Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA

Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo, Suhindarto di Jakarta, kemarin.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memprediksi penerbitan surat utang atau obligasi korporasi pada tahun ini masih akan didominasi oleh sektor perbankan. Ramainya obligasi yang jatuh tempo dari sektor perbankan menjadi salah satu pemicunya.”Sektor perbankan masih akan menjadi kontributor terbesar dalam hal penerbitan obligasi korporasi pada tahun ini. Prediksi tersebut didasarkan atas beberapa alasan,”ujar Suhindarto.

Pertama, dilihat dari sisi nilai jatuh tempo. Suhindarto menyebut, sektor perbankan pada tahun ini akan dimeriahkan dengan banyaknya obligasi korporasi yang jatuh tempo hingga mencapai Rp 24,68 triliun atau Rp 25 triliun. Kemudian atas dasar itu, maka kebutuhan refinancing obligasi jatuh tempo dari sektor perbankan pada tahun ini bakal cukup besar. Hal inilah yang Suhindarto yakini bisa menjadi faktor kunci bagi sektor perbankan untuk menerbitkan obligasi.“Jadi, kami optimistis perbankan masih akan menjadi sektor terbesar. Biasanya, di peringkat I, 2, atau 3 di antara sektor-sektor yang lain,”kata Suhindarto.

Karenanya, Suhindarto mencermati, penerbitan obligasi korporasi di sektor perbankan ini memiliki prospek yang cerah. Alasan selanjutnya, Suhindarto melihat, dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mulai menurun dan pertumbuhan kredit yang cukup tinggi, maka sektor perbankan sebetulnya masih memerlukan alternatif pendanaan lain.“Di samping DPK yang pertumbuhannya mulai melambat, kami melihat dengan likuiditas yang mulai mengetat, kami melihat prospek penerbitan di sektor perbankan sangat baik pada tahun ini,” ujar dia.

Selain itu, Pefindo juga menaikkan peringkat surat utang PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) dari D menjadi B pada kuartal I/2024.   Disampaikan analis Pefindo, Agung Iskandar, kenaikan itu hanya berlaku untuk Obligasi Berkelanjutan Tahap II dan III tahun 2018, serta Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I tahun 2020.  “Tetapi untuk surat utang lain itu bervariasi, ada yang default lalu ada surat utang yang digaransi pemerintah sehingga kami sematkan idAAA. Jadi, memang rating Waskita agak bervariasi, tetapi untuk tiga surat utang ini kami upgrade,” ujarnya.

Agung menjelaskan bahwa pemicu kenaikan ketiga surat utang tersebut karena Waskita telah meraih persetujuan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO), terkait dengan skema penyelesaian pokok dan bunga obligasi nonpenjaminan. “Ini dipicu oleh adanya RUPO yang berhasil mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan ketiga surat utang tersebut, makanya kami naikkan peringkatnya. Namun, surat utang yang belum mendapatkan persetujuan masih kami sematkan di default,” pungkasnya

Waskita Karya diketahui menggelar RUPO pada 21-22 Februari 2024 di Jakarta. Hasilnya, RUPO Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2018 meraih persentase persetujuan 77,91%, sedangkan Obligasi Berkelanjutan IV tahap I tahun 2020 mencapai 92,38%. (bani)

BERITA TERKAIT

Elitery Dinobatkan Sebagai Google Cloud MSP di Indonesia

Elitery penyedia solusi dan layanan berbasis cloud terkemuka, mengumumkan telah menjadi Google Cloud Managed Services Provider (MSP). Direktur Utama Elitery,…

Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Jadi Laba

Di kuartal pertama 2024, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) berhasil membalikkan rugi jadi laba. Disebutkan, laba perseroan tercatat Rp14,23…

Pacu Revolusi Lewat AI - BTN Transformasi Digital dan Fokus Customer-Centric

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) telah menerapkan Artificial Intelligence (AI) dengan memberdayakan teknologi Big Data dan Machine Learning…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Elitery Dinobatkan Sebagai Google Cloud MSP di Indonesia

Elitery penyedia solusi dan layanan berbasis cloud terkemuka, mengumumkan telah menjadi Google Cloud Managed Services Provider (MSP). Direktur Utama Elitery,…

Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Jadi Laba

Di kuartal pertama 2024, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) berhasil membalikkan rugi jadi laba. Disebutkan, laba perseroan tercatat Rp14,23…

Pacu Revolusi Lewat AI - BTN Transformasi Digital dan Fokus Customer-Centric

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) telah menerapkan Artificial Intelligence (AI) dengan memberdayakan teknologi Big Data dan Machine Learning…