut dan akan membicarakan hal ini lebih lanjut,” kata Agus. Selain itu, SANKO Holding juga memiliki industri tekstil dan kemasan yang juga perlu didorong investasinya di Indonesia.

Total investasi Turki di Indonesia pada kurun waktu 2019 hingga 2023 mencapai USD42,758 Juta, menempatkan Turki pada urutan ke-43 di antara negara-negara yang berinvestasi di Indonesia. Artinya, masih terdapat peluang yang masih sangat besar bagi perusahaan-perusahaan asal Turki untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Terkait dengan Turki, sebelumnya Pertamina Geothermal Energy (PGE) menandatangani nota Confidentiality Agreement (CA) dengan perusahaan energi asal Turki, KipaÅŸ Holding. Kedua perusahaan energi tersebut sepakat untuk memulai kerja sama sektor energi di bidang panas bumi.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Julfi Hadi selaku Direktur Utama PGE dan Mehmet Sisman dari GM KipaÅŸ Holding, yang disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama di Istanbul.

"Syukur, ALHAMDULILLAH, sore ini PGE dan KipaÅŸ Holding telah sepakat memulai kerja sama panas bumi. Selama hampir empat bulan kita serius menjajaki peluang kerja sama ekonomi di bidang energi, dan hari ini kerja keras itu membuahkan hasil" ungkap Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama mengutip sumber KBRI Ankara

Rizal pun menjelas bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara telah memfasilitasi upaya PGE untuk mencari potensi kerja sama eksplorasi dan operasi panas bumi dengan beberapa perusahaan energi di Turki. Berbagai pertemuan telah dilakukan guna menemukan calon mitra yang tepat. Dalam pertemuan awal sebelumnya, PGE dan KipaÅŸ Holding tertarik untuk melakukan kerja sama eksplorasi baik di Turki dan di Indonesia bahkan membuka kemungkinan untuk joint investment di negara ketiga.

Rizal yang baru menyerahkan surat kepercayaan pada pertengahan Januari lalu juga menggarisbawahi kerja sama energi sebagai unsur dari 4 +1 prioritas misinya sebagai Duta Besar RI kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yaitu Pertahanan, Energi, Konstruksi dan Kesehatan, serta Perdagangan. Hal ini disambut baik oleh Presiden Erdogan dengan menugaskan pejabat utamanya untuk mengawal proyek-proyek kerja sama Indonesia Turki.​

Selain dengan KipaÅŸ Holding,Rizal juga memfasilitasi PGE untuk bertemu dengan beberapa perusahaan energi lainnya. "Dalam kunjungan PGE ke Turki kali ini kami juga bertemu dengan beberapa perusahaan energi papan atas melakukan diskusi-diskusi panjang dalam setiap pertemuan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat  kita bisa menemukan 1 atau 2 potential partner lagi untuk investasi di Turki," jelas Dirut PGE Julfi Hadi.

Julfi  juga pernah menyampaikan bahwa panas bumi berkembang menjadi energi terbarukan yang paling potensial untuk mengurangi karbonisasi sektor industri di Indonesia, menciptakan peluang berkelanjutan dalam transformasi menuju pemanfaatan sumber daya energi yang ramah lingkungan.

“Ini dikarenakan panas bumi memiliki ketersediaan terbaik di antara energi terbarukan lainnya serta dapat dikontrol, selain itu dengan potensinya yang sangat besar di Indonesia, panas bumi mampu menjadi baseload hijau untuk sektor industri, sebagai sumber energi terbarukan strategis yang utama,” ujar Julfi.

 

BERITA TERKAIT

Tahun 2023, Laba Pertamina Sebesar Rp 72 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2023, PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba total sebesar USD4,77 miliar atau sekitar Rp 72,7 triliun…

Lulusan Sekolah Menengah KKP Terserap Industri Perikanan Luar Negeri

NERACA Tegal – Sebanyak 103 lulusan Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dari total 331…

TKDN Pertamina Tahun 2023 Sebesar Rp 374 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang 2023, Pertamina Group berhasil melakukan penyerapan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 47% dari total…

BERITA LAINNYA DI Industri

Tahun 2023, Laba Pertamina Sebesar Rp 72 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2023, PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba total sebesar USD4,77 miliar atau sekitar Rp 72,7 triliun…

Lulusan Sekolah Menengah KKP Terserap Industri Perikanan Luar Negeri

NERACA Tegal – Sebanyak 103 lulusan Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dari total 331…

TKDN Pertamina Tahun 2023 Sebesar Rp 374 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang 2023, Pertamina Group berhasil melakukan penyerapan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 47% dari total…