Laba Bersih Phapros Menyusut Tajam 66,67%

NERACA

Jakarta – Di tahun 2023, emiten farmasi PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 10,36 miliar. Angka itu anjlok 66,67% dari Rp 30 miliar pada 2022. Pelemahan laba sejalan dengan koreksi penjualan perseroan selama 2023 dengan raihan sebesar Rp 1,02 triliun, melemah 12.93% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,16 triliun.

Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, pelemahan penjualan bersumber dari menurunnya pemasukan penjualan pihak berelasi yang menyumbang Rp 881 miliar daripada tahun 2022 lalu berkontribusi Rp 1,09 triliun. Meski demikian, perseroan berhasil meningkatkan penjualan pada pihak ketiga mencapai 87,21% menjadi Rp 132 miliar dari sebelumnya Rp 70,86 miliar.

Dengan menurunya penjualan, maka beban pokok penjualan PEHA juga menunjukan penurunan cukup dalam yakni 15.24% menjadi Rp 495 miliar dari Rp 584 miliar pada akhir 2022. Dengan demikian, laba bruto yang diperoleh Phapros berjumlah Rp 518 miliar, turun 11.30% dari Rp 584 miliar. Sementara itu, total aset dari PEHA pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp 1,76 triliun yang terdiri dari aset lancar Rp 929 miliar dan aset tidak lancar Rp 836 miliar.

Sedangkan pada pos liabilitas, perseroan mencatatkan sebesar Rp 995 miliar pada pos liabilitas, lebih rendah 0,80% dari jumlah utang pada tahun 2022 sebesar Rp 1,03 triliun. Direktur Utama Phapros, David Sidjabat mengatakan, tahun ini perusahaannya akan terus melakukan kemitraan dengan berbagai lembaga untuk berinovasi menciptakan alkes dan obat-obatan terbaru.“Kami sudah menggandeng beberapa universitas dan lembaga penelitian untuk mengembangkan produk yang inovatif.  Di sisi lain, kami juga mengembangkan innovative dosage form secara internal, sehingga nantinya jenis sediaan produk Phapros akan semakin beragam. Selain itu, rencana ekspor tahun 2024 juga masih sesuai jadwal. Kami optimis tahun ini, pertumbuhan Phapros tetap positif,” ungkapnya.

Phapros yang merupakan bagian dari Holding BUMN farmasi juga telah dikenal luas dengan produk Antimo nya. Sebagai bagian dari emiten Syariah, kinerja keuangan Phapros serta pergerakan harga sahamnya dalam jangka panjang cukup menarik bagi para investor.“Di kuartal pertama ini pun kami akan terus memberikan kinerja terbaik yang nantinya juga bisa dinikmati oleh para investor,” katanya.

BERITA TERKAIT

Elitery Dinobatkan Sebagai Google Cloud MSP di Indonesia

Elitery penyedia solusi dan layanan berbasis cloud terkemuka, mengumumkan telah menjadi Google Cloud Managed Services Provider (MSP). Direktur Utama Elitery,…

Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Jadi Laba

Di kuartal pertama 2024, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) berhasil membalikkan rugi jadi laba. Disebutkan, laba perseroan tercatat Rp14,23…

Pacu Revolusi Lewat AI - BTN Transformasi Digital dan Fokus Customer-Centric

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) telah menerapkan Artificial Intelligence (AI) dengan memberdayakan teknologi Big Data dan Machine Learning…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Elitery Dinobatkan Sebagai Google Cloud MSP di Indonesia

Elitery penyedia solusi dan layanan berbasis cloud terkemuka, mengumumkan telah menjadi Google Cloud Managed Services Provider (MSP). Direktur Utama Elitery,…

Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Jadi Laba

Di kuartal pertama 2024, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) berhasil membalikkan rugi jadi laba. Disebutkan, laba perseroan tercatat Rp14,23…

Pacu Revolusi Lewat AI - BTN Transformasi Digital dan Fokus Customer-Centric

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) telah menerapkan Artificial Intelligence (AI) dengan memberdayakan teknologi Big Data dan Machine Learning…