Pantau OP di Manado, Harga Beras dan Migor Alami Fluktuasi

NERACA

Manado – Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga meninjau operasi pasar beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diselenggarakan PD Pasar Manado dan Bulogdi Pasar Bersehati, Manado, Sulawesi Utara. Tinjauan tersebut untuk memastikan pasokan beras tersedia di pasar dengan harga   terjangkau bagi masyarakat.

Jerry mengungkapkan, “operasi pasar ini penting dilakukan untuk memastikan pasokan beras tersedia  dan harga beras terjangkau bagi masyarakat. Sejak November 2023, pemerintah melalui PD Pasar Manado dan Bulog menyediakan100 paket beras SPHP kemasan 5 kilogram (kg) dengan harga Rp10.800/kg di Pasar Bersehati setiap hari.”

Jerry pun menerangkan, pemerintah telah meningkatkan distribusi beras SPHP yang sebelumnya  digelontorkan sebanyak 100 ribu ton per bulan menjadi 250 ribu ton per bulan sebagai upaya menekan harga beras.

Harga jual beras SPHP juga harus sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yaitu maksimal Rp10.900 ditingkat konsumen.

Pada OP tersebut, Jerry juga melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok bahan kebutuhan  pokok (bapok) di Pasar Bersehati, Manado.

Dari pantauan tersebut, harga bapok di Pasar Bersehati relatif stabil secara umum, namun beberapa komoditas mengalami fluktuasi harga.

“Harga bapok di pasar Bersehati secara umum relatif stabil. Hasil dialog dengan para pedagang, memang harga beras premium dan minyak goreng (migor) curah mengalami fluktuasi harga. Fluktuasi harga beras premium diduga karena defisit produksi beras yang terjadi pada Januari 2024. Defisit produksi beras  tersebut diperkirakan akan berlanjut pada Februari 2024 ini karena mundurnya masa tanam akibat El Nino,” imbuh Jerry.

Jerry menyatakan, peningkatan distribusi beras SPHP yang dilakukan pemerintah diharapkan dapat  menjadi alternatif bahan makanan pokok yang terjangkau bagi masyarakat. Beras SPHP memiliki kualitas yang baik dan dapat bersaing dengan beras premium.

Jerry menambahkan, pasokan komoditas bapok lainnya terpantau lancar. Adapun fluktuasi harga minyak goreng curah disebabkan karena meningkatnya tren harga minyak mentah kelapa sawit (crude palm oil/CPO) pada awal tahun 024.

Harga migor curah sangat elastis terhadap perubahan harga CPO. Namun, pasokan minyak goreng  Minyakita dan minyak  goreng  kemasan premium dipastikan masih mencukupi dan harganya cenderung stabil.

Sehingga dalam hal ini Jerry menegaskan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (Pemda) akan  terus melakukan pengecekan dan  pemantaun harga bapok secara rutin. Pemerintah juga akan terus melihatdan  mendengar  langsung  aspirasi  dan  kebutuhan  yang  ada  di  pasarsebagaibentuk  keberpihakan kepada pedagang dan masyarakat.

Berdasarkan pantauan, harga bapok di Pasar Bersehati tercatat beras medium SPHP Bulog Rp10.900/kg, beras premium Rp15.500/kg, bawang putih honan Rp40.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, cabai merah besar Rp40.000/kg, gula pasir Rp18.000/kg, migor Minyakita Rp14.000/liter, migor curah 16.200/liter, migor kemasan premium Rp22.000/liter, daging ayam Rp37.000/kg, dan tepung terigu Rp12.000/kg.

Terkait defisitnya produksi beras, Kementerian Pertanian (Kementan) mengaku produksi beras dalam negeri dari berbagai daerah tetap akan memasok kebutuhan nasional. Kementan memprediksi, jumlah produksi pada awal tahun 2024, mulai dari Januari hingga Maret, masih akan memasok kebutuhan nasional.

Sebut saja pada Januari 2024, dari seluruh daerah di Indonesia, diprediksi produksi padi berjumlah 1,6 jt ton-GKG (Gabah Kering Giling).

Lalu, pada Februari 2024, prediksi produksi padi berkisar di angka 2,4 jt ton-GKG. Kemudian pada Maret 2024, produksi padi diprediksi berjumlah 6,1 jt ton-GKG dan prediksi April lebih tinggi lagi dibandingkan Maret

"Salah satunya di Jawa Timur, misalnya di Ngawi, sudah mulai memasuki musim panen dan siap berproduksi. Ngawi salah satu sentra produksi nasional” kata Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Ismail Wahab.

Di Jawa Timur, mulai memasuki panen raya, diprediksi akan panen padi 239 ribu hektare (ha) pada Maret 2024 dan 300  ribu ha diprediksi akan panen di April.

"Maret ini pun misal Ngawi diprediksi lahan padi yang akan panen seluas 18 ribu ha. Itu membuktikan kemampuan berproduksi padi," imbuh Ismail.

Ismail pun menegaskan bahwa ketersediaan beras dapat terjaga dan kini mulai memasuki musim panen padi

"Jadi ketersediaan beras dapat terjaga dan kini memasuki musim panen di beberapa daerah. Prediksi Maret nanti akan menghasilkan beras sekitar 3,51 juta ton dan pada bulan April akan lebih tinggi lagi” jelas Ismail.

Contoh, para petani di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mengaku optimis hasil produksi pada kegiatan panen raya tahun ini mampu memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini disampaikan Supardi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi usai memantau jalanya panen raya di wilayah tersebut.

 

 

 

BERITA TERKAIT

Triwulan I-2025, Volume Penyaluran Gas PGN Sebesar 861 BBTUD

Triwulan I-2025, Volume Penyaluran Gas PGN Sebesar 861 BBTUD Jakarta –  PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina,…

Mei 2025, Harga Referensi CPO Sebesar USD924,46/MT

Mei 2025, Harga Referensi CPO Sebesar USD924,46/MT Jakarta – Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) untuk…

Optimis Ekspor Tuna Semakin Meningkat

 Optimis Ekspor Tuna Semakin Meningkat Maluku Utara – Tingginya permintaan ekspor ikan laut seperti tuna maka pemerintah membangun sentra-sentra perikanan…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Triwulan I-2025, Volume Penyaluran Gas PGN Sebesar 861 BBTUD

Triwulan I-2025, Volume Penyaluran Gas PGN Sebesar 861 BBTUD Jakarta –  PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina,…

Mei 2025, Harga Referensi CPO Sebesar USD924,46/MT

Mei 2025, Harga Referensi CPO Sebesar USD924,46/MT Jakarta – Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) untuk…

Optimis Ekspor Tuna Semakin Meningkat

 Optimis Ekspor Tuna Semakin Meningkat Maluku Utara – Tingginya permintaan ekspor ikan laut seperti tuna maka pemerintah membangun sentra-sentra perikanan…