Intraco Penta Targetkan Penjualan Tumbuh 20%

NERACA

Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA) menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan pembiayaan (multifinance). Dimana tahun ini, emiten penyedia alat berat ini menargetkan penjualan. Di mana tahun ini, perseroan menargetkan penjualan alat berat meningkat 20% year on year menjadi Rp1,3 triliun dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp1,1 triliun.”Kalau tahun lalu, kami tutup di Rp1,1 triliun, kalau naik 20% (yoy) akan tutup di Rp1,3 triliun. Volume penjualannya alat berat sekitar 350 kurang lebih,”kata Director and Chief Financial Officer INTA, Wilianto Febriansa di Jakarta, kemarin.

Dirinya menjelaskan, target penjualan senilai Rp1,3 triliun pada tahun ini diupayakan semuanya melalui perusahaan pembiayaan, baik multifinance ataupun perbankan. Sebelumnya, perseroan menggunakan dua channel penjualan yaitu cicilan melalui perusahaan pembiayaan atau cicilan langsung ke INTA.“Kalau cicilan langsung hanya 12 bulan, sedangkan customer membutuhkan pembiayaan yang panjang, 24 bulan, 36 bulan tenornya,” ujar Wilianto.

Dia mengungkapkan, saat ini perseroan telah menjalin kerja sama dengan 30 perusahaan pembiayaan, baik leasing ataupun perbankan, dan akan terus membuka peluang kerja sama pada tahun ini. Disampaikannya, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp50 miliar yang akan digunakan untuk peremajaan alat berat yang disewakan dan pengembangan platform.

Dia menjelaskan, customer perseroan masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara, kemudian diikuti perusahaan nikel, kehutanan pertambangan emas dan industri semen. Dari sektor pertambangan, Direktur Utama INTA Petrus Halim menyebut para pengamat memprediksi harga batu bara baru akan naik pada akhir 2024, sehingga akan memperketat kompetisi penjualan alat berat.

Dari pertambangan nikel, harga nikel diprediksi masih mengalami tren penurunan, namun dengan terbitnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) khususnya untuk tambang nikel, diharapkan permintaan nikel akan meningkat, yang berpotensi untuk penjualan alat berat pada kelas 20 dan 30 ton dan penjualan dump truck.

BERITA TERKAIT

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…