Kementan Tingkatkan Kapasitas Pendamping Petani Muda Jawa Timur

NERACA


Malang- Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services [YESS] merupakan inisiatif kerjasama Kementerian Pertanian RI dan International Fund for Agricultural Development [IFAD]. Sasarannya, regenerasi pertanian melalui pendampingan dan pengawalan bagi petani muda pada sejumlah provinsi di antaranya Jawa Timur.

 

Program YESS menyediakan dukungan komprehensif bagi pemuda pedesaan, untuk mengembangkan kewirausahaan petani didampingi Fasilitator Pemuda dalam memfasilitasi petani muda dalam dalam mengembangkan usaha mereka melalui pendampingan yang diberikan oleh para fasilitator. 

 

Guna mencapai sasaran tersebut, Polbangtan Malang selaku Provincial Project Implementation Unit [PPIU] Jawa Timur mengadakan kegiatan ´Peningkatan Kapasitas Fasilitator Pemuda´ selama dua hari, 18 - 19 April di Savana Hotel and Convention di Kota Malang.

 

Hadir 169 Fasilitator Pemuda dari lima kabupaten kegiatan Program YESS Jawa Timur yakni Pasuruan, Malang, Pacitan, Banyuwangi dan Tulungagung yang secara keseluruhan didukung 183 Fasilitator Pemuda pendamping petani muda Program YESS.

 

Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya membangun ekosistem baru di sektor pertanian. Guna memberi ruang dan peluang bagi generasi milenial mengembangkan pertanian sebagai sumber penghidupan dan mendapatkan cuan.

 

“Saya ingin agar anak-anak muda kita juga mau melirik pertanian sebagai sektor yang diunggulkan,” katanya.

 

Harapan senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi yang mengharapkan Program YESS mendukung terwujudnya regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi SDM dari pedesaan dan meningkatkan jumlah wirausahawan muda di bidang pertanian.

 

"Program YESS sangat mendukung pengembangan SDM pertanian, dengan memberdayakan para pemuda tani untuk memanfaatkan sumberdaya alam pedesaan secara optimal, profesional, menguntungkan dan berkelanjutan. Tentunya, mereka ini akan siap menghadapi era milenial," katanya.

 

Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana menegaskan peran vital Fasilitator Pemuda mendukung sukses Program YESS. Pasalnya, mereka ujung tombak pelaksanaan kegiatan untuk membangkitkan motivasi dan semangat untuk mendampingi petani muda.

 

"Ke depan, kita akan terus berupaya mencari calon petani muda potensial agar dapat kita lakukan pendampingan dan pengawalan dalam pengembangan usaha mereka," katanya.

 

Sementara Project Manager PPIU Jatim, Acep Hariri menyoroti pentingnya pemahaman tugas dan fungsi Fasilitator Pemuda pada lima kabupaten kegiatan YESS di Jawa Timur.

 

"Diharapkan masing-masing fasilitator dapat mengidentifikasi petani muda binaan yang potensial sehingga dapat dibentuk klaster berdasarkan komoditas unggulan," katanya.

 

Setelah sambutan dan arahan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait teknik pendampingan penerima manfaat, evaluasi data penerima manfaat, pengembangan korporasi petani milenial, pemetaan wilayah kerja fasilitator, pengelolaan dan validasi data calon penerima manfaat, pendampingan melalui community based dan teknik penyusunan laporan kinerja.

 

"Semua materi bertujuan memberi pemahaman mendalam pada para fasilitator, sehingga dapat melaksanakan tugasnya lebih efektif dan efisien," kata Acep Hariri.

 

Dia mengharapkan, kegiatan tersebut dapat menjadi ajang untuk memperkuat jaringan dan kerjasama antar sesama pemangku kepentingan dalam sektor pertanian. 

 

"Diharapkan, melalui kerja keras dan kolaborasi yang baik, Program YESS dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan pertanian di Jawa Timur, khususnya bagi para petani muda yang menjadi fokus utama program," ungkap Acep Hariri.

BERITA TERKAIT

Anak Usaha SIG Siapkan Separuh Area Pabrik Cilacap Sebagai Hutan Kota

  NERACA Jakarta – Di tengah tantangan perubahan iklim dan semakin mendesaknya upaya pelestarian lingkungan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk…

Kenali Dunia Kerja, SMK-PP Kementan di Banjarbaru Magangkan Siswa ke Iduka

NERACA Banjarbaru - Guna terus menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompeten, produktif dan berdaya saing, Kementerian Pertanian RI…

Kemenkeu : APBN Siap Dukung Penyelesaian Permasalahan Air

    NERACA Jakarta – Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bobby…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Makro

Anak Usaha SIG Siapkan Separuh Area Pabrik Cilacap Sebagai Hutan Kota

  NERACA Jakarta – Di tengah tantangan perubahan iklim dan semakin mendesaknya upaya pelestarian lingkungan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk…

Kenali Dunia Kerja, SMK-PP Kementan di Banjarbaru Magangkan Siswa ke Iduka

NERACA Banjarbaru - Guna terus menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompeten, produktif dan berdaya saing, Kementerian Pertanian RI…

Kemenkeu : APBN Siap Dukung Penyelesaian Permasalahan Air

    NERACA Jakarta – Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bobby…