Jembo Cable Rencanakan Stock Split Saham

NERACA

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan jumlah saham yang beredar di pasar, PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) berencana melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:5 pada pertengahan Juni mendatang. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakatrta, kemarin.

Kata Direktur Jembo Cable, Antonius Benady, langkah stock split diharapkan dapat memenuhi ketentuan tentang jumlah minimum lembar saham perseroan (free float), serta membuat harga saham perseroan jadi lebih murah dan lebih likuid. Setelah stock split, nilai nominal saham perseroan akan menjadi Rp 100 per saham dari sebelumnya Rp 500 per saham.

Disebutkan, jumlah saham JECC juga akan bertambah dari 151.200.000 saham menjadi 756.000.000 saham. Sebagai informasi, emiten produsen kabel ini menargetkan penjualan tahun ini bisa tumbuh hingga 24% dibandingkan penjualan sebelum diaudit tahun 2023 sebesar Rp3 triliun.

Disampaikan Antonius Benady, perseroan menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target dan antara lain, pembelian mesin dan menggencarkan perluasan segmen penjualan."Strategi yang akan dilakukan yakni melakukan investasi pembelian mesin untuk meningkatkan kapasitas, serta memperluas segmentasi penjualan. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 75 miliar yang berasal dari fasilitas bank dan internal perusahaan," ujarnya.

Disisi lain, Antonius menerangkan bahwa tren harga kabel saat ini tidak banyak mengalami perubahan, karena bahan baku untuk memproduksi kabel masih relatif stabil."Harga kabel saat ini tidak ada perubahan yang signifikan karena harga bahan baku utama tembaga relatif stabil. Harga kabel tergantung dari ukuran dan jenis yang jumlahnya mencapai ribuan," ucapnya.

Terkait rencana stock split ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan tanggapan atas aksi korporasi emiten kabel tersebut.“Secara prinsip BEI dapat mempertimbangkan rencana perseroan untuk melakukan stock split dengan rasio sebanyak-banyaknya 1:5, sepanjang sudah memenuhi ketentuan yang berlaku termasuk perjanjian perseroan dengan pihak lain yang membatasi tindakan korporasi perusahaan,” kata Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna.

Nyoman menegaskan, bursa akan memantau pergerakan harga saham perseroan sampai dengan JECC memeroleh persetujuan pemegang saham atas rencana stock split. “Dalam hal harga saham perseroan mengakibatkan harga teoretis saham setelah stock split menjadi tidak sesuai ketentuan, bursa akan meminta perseroan untuk menunda rencana stock split,” ujar dia.

Dia melanjutkan, bursa meminta rencana stock split yang akan dilakukan perseroan agar dapat memerhatikan pemenuhan ketentuan V.3.3, VI.2.1 dan VI.3.1 lampiran II Keputusan Direksi Bursa nomor Kep-00101/BEI/12-2021 perihal Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.“Disamping itu, kami juga meminta kepada perseroan untuk dapat selalu mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku,” tegas dia.

BERITA TERKAIT

Elitery Dinobatkan Sebagai Google Cloud MSP di Indonesia

Elitery penyedia solusi dan layanan berbasis cloud terkemuka, mengumumkan telah menjadi Google Cloud Managed Services Provider (MSP). Direktur Utama Elitery,…

Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Jadi Laba

Di kuartal pertama 2024, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) berhasil membalikkan rugi jadi laba. Disebutkan, laba perseroan tercatat Rp14,23…

Pacu Revolusi Lewat AI - BTN Transformasi Digital dan Fokus Customer-Centric

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) telah menerapkan Artificial Intelligence (AI) dengan memberdayakan teknologi Big Data dan Machine Learning…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Elitery Dinobatkan Sebagai Google Cloud MSP di Indonesia

Elitery penyedia solusi dan layanan berbasis cloud terkemuka, mengumumkan telah menjadi Google Cloud Managed Services Provider (MSP). Direktur Utama Elitery,…

Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Jadi Laba

Di kuartal pertama 2024, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) berhasil membalikkan rugi jadi laba. Disebutkan, laba perseroan tercatat Rp14,23…

Pacu Revolusi Lewat AI - BTN Transformasi Digital dan Fokus Customer-Centric

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) telah menerapkan Artificial Intelligence (AI) dengan memberdayakan teknologi Big Data dan Machine Learning…