Laba Teladan Prima Agro Terkoreksi 21,29%

NERACA

Jakarta -Emiten perkebunan sawit, PT Teladan Prima Agro Tbk. (TLDN) mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk senilai Rp451,78 miliar pada 2023. Torehan tersebut merosot 21,29% dibandingkan dengan laba TLDN sepanjang 2022 yang sebesar Rp573,97 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, pendapatan TLDN per 31 Desember 2023 tercatat senilai Rp4,007 triliun naik 10,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,61 triliun. Secara rinci, penjualan minyak kelapa sawit ke pihak ketiga mencatatkan kenaikan dari Rp3,25 triliun menjadi Rp3,71 triliun per 31 Desember 2023.

Selanjutnya, penjualan inti kelapa sawit dan penerimaan lain - lain menyumbangkan Rp239 miliar dan Rp703,92 juta . Sementara itu, penjualan minyak kelapa sawit ke pihak berelasi tercatat sebesar Rp48,80 miliar diikuti oleh inti sawit senilai Rp400,58 juta. Seiring dengan naiknya pendapatan, beban pokok TLDN juga tercatat meningkat 24,09% menjadi Rp2,93 triliun pada 2023 dibandingkan periode sama tahun 2022 yang sebesar Rp2,36 triliun. Alhasil, laba bruto perseroan terpantau turun 14,14% secara YoY dari Rp1,24 triliun pada 2022 menjadi Rp1,07 triliun pada 2023.

Adapun, TLDN memiliki total aset Rp5,42 triliun per 31 Desember 2023, naik dari sebelumnya Rp5,22 triliun di akhir Desember 2022. Pos liabilitas terpantau turun menjadi Rp2,96 triliun dari Rp3,04 triliun. Sementara itu, ekuitas TLDN per akhir Desember 2023 tercatat naik menjadi Rp2,45 triliun dari Rp2,18 triliun pada 31 Desember 2022. Di sisi lain, kas setara kas akhir tahun TLDN tercatat turun dari Rp587,55 miliar pada akhir 2022 menjadi Rp583,29 miliar per 31 Desember 2023.

Sebelumnya, perseroan memperkirakan pendapatan bisa tumbuh sekitar 10% seiring peningkatan produksi pada 2023. Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana pernah bilang, pendapatan diperkirakan tumbuh sekitar 10% pada akhir 2023. Pendapatan dapat tumbuh karena meningkatnya produksi buah yang akan diproduksi perusahaan. “Kita mengestimasi bahwa penjualan kita akan bertumbuh 10% dibandingkan tahun lalu despite terjadinya penurunan harga komoditas karena di-offset oleh peningkatan produktivitas yang cukup baik,” tuturnya.

Perseroan sendiri menargetkan untuk produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 1,07 juta ton pada 2023. Produksi ditargetkan tumbuh 3% dibandingkan tahun lalu. Sementara untuk crude palm oil (CPO) diproyeksikan mencapai 397.000 atau tumbuh sekitar 5 sampai 10% dibandingkan tahun lalu.

TLDN mencatat realisasi volume penjualan CPO pada tahun 2023 sebanyak 343.748 ton, tumbuh 17,5% dari realisasi pada tahun sebelumnya sebesar 292.545 ton. Kemudian, volume penjualan palm kernel (PK) juga mengalami kenaikan 15,5% year-on-year (yoy) dari semula 47.752 ton pada tahun 2022 menjadi 55.172 ton di tahun 2023.

Kenaikan volume penjualan ini mampu mengompensasi penurunan harga jual CPO dan PK yang masing-masing turun 2,7% yoy dan 34,7% yoy sepanjang tahun lalu. Kenaikan penjualan CPO dan PK sejalan strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan pada tahun lalu. (bani)

BERITA TERKAIT

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…