Transformasi Ekonomi Hijau

Rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur terus berproses dan Pemerintah terus melanjutkan berbagai proyek strategis di kawasan tersebut. Program pembangunan IKN ini tentu perlu mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat karena diyakini mampu mempercepat transformasi ekonomi Indonesia.

Faktanya, kini terdapat setidaknya 10 proyek yang akan dimulai pembangunannya dan terbagi dalam tiga kategori utama. Pertama adalah proyek BUMN. Ada PT Pos Indonesia (Persero) yang membangun Nusantara Logistic Hub. Kemudian, RRI juga akan membangun studio siaran radio di IKN. Kategori kedua adalah proyek swasta. Pada kategori ini, SUN Hub akan membangun area pergudangan dan Jambuluwuk Hotel & Resorts akan membangun hotel bintang lima.

Pihak swasta lainnya seperti Katadata Green, Jejakin, dan BenihBaik.com juga akan membangun green pesantren yang merupakan pilot project reforestasi. Serta, PT Wulandari Bangun Laksana akan membangun Nusantara Warehouse Park. Kategori ketiga yakni groundbreaking kantor lembaga negara, Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun Kantor OIKN.

Dalam sambutannya saat acara groundbreaking belum lama ini, Presiden Jokowi mengapresiasi peluncuran Nusantara Logistic Hub and Services. Pasalnya, jasa logistik dan kurir sangat dibutuhkan karena pergerakan orang maupun barang di IKN sudah mulai ramai. Ditambah banyak kantor yang mulai bersiap untuk beroperasi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur juga dapat menjadi katalis bagi distribusi ekonomi yang lebih adil, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan sosial yang jauh lebih baik dibandingkan saat ini.

Jelas, membangun IKN tidak hanya menyiapkan infrastruktur dan lingkungannya saja, tetapi juga manusianya, baik yang akan pindah maupun yang telah lama menetap. Kementerian PPN/Bappenas telah memproyeksikan jumlah penduduk dan urbanisasi yang akan terjadi di Ibu Kota Negara. Saat ini, penduduk setempat IKN tercatat 100 ribu jiwa. Jumlah ini diperkirakan bertambah menjadi 700 ribu jiwa di 2025, kemudian berkembang menjadi 1,5-1,6 juta jiwa di 2035, hingga mencapai perkiraan 1,7-1,9 juta jiwa di 2045.

Menurut data Bappenas, terdapat beberapa sektor yang akan dikembangkan di IKN agar masyarakat setempat dapat turut berpartisipasi dalam pembangunan IKN. Mulai dari sektor layanan, pendidikan tinggi, dan industri digital dan inovasi, ini yang akan dikembangkan di kawasan Ibu Kota Negara

Salah satu aspek terpenting dalam proses pemindahan IKN tentunya adalah pembangunan manusianya. Oleh sebab itu, Pemerintah saat ini juga sedang mempersiapkan generasi muda yang cerdas dan memiliki daya saing. Karena, generasi muda saat ini merupakan salah satu kunci keberhasilan bagi Indonesia dalam mencapai target Indonesia Emas 2045. Perguruan Tinggi menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam melakukan transformasi di Masyarakat, untuk mempercepat pembentukan sumber daya manusia yang unggul sehingga mewujudkan Indonesia maju.

Pembangunan IKN juga tidak akan menghilangkan identitas dan budaya lokal, tetapi tetap memperhatikan ekologi, ekonomi, sosial dan budaya serta memahami keragaman dan kondisi sosial masyarakat lokal.

Dalam mewujudkan IKN yang majemuk dan harmonis sesuai dengan identitas bangsa Indonesia, diperlukan pemahaman dan perencanaan aspek sosial-budaya dan sosial-ekonomi yang komprehensif. Perencanaan aspek sosial dilaksanakan dengan memastikan faktor-faktor, seperti penerimaan masyarakat, peningkatan kualitas SDM, pemanfaatan dan pengembangan kearifan lokal, sumber-sumber penghidupan masyarakat, serta peran berbagai pihak termasuk generasi milenial dalam pembangunan IKN.

IKN adalah simbol identitas nasional yang menunjukkan jati diri bangsa dan negara. Nanti di IKN, struktur masyarakat yang heterogen dan saling berbaur antara warga lokal/asli dan pendatang diharapkan menguatkan kebhinekaan Indonesia. Interaksi beragam warga dan akulturasi sosial budaya sebuah keniscayaan.

Pembangunan IKN juga tidak hanya berupa pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan kebudayaan, lingkungan, dan pendidikan yang berkelanjutan.  Keberlanjutan yang dimaksud mencakup inovasi di semua sektor kehidupan dengan perubahan teknologi, pola pikir, sistem dan kebijakan dengan partisipasi di seluruh aspek kehidupan.

BERITA TERKAIT

Peran Strategis RI di WWF ke-10

    Pertemuan internasional World Water Forum (WWF) ke-10 akan dilaksanakan di Bali pada 18-25 Mei 2024. Forum ini menjadi…

Menuju Energi Bersih

Upaya menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dihasilkan oleh sektor industri terus digencarkan. Saat ini, sektor industri berkontribusi sekitar…

Inkonsistensi Data

Defisit APBN pada hakikatnya merupakan sesuatu yang baik. Dalam kondisi daya beli masyarakat yang melemah, dibutuhkan suntikan dalam bentuk intervensi…

BERITA LAINNYA DI Editorial

Peran Strategis RI di WWF ke-10

    Pertemuan internasional World Water Forum (WWF) ke-10 akan dilaksanakan di Bali pada 18-25 Mei 2024. Forum ini menjadi…

Menuju Energi Bersih

Upaya menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dihasilkan oleh sektor industri terus digencarkan. Saat ini, sektor industri berkontribusi sekitar…

Inkonsistensi Data

Defisit APBN pada hakikatnya merupakan sesuatu yang baik. Dalam kondisi daya beli masyarakat yang melemah, dibutuhkan suntikan dalam bentuk intervensi…