Dihadapkan Berbagai Tantangan - Pasar Modal Indonesia Jadi Pilihan Pendanaan

NERACA

Jakarta – Sukses mencatatkan rekor IPO di 2023 kemarin, pasar modal Indonesia tahun ini dihadapkan dengan berbagai peluang dan tantangan. Hal tersebut disampaikan PwC Indonesia Capital Markets and Accounting Advisory Services Leader, Irwan Lau dalam risetnya yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, meskipun tahun-tahun Pemilu secara historis meningkatkan sektor-sektor tertentu seperti barang konsumsi, transportasi, dan perhotelan, hal-hal tersebut juga membawa ketidakpastian yang sering kali mengarah pada perilaku investasi yang lebih berhati-hati. “Antisipasi terhadap kebijakan ekonomi baru pasca pemilu cenderung membuat investor lebih berhati-hati dan memilih strategi 'wait and see' di awal tahun 2024," jelasnya.

Terlebih, ditambah dengan kondisi ketidakpastian geopolitik global, maka menurutnya hal ini menciptakan lingkungan yang menantang dan memerlukan navigasi yang cerdik oleh manajer bisnis, investor, maupun pembuat kebijakan atau regulator.

Terlepas dari tantangan-tantangan tersebut, pasar modal Indonesia dinilai tetap menjadi pilihan yang baik bagi perusahaan-perusahaan dengan model bisnis kuat yang mencari pendanaan eksternal.  "Bursa Efek Indonesia memperkirakan akan ada 60-65 penawaran umum perdana pada tahun 2024. Target ini, diimbangi dengan pandangan yang optimis, mengakui dampak Pemilu dan sekaligus menggarisbawahi potensi dunia usaha di Indonesia dalam lingkungan perekonomian yang dinamis,"ujarnya.

Asal tahu saja, Pricewaterhouse Coopers (PwC) sebagai salah satu dari 4 firma akuntansi terbesar dunia (Big Four) menyebutkan, tahun 2023 merupakan tahun yang landai bagi IPO global. Aktivitas IPO tahun lalu berjumlah US$121 miliar dari 1.047 emiten. Angka itu turun 31% dari tahun sebelumnya yang memperoleh US$173,3 miliar dari 1.154 IPO. "Meskipun IPO tahun 2023 lebih landai di tingkat global, namun Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan dalam jumlah dan besaran dana yang dihimpun melalui IPO, sehingga Indonesia menjadi negara dengan kinerja terkuat di Asia Tenggara pada tahun 2023," ujar Irwan.

Di tahun 2023, kemairn, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rekor 79 emiten baru dengan total penggalangan dana sebesar US$3,55 miliar atau Rp54,14 triliun. Capaian itu meningkat 34% dari tahun 2022. Sementara itu di pasar global, Irwan mengatakan, China memimpin sebagai pasar IPO terbesar dengan perolehan dana US$45,3 miliar, diikuti oleh Amerika Serikat (AS) dengan US$24 miliar dan India dengan US$6,6 miliar.  

Di wilayah Asia Tenggara dan Hong Kong, tercatat ada 228 emiten IPO dan menghasilkan total US$11,37 miliar pada tahun 2023. Adapun, Indonesia menyumbang 51% dari total jumlah IPO di wilayah tersebut, dan memperoleh keuntungan dari 65% dana yang dihimpun. Alhasil, Indonesia dinilai sebagai pemain terbaik di pasar IPO Asia Tenggara.

BERITA TERKAIT

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…